Terlalu Cantik

Terlalu Cantik
EPS. 18


__ADS_3

Di sebuah restauran


Terlihat seorang wanita muda memasuki sebuah restauran, bajunya yg lusuh dan kotor serta kakinya yang pincang membuat semua orang menatapnya dengan tatapan sinis...


"Lihat, pengemis berani masuk restauran" ucap Bibi 1


"Ich, kotor sekali. Bagaimana bisa kita makan jika seperti ini" sahut Bibi 2


"Benar, ayo kita pulang saja" ucap Paman 1


Semua orang yang berada di restauran itu pun beranjak pergi. Kepala Manajer restauran yang melihat hal itu lantas berusaha menghentikan semua pelanggannya itu...


"Tunggu nyonya dan tuan, ada masalah apa ini?" tanya Kepala Manajer


"Lihatlah itu, bagaimana bisa kami makan bersama pengemis yang jorok dan bau seperti itu" jawab Bibi 1


Kepala manajer lantas melihat ke arah yang di tunjukan oleh Bibi 1, betapa terkejutnya dia melihat seorang wanita yang lusuh dan kumal itu duduk di meja restauran...


"Maafkan kami atas ketidaknyamanan anda sekalian, kami akan segera mengusirnya" ucap Kepala Manajer


Kepala manajer itu langsung menyuruh para pelayannya untuk mengusir wanita itu, tapi wanita itu tidak mau dan malah memberontak dengan mendorong meja restauran hingga jatuh...


"Hey pengemis, tempatmu bukan di sini, tuh di luar" ucap pelayan 1 sambil menunjuk sebuah tong sampah


"Benar, tempat duduk ini terlalu bagus untukmu dudukin, seharusnya tempat lo tuh di bawah sini" sahut pelayan 2 sambil menunjuk ke lantai


BRUK


Meja restauran itu pun terjatuh, semua orang yang berada di sana berteriak, terkejut atas kelakuan wanita itu...


Kepala manajer yang sudah tidak sabaran lagi, kini menyuruh para pelayannya untuk menyeret paksa wanita itu keluar, tapi saat para pelayan itu hendak menarik paksa wanita itu, seseorang datang dan menghentikan mereka...


"Dasar pengemis tidak tau diri, cepat keluar" ucap pelayan 1 sambil menarik paksa wanita itu


"Tunggu, dia orangku" ucap seorang pria


"Tu.. tuan Willie" ucap Kepala manajer yang terkejut melihat Willie

__ADS_1


Para pelayan itu langsung melepaskan Selena. Selena yang terkejut melihat Willie lantas berjalan mundur kebelakang dengan takut, tapi Willie terus mendekatinya dan menarik tangannya dengan paksa...


"Sayang, jangan bermain seperti ini" ucap Willie sambil menepuk-nepuk baju Selena yang kotok


"Kau siapanya?" tanya Bibi 1


"Saya pacarnya Bibi, maafkan pacar saya ya, mentalnya sedikit terganggu, saya sudah mencoba untuk mengobatinya, tapi sampai sekarang dia belum sembuh juga" jawab Willie sambil menundukkan sedikit kepalanya


"Oh, kau pacarnya? jagalah pacarmu dengan baik, kami yakin dengan semua perhatianmu ini, dia pasti akan segera sembuh" sahut Bibi 2


"Kau pria yang baik nak" ucap Paman 1


"Terima kasih paman dan bibi, kalau begitu kami undur diri dulu" ucap Willie sambil menarik tangan Selena


"Lepaskan aku, dia berbohong, aku bukan pacarnya, dia seorang psikopat, paman, bibi tolong aku" ucap Selena sambil berlari ke hadapan Paman dan Bibi itu


"Kau bebas menyebutku apapun sayang, tapi ku mohon jangan menyakiti dirimu seperti ini, huhuhu, aku sangat tidak tega melihatmu menderita seperti ini" ucap Willie sambil meneteskan beberapa air matanya


"Lihatlah, pacarmu sampai menangis karenamu, pergilah bersama pacarmu, dia sangat mengkhawatirkanmu" ucap Bibi 3


"Pergilah nak, jangan membuat pacarmu bersedih lebih lama" ucap Bibi 2 sambil melepaskan tangan Selena dari bajunya


Selena terus memberontak, dia bahkan memeluk erak tiang restauran itu agar Willie tidak bisa membawanya pergi...


Willie yang sudah muak, akhirnya mengeluarkan sebuah pita dari saku kemejanya...


"Sayang, lihatlah ini, aku membawakanmu hadiah" ucap Willie sambil menunjukkannya ke Selena


Selena terkejut melihat pita tersebut dan langsung merebutnya dari tangan Willie...


"Pita ini" ucap Selena


"Benar sayang, bukan hanya pitanya saja, bahkan aku bisa mengambil lebih dari ini untukmu" ucap Willie sambil tersenyum


Pita itu adalah hadiah ulang tahun yang Selena berikan untuk adiknya dan betapa terkejutnya dia saat Willie memiliki pita tersebut...


"Sayang, sekarang kau mau pulang bersamakukan?" tanya Willie sambil mengulurkan tangannya

__ADS_1


Walau dengan perasaan takut, tapi Selena tidak memiliki pilihan lain, dia langsung meraih tangan Willie dan ikut bersamanya...


"Paman, bibi, sampai jumpa" ucap Willie sambil membawa Selena pergi


"Pria yang baik" ucap Bibi 1


"Jadi ingat masa mudaku dulu" ucap Paman 1


"Ich, apa iya" sahut Bibi 2


Willie dan Selena masuk ke dalam mobil Willie...


"Ku mohon lepaskan adikku, dia tidak bersalah" ucap Selena


Willie dengan cepat mencekik leher Selena dan membuatnya susah bernapas...


"Kau bilang jangan sentuh adikmu yang tidak bersalah? Cih, bukankah Renai ku juga tidak bersalah? Kenapa kau membunuhnya? Kau harus membayarnya saat ini" ucap Willie sambil terus mencekik leher Selena


Selena terus meronta-ronta, dia berusaha melepaskan tangan Willie dari lehernya, tapi usahanya tidak berhasil. Sampai Ray datang dan menggagalkan usaha Willie untuk membunuh Selena...


TOK TOK TOK


Pengawal Willie dengan cepat mengetok kaca jendela mobil Willie dari luar sembari memberikan kode peringatan kepada Willie. Willie yang mendengarnya langsung melepaskan tangannya dari leher Selena...


"Uhukuhuk, hah.. hah" Selena menarik napas lega


"Cih, kau selamat hari ini" ucap Willie sambil keluar dari mobil


"Will? Ngapain lo di mari?" tanya Ray sambil mencoba melihat kedalam mobil Willie tapi di hadang oleh Willie


"Hai Ray, biasalah" jawab Willie sambil berdiri di hadapan Ray


Ray samar-samar melihat seorang wanita di dalam mobil Willie "Hemz, lo kebiasaan, ingat jangan kebanyakan milih lo, cewek itu cukup satu aja" ucap Ray sambil berjalan meninggalkan Willie


"Iya kau benar, wanitaku hanya satu dan itu hanya Maggie seorang, hehe" ucap Willie sambil tersenyum


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2