Terlalu Cantik

Terlalu Cantik
EPS. 20


__ADS_3


Happy Reading guys 😊


D**i rumah Maggie**


Setelah selesai berbelanja Maggie dan Efelin segera berjalan menuju rumah Maggie untuk memasak bahan-bahan yang telah mereka beli tadi, tapi sesampainya di depan rumah, Maggie menghentikan langkah kakinya...


"Jika kami masuk sekarang, Mark pasti sudah ada di dalam. Bagaimana jika Efelin melihat Mark? Akh! Apa yg harus aku lakukan jika begini?" batin Maggie


"Eh, kenapa berhenti? Ayo masuk, perutku sudah tidak bisa di kontrol" ucap Efelin sambil menarik tangan Maggie


Maggie yang sudah tidak memiliki pilihan apapun hanya bisa pasrah sambil mulai membuka kunci pintu rumahnya...


KREK


Saat Maggie membuka pintu rumah betapa terkejutnya dia, "Lampunya mati" ucap Maggie


"Eh, apa kau bilang?" tanya Efelin yang samar-samar mendengar perkataan Maggie tadi


"Akh itu, tidak ada, heheh, ayo masuklah" ucap Maggie sambil berjalan menuju dapur


Sementara Maggie memasak di dapur, Efelin berjalan-jalan mengelilingi rumah Maggie. Dia melihat setiap detail di rumah Maggie...


"Eh, foto ini" ucap Efelin sambil menunjuk ke arah foto yang menempel di dinding ruang tamu Maggie


"Itu ibuku" sahut Maggie sambil memotongi kentang


"Wah dia wanita yang sangat cantik" ucap Efelin


"Itu pasti, sama seperti diriku yang cantik ini kan? hehehe" ucap Maggie dengan pedenya


"Hahaha, ialah itu yang cantik" sahut Efelin


"Hahaha" tawa Maggie

__ADS_1


Karena tidak sabar menunggu, Efelin akhirnya memutuskan untuk membantu Maggie memasak. Di waktu yang sama di sekolah, terlihat Mark sedang berbincang-bincang dengan seseorang...


"Menjauhlah dariku" ucap Elzo


"Apa kita tidak bisa berteman?" tanya Mark sambil tersenyum


"Aish, berhentilah tersenyum kepadaku, itu sangat mengganggu dan orang bisa berpikiran yang tidak-tidak" jawab Elzo sambil berjalan


"Eh, apa kau pulang dengan jalan kaki?" tanya Mark kembali


"Iya, gue bukan anak manja kayak lo yang selalu naik turun mobil" jawab ketus Elzo


Mendengar perkataan Elzo bukannya membuat Mark marah, dia bahkan semakin ingin berteman dengan Elzo si pria dingin itu...


"Baiklah aku sudah memutuskan, kita sekarang telah resmi menjadi seorang teman, ah tidak bukan hanya teman tapi kita adalah sahabat sejati" ucap Mark sambil merangkul bahu Elzo


"Yey, kita resmi menjadi sahabat. Apa itu yang ingin kau dengar? Menjauh dariku" ucap Elzo sambil melepaskan tangan Mark yang merangkul bahunya


Elzo langsung pergi meninggalkan Mark sendirian di depan gerbang sekolah...


"Suatu hari nanti, kau sendirilah yang akan datang kepadaku dan meminta pertemanan ini" batin Mark sambil tersenyum


"Hehehe, ayo kita kembali dan membuat sedikit kejutan untuk kakakku tersayang" ucap Mark sambil masuk ke dalam mobil


30 menit kemudian di rumah Maggie


Maggie dan Efelin akhirnya selesai memasak beberapa hidangan dan mereka sedang sibuk meletakkan makanan-makanan itu di atas meja makan...



"Akhirnya selesai juga" ucap Maggie sambil duduk di kursi


"Humm, mencium wanginya saja sudah membuat perutku tambah keroncongan" ucap Efelin


"Akh, kau kan memang seperti itu, semua makanan yang ada di depan mata pasti enak dan langsung saja di comot" ucap Maggie

__ADS_1


"Ah, berisik, sudah ayo kita mulai makan" ucap Efelin


Maggie dan Efelin pun mulai memakan makanan yang mereka masak tadi sambil sesekali berbincang-bincang...


"By the way, apa kau tinggal sendiri di sini?" tanya Efelin


"Akh itu, tentu, heheh" jawab Maggie berusaha bersikap normal


"Hemz benarkah? tapi kenapa di rak sepatumu ada sendal seorang pria?" tanya Efelin kembali


"Ah itu... itu, hah itu milik paman samping rumahku, dia kemarin datang berkunjung, tapi dia lupa membawa sandalnya kembali, iya" jawab Maggie dengan gugup


Saat mereka sedang bicara tiba-tiba pintu depan terbuka dan seseorang masuk ke dalam rumah...


"Kakak, kau sudah pulang?" tanya Mark sambil berjalan mendekati mereka


"Matilah aku" batin Maggie


"Wah, harum sekali, kau yang memasaknya kak? Perutku jadi terasa sangat lapar" ucap Mark sambil duduk di sambil mereka


"Inikah paman yang kau sebut tadi?" tanya Efelin


"Ehm, itu aku, aku, maaf" ucap Maggie


"Aish, sudahlah lupakan saja, ayo sambung makan lagi" ucap Efelin


"Terima kasih Efelin, kau memang sahabat terbaik ku" ucap Maggie sambil memeluk erat Efelin


"Aduh, baiklah, baiklah, sudah lepaskan, aku tidak bisa bernapas" ucap Efelin


"Ada apa ini? Apa aku membuat kesalahan kak?" tanya Mark dengan wajah polosnya


"Hemz, sudahlah lupakan dan makan saja" jawab Maggie


Di waktu yang sama di luar rumah Maggie, terlihat seorang pria berdiri di sudut jalan sambil diam-diam mengawasi mereka dari luar...

__ADS_1


"Maggie, aku pasti akan mendapatkanmu kembali" ucap Julio


Bersambung...


__ADS_2