Ternyata Dia Adalah Bossku

Ternyata Dia Adalah Bossku
Bab 30 - Sisi Gelap Bryan


__ADS_3

"Ahk Aldeeen," lirih Gina saat pelepasan yang entah keberapa akhirnya dia raih. Sementara Alden masih kuat menantang.


"Aku mencintai mu Gi, sangat," balas Alden, bicara pelan di samping telinga sang istri saat Gina menggelinjang penuh nikmat.


Dan mendengar kata cinta itu seketika runtuh lah semua pertahanan Gina selama ini. Dia memeluk erat Alden dan membalas kata cinta itu ...


"Aku juga mencintai mu Al," lirih Gina. Karena cinta itu pula lah Gina dengan suka rela memberikan mahkotanya. Kesucian yang begitu memabukkan bagi Alden.


Mereka terus menyatu, terus mengulang percintaan panas itu. Sampai tanpa sadar jika desaahnya mampu di dengar oleh penjaga yang baru saja ditugaskan oleh Bryan.


Agar tetap bisa berpikir waras, akhirnya penjaga itu sedikit menyingkir.


Hampir jam 3 sore mereka baru menyudahi percintaan itu. Nafas mereka masih terengah, tubuh keduanya polos dan keadaan ranjang sudah tak beraturan.


Aden menatap lekat sang istri, dia tersenyum karena telah berhasil memiliki Gina seutuhnya. Kini Alden merasa telah lahir kembali, tidak ada sedikitpun sakit-sakit yang dia rasakan di tubuhnya.

__ADS_1


"Jangan menatapku seperti itu," malu Gina, dia meringkuk dan menutupi dadanya menggunakan kedua tangan. Tubuhnya sudah penuh dengan tanda kepemilikan yang Alden buat.


"Aku mencintai mu," ucap Alden lagi, tak bosan-bosan terus mengatakan cinta.


"Saat menjadi Zidane, kamu memiliki kekasih, Samantha namanya," balas Gina pula. Sungguh tak ingin ada yang dirahasiakan diantara mereka.


"Hanya kekasih, tapi kamu adalah istriku."


Gina tersenyum kecut. Apakah mungkin Alden akan tetap bicara seperti itu disaat ingatannya telah kembali. Disaat dia sadar jika dia adalah Zidane Harwell.


Alden lantas merengkuh tubuh polos sang istri, memeluknya erat sampai tubuh mereka kembali menyatu. Gina meringis, meski sakit tapi tetap saja terasa enak.


Kali ini saja, Gina ingin mengelak dari semua kesadaran yang dia punya. Kali ini saja dia benar-benar ingin egois dan beranggapan bahwa Alden memang benar miliknya.


Lantas dengan semua pemikiran itu, Gina langsung bangkit dan mendorong tubuh Alden agar jatuh, kini dia yang akan menari di atas tubuh sang suami.

__ADS_1


"Selamat menikmati," ucap Gina dengan senyumnya yang nakal. Alden tertawa, dia senang sekali melihat istrinya jadi binaal seperti ini.


Dan setelah hari itu, percintaan tak pernah berhenti mereka berdua lakukan. Hari berganti dan tempat bercinta mereka pun berpindah-pindah, mulai dari ruang tengah, ruang tamu sampai dapur dan meja makan semuanya pernah mereka gunakan untuk bercinta. Di kamar mandi yang sempit itu pun tak lepas dari tempat bermain mereka.


Sampai akhirhya 1 minggu bergulir, Bryan akhirnya menemukan titik terang dari kasus perampokan sang Tuan.


Beberapa tersangka perampokan itu mulai tertangkap. Bukan pihak kepolisian yang menemukannya lebih dulu, tapi anak buah Bryan.


Bugh! satu tendangan mendarat di perut pria berbadan kekar itu. Anak buah Bryan terus memberikan pukulan, sementara Bryan hanya duduk manis memperhatikan.


Sampai akhirnya Bryan melihat, targetnya muntah darah. Seperti itulah yang pernah dialami tuannya.


"Sekarang katakan, siapa yang memberimu perintah untuk melenyapkan tuan Zidane?" tanya Bryan, bertanya dengan suaranya yang sangat dingin. Ini adalah sisi gelap Bryan.


Makin membuat suasana gudang kosong ini lebih mencekam.

__ADS_1


Dan tak kuat lagi menahan siksaan, akhirnya pria itu menjawab dengan jujur ...


"Leon."


__ADS_2