
Di rumah Willie
"Apa?" ucap Selena terkejut mendengar perkataan Willie
"Kenapa? Apa kah kau sudah tidak peduli lagi dengan adikmu itu?" tanya Willie
"Bukan begitu, tapi aku... " jawab Selena yang kebingungan
Melihat Selena yang kebingungan membuat Willie langsung menyuruh para pengawalnya untuk mulai menyiksa Nina...
"Kalian berdua, mulai penyiksaannya" ucap Willie sambil menunjuk kepada dua penjaganya
"Baik tuan" Sahut mereka berdua bersamaan
Selena yang mendengar ucapan Willie langsung berlutut sambil memeluk kaki Willie, memohon agar adiknya tidak di siksa...
"Jangan! Ku mohon Willie jangan lakukan itu" ucap Selena
"Heheh, jangan salahkan aku, kau sendiri yang membuatku mengambil keputusan itu" sahut Willie sambil mendorong Selena dengan kakinya
"Akh!" rintih Selena
Selena yang masih lemas kini hanya bisa terduduk di tanah sambil menangis melihat adiknya yang di bawa pergi darinya...
Melihat betapa menderitanya Selena membuat Willie semakin bahagia, dia merasa sangat puas akan tindakannya dan berencana untuk lebih menyiksa Selena...
"Tuan, orang itu akan tiba pagi ini di bandara" ucap pengawal Dio sambil membukakan pintu mobil
"Bagus, bawa dia kehadapanku nanti malam, aku ada tugas penting untuknya" sahut Willie sambil masuk ke dalam mobil
"Baik Tuan" ucap pengawal Dio
__ADS_1
Willie pun berangkat kesekolah bersama pengawal Dio, sementara Selena masih duduk sambil menangis di halaman rumah Willie...
"Huhuhuhuhu, Nina, tidak Nina" ucap Selena sambil menangis
Bi Asih berusaha menarik Selena dan bermaksud membawanya kembali ke kamar, tapi Selena malah menepis tangan Bi Asih...
"Non ayo masuk, keadaan Nona masih belum stabil" ucap Bi Asih
"Menjauhlah dariku" teriak Selena
"Nona, jika kau membantah terus Bibi tidak punya pilihan lain selain menyuruh para pengawal itu menyeretmu masuk" tegas Bi Asih
"Tidak Selena, saat ini kau belum cukup kuat untuk menyerang balik, aku harus tetap hidup demi Nina. Nina bertahanlah dek, kakakmu ini pasti akan menyelamatkanmu" batin Selena sambil mengepalkan tangannya
Di Bandara
"Tuan muda, mobil sudah siap" ucap Pengawal Pio
"Tuan Muda ada pesan dari Tuan Muda Willie, dia bilang ingin berjumpa dengan anda malam ini" ucap pengawal Pio
"Cih, anak itu tidak berubah, sekarang apa lagi yang dia rencanakan" ucap Vino sambil masuk ke dalam mobil
Sementara itu di sekolah terlihat Ray yang sedang berdiri di sudut gerbang, dia seperti sedang menunggu seseorang, tapi tak tahu entah siapa yang dia tunggu...
Setiap siswi yang masuk tak bisa memalingkan mata mereka dari Ray, pesona ketampanannya membuat para wanita itu senyum-senyum sendiri saat melihatnya, tapi Ray tidak memperdulikan mereka, dia hanya diam sambil menatap lurus kedepan...
15 menit sudah Ray berdiri di sana, sampai sebuah mobil mewah dengan gaya klasik itu tiba-tiba berhenti di hadapannya...
SITTT
__ADS_1
Seorang pria turun dari mobil tersebut dan berjalan mendekati Ray...
"Ternyata kau serius dengannya ya" ucap Willie sambil berdiri di hadapan Ray
"Menyingkirlah" sahut Ray
Willie langsung membalikkan badannya dan ikut berdiri di sebelah Ray "Apa kau mencintainya?" tanya Willie sambil melihat wajah datar Ray yang terus melihat ke arah depan
Ray terdiam sejenak, pupil matanya membesar, menandakan betapa menariknya pertanyaan yang di ajukan oleh Willie itu "Ntahlah, aku hanya ingin berada di dekatnya saja" jawab Ray sambil menatap Willie balik
"Hahahaha" tawa Willie
"Woy, it's not funny, ok" ucap Ray ketus
"Santai brother, aku hanya tidak menyangka saja, Ray si pria dingin akhirnya menemukan orang yang di cintainya" sahut Willie
"Diamlah, kau sahabatku, bukannya membantuku kau malah menertawakanku, cih kau sungguh luar biasa" ucap Ray sambil berjalan pergi
"Hey, kau mau kemana Ray? Bukankah mau menunggu Maggie di sini?" teriak Willie
"Lupakan, sudah gak mood" jawab Ray sambil pergi meninggalkan Willie di sana
"Cih, sahabat? Sejak kau membiarkan Renai ku tiada, sejak saat itu tidak ada lagi persahabatan di antara kita" batin Willie sambil tersenyum sinis
KRING KRING KRING
📱 Halo, aku ingin berita itu segera tersebar
📲 Baik Tuan, seperti yang Anda inginkan
TUT TUT TUT
__ADS_1
"Hehehe, pertunjukannya akan segera di mulai Ray" ucap Willie sambil tersenyum