Terlalu Cantik

Terlalu Cantik
EPS. 15


__ADS_3

Di kelas VIIc


Pak Dillon masuk ke dalam kelas dan Mark tampak mengikuti di belakangnya...


Semua siswa-siswi yang melihat kehadiran Mark langsung bersorak-sorai kegirangan, sebab salah satu orang populer akan menjadi teman sekelas mereka...


BUK BUK BUK


Pak Dillon memukul meja dengan buku untuk menenangkan para siswa-siswi...


"Ok class tenanglah, dengarkan dulu anak baru kita akan memperkenalkan dirinya" ucap Pak Dillon


Seorang siswi tiba-tiba mengajukan tangannya ke atas "Pak, kami semua sudah tau dia adalah Pangeran Mark yang tampan dan mempesona" ucap Sherly



"Ok Sherly, apa bapak menyuruhmu untuk bersuara?" tanya Pak Dillon



"Tidak Pak" jawab Sherly


"Kalau begitu diamlah" ucap Pak Dillon


Dillon adalah guru matematika sekaligus wali kelas VIIc, dia merupakan salah satu guru tergalak dan selalu ceplas-ceplos terutama dengan murid yang tidak bisa di atur...


"Kau, perkenalkanlah dirimu dengan cepat karena pelajaran akan segera saya mulai" ucap Pak Dillon


Mark berdiri tegak di depan kelas sambil memandangi semua wajah yang sedang tersenyum kepadanya...


"Hemz, baiklah sekarang waktunya pertunjukan" batin Mark


"Hufh" Mark mengambil napas panjang "Hallo teman-temanku yang cantik dan tampan, salam kenal, aku Mark Devan Dirto, senang bertemu dengan kalian" ucap Mark sambil tersenyum


"Wah, senyuman nya membuatku meleleh" ucap siswi 1


"Hei diamlah, dia milikku, jadi jangan coba-coba mendekatinya" ucap Sherly

__ADS_1


"Cih, sombong sekali dia" sahut siswi 1


"Sudahlah, dia itu anak konglomerat jangan melawannya" ucap siswi 2


"Kau duduklah di sudut belakang Elzo" ucap Pak Dillon sambil menunjuk ke arah Elzo


"Baiklah, sekarang buka buku matematika kalian halaman 10 dan kerjakan soal 1 sampai dengan 5 itu sekarang" ucap Pak Dillon


"Baik Pak" sahut siswa-siswi bersamaan


Mark yang baru masuk tampak bingung, sebab buku cetak matematika yang di berikan kepadanya ada 3 dan Pak Dillon tidak mengatakan secara detail. Karena malu bertanya pada Pak Dillon lantas Mark mencoba bertanya pada Elzo...


Mark menendang kursi belakang Elzo dengan kaki kirinya...


BRAK


Kursi Elzo kehilangan keseimbangan dan membuatnya hampir terjatuh...


"Elzo, apa ada pertanyaan?" tanya Pak Dillon


"Tidak Pak, maaf" jawab Elzo


Elzo yang kesal hanya bisa menganggukkan kepalanya dan memperbaiki posisi duduknya...


Mark yang masih kebingungan kembali mengganggu konsentrasi Elzo dengan menarik kerah bajunya...



"Aish! Lo mau apa?" tanya Elzo yang marah


"Maafkan aku, tapi bisakah kau beritahu aku buku mana yang kalian gunakan?" jawab Mark


Elzo menunjukkan bukunya dengan kesal dan berbalik ke posisi awal duduknya, tapi Mark tidak berhenti di situ, dia kembali menarik kerah baju Elzo...


"Apa lagi?" tanya Elzo yang semakin kesal


"Terimakasih" jawab Mark sambil tersenyum

__ADS_1


"Aish" ucap Elzo yang kesal


"Kakak, aku menemukan seorang teman" batin Mark sambil mulai mengerjakan tugasnya


Di kelas Xa


Suasana hening menyelimuti ruang kelas itu, para siswa-siswi sedang mengerjakan tugas mereka masing-masing dengan tenang...


"Akh! Ada apa dengan suasana ini? Gue merinding lama-lama berada di sini" ucap Riko dengan suara pelan


"Berhenti bersikap acuh dan mulailah mengerjakan tugasmu" sahut Willie


"Hei Will, jangan pakai jabatan lo sama gue, itu gak mempan" ucap Riko


Ray yang melihat kesulitan Willie dengan sigap membantunya dengan melempar Riko dengan buku tulisnya...


"Akh!" jerit Riko yang kesakitan sambil memegangi kepalanya


Buk Cinbi yang melihat kebisingan di arah belakang lantas bertanya "Ada apa Riko?"


"Buk, Riko bilang semua soal ini sangat mudah dan dia ingin lebih lagi" sahut Ray


"Wah benarkah Riko? Bagus, kalau begitu sekalian kerjakan latihan 4 dan 5 sebagai nilai tambah karena kau melewatkan latihan 1 dan 2 ya" ucap Buk Cinbi


"Apa? Tapi Buk, aku ti.... " ucap Riko tapi di potong oleh Buk Cinbi


"Tidak ada tapi-tapian, mulai mengerjakan dan jika tidak selesai jangan harap bisa pulang lebih awal" ucap Buk Cinbi


"Sial!" keluh Riko


"Pria dingin itu bahkan membelanya terang-terangan. Willie pasti teman yang baik sampai Ray melakukan hal itu untuknya" batin Maggie


,


"Thanks" ucap Willie dengan suara pelan


Ray hanya menganggukkan kepalanya dan kembali mengerjakan tugasnya...

__ADS_1


Julio yang melihat Maggie terus memperhatikan Ray hanya bisa terdiam sambil menggenggam bukunya dengan erat. Sementara Aldrich yang melihat ekpresi kesal Julio hanya bisa tersenyum puas...


Bersambung...


__ADS_2