Terlalu Cantik

Terlalu Cantik
EPS. 16


__ADS_3

...Hanya luka yang membuat seseorang berubah, cinta dan kepercayaan yang hancur membuatnya tak lagi ingin bersama......


KRING KRING KRING


Bunyi bel istirahat itu membuat suasana kelas ricuh, semua siswa-siswi itu ingin segera keluar kelas untuk sekedar bersantai atau makan sesuatu di kantin...


"Kelas berdiri, beri hormat" ucap Willie


Semua siswa-siswi bangkit dari tempat duduknya dan memberi hormat sedari menundukkan sedikit kepala mereka "Terima kasih Buk Cinbi" ucap mereka bersamaan


Buk Cinbi keluar dari kelas di ikuti para siswa-siswi di belakangnya yang ingin segera menuju kantin...


TUK TUK


Maggie memukul meja Efelin untuk mengajaknya pergi ke kantin bersama...


"Yuk kantin bareng" ucap Maggie


"Apaan sih, pergi jauh-jauh gi sana" sahut Efelin sambil memasang earphone di telinganya


"Kau membelaku kemarin dari pria brengsek itu dan sekarang kau mengusir ku, sebenarnya aku harus bersikap bagaimana denganmu?" ucap Maggie


Efelin terkejut mendengar perkataan Maggie, dia bingung bagaimana Maggie bisa tau, tapi saat dia mulai melihat sekeliling, tiba-tiba Willie tersenyum kepadanya. Dari senyuman Willie membuat Efelin menyadari semuanya...


"Hemz, jadi Willie yang memberitahumu" ucap Efelin sambil bangkit dari tempat duduknya


"Iya, tadi saat sebelum masuk, aku bertemu dengannya dan dia juga loh yang menyelamatkanku dari hukuman terlambat" jelas Maggie


"Dengar, jangan terlalu dekat dengan Willie, dia itu sedikit aneh" ucap Efelin


"Akh, masak ia, dia terlihat baik" ucap Maggie


"Terserah deh, yuk jadi gak?" ucap Efelin

__ADS_1


"Eh! Jadi, yuk" Maggie kegirangan mendengar perkataan Efelin dan langsung menggandeng tangannya...


Maggie dan Efelin pun berencana pergi ke kantin, tapi tiba-tiba Julio datang dan menghentikan mereka...


"Tunggu, Maggie sayang kita harus bicara" ucap Julio sambil menarik tangan Maggie


"Kita udah gak punya hubungan apapun, jadi lepasin" ucap Maggie


Melihat kesulitan Maggie membuat Efelin berinisiatif dan mendorong bahu Julio...


"Aku gak ada urusan denganmu, jadi menyingkirlah" ucap Julio


"Cih, sampah seperti dirimulah yang harusnya menyingkir" sahut Efelin


Julio tidak mau mengalah, dia tetap menarik paksa Maggie untuk ikut bersamanya. Tapi Maggie terus menolak, hingga Ray tiba-tiba datang dan langsung menarik Maggie ke belakangnya...


"Ray!" ucap Maggie terkejut melihat kehadiran Ray


"Apa maksudmu? Pergilah, jangan ikut campur" ucap Julio


"Kau bilang sayang padanya, tapi kau bahkan tak sadar bahwa kau telah menyakitinya" ucap Ray


Kuatnya genggaman tangan Julio membuat Maggie tak bisa menahan rasa sakitnya dan meneteskan air matanya. Melihat Maggie yang kesakitan membuat Julio langsung tersadar, ternyata dia telah menyakiti wanita yang dia cintai...


"Maggie, aku... aku tidak... " ucap Julio sambil mendekati Maggie tapi di hadang oleh Ray


"Pria yang hanya bisa menyakiti wanitanya, tidak pernah pantas untuk bersamanya" sahut Ray memotong perkataan Julio


Julio yang mulai memanas dengan semua perkataan dan perlakuan Ray langsung mendorongnya dan mencoba untuk berkelahi dengannya...


"Kau sudah membuat kesabaranku habis" ucap Julio sambil menganyunkan tangannya ke arah wajah Ray


Willie dengan sigap menahan tangan Julio dan melemparkannya "Tenanglah sedikit, kita sedang ada di sekolah saat ini".

__ADS_1


Maggie yang sangat kesal dengan semua perlakuan Julio yang sudah kelewat batas berjalan mendekatinya dan langsung menamparnya...


PLAK


Kerasnya suara tamparan itu membuat semua orang yang berada di kelas itu terkejut dengan tindakan Maggie...


"Sejak kau memutuskan untuk meninggalkanku, hubungan kita sudah tidak bisa di perbaiki lagi. Jika kau berpikir aku membutuhkanmu kau salah, karena saat ini sudah ada seseorang yang akan selalu melindungi dan menjagaku" ucap Maggie


Maggie langsung berjalan mendekati Ray dan langsung mencium pipi kirinya...


Ray terkejut dengan tindakan Maggie, dia hanya bisa terdiam sambil menahan jantungnya yang berdegup kencang...


Setelah mencium pipi kiri Ray, Maggie langsung menggandeng tangannya "Perkenalkan, pacarku Ray". Perkataan Maggie membuat semua orang terkejut, mereka tidak menyangka Maggie berpacaran dengan Ray...


Maggie memang mengatakannya dengan sangat lantang, tapi tangannya yang gemetar membuat Ray menyadari bahwa sebenarnya dia sangat ketakutan dengan tanggapan dari orang lain padanya...


Ray mencoba menenangkan Maggie dengan mengenggam tangannya...


"Aku rasa apa yang di katakan Maggie sudah jelas, so, menjauhlah darinya mulai hari ini" ucap Ray


Ray menarik Maggie untuk meninggalkan kelas dan Efelin mengikuti mereka dari belakang. Julio yang syok dengan apa yang dia dengar dari mulut Maggie kini terjatuh lemas, sementara Aldrich yang sedari tadi memperhatikan hanya diam dan ikut pergi meninggalkan ruang kelas...


"Enggak, aku gak mungkin kehilangannya" ucap Julio sambil memukuli lantai dengan tangannya


Willie dan Riko dengan sigap mengangkat Julio dan menenangkannya...


"Woy, sampai tangan lo hancur juga, Maggie gak bakalan balik" ucap Riko


"Jadi aku harus gimana? Aku sangat mencintainya" ucap Julio


"Heheh, apa kau tidak pernah mendengar sebuah pepatah? Lebih baik menunggu mangsa datang dari pada mengejar tanpa persiapan" sahut Willie sambil tersenyum


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2