Ternyata Dia Adalah Bossku

Ternyata Dia Adalah Bossku
Bab 36 - Berikan Semua Harta mu Padaku


__ADS_3

"A-aku bisa sendiri," jawab Gina dengan gagap.


Zidane bangkit dari duduknya dan berdiri di pinggir ranjang itu, ingin melihat sejauh mana sang istri bisa bergerak sendirian.


Dia mendekap kedua tangannya di depan dada, menatap remeh pada Gina.


Dan saat suaminya sudah tidak duduk lagi di tepi ranjang itu, Gina pun segera coba untuk bangkit dari tidurnya, kedua tangannya pun masih setia menahan selimut untuk menutupi dadda.


"Awh!" ringis Gina, karena tiba-tiba dia merasa begitu perih di Pangkal pahanya.


Dan saat itu juga Zidane segera tersenyum menyeringai. malah merasa bangga karena telah berhasil membuat sang istri sampai tidak bisa berjalan seperti ini.


Tanpa banyak kata lagi dan tidak menggoda istrinya lagi, Zidane dengan segera menyingkap selimut itu hingga membuat tubuh pollos sang istri terpampang nyata, setelahnya dia langsung menggendong Gina.


Zidane benar-benar ingin membuat Gina merasa bahwa semua ini adalah nyata. Mereka adalah nyata, Zidane adalah nyata, dia bukan lagi Alden.


"Aku akan memandikan kamu."


"Tapi kamu sudah rapi Zid, aku bisa mandi sendiri."


"Aku tidak pernah menerima penolakan."


"Zid_"


"Diamlah sayang, menurut lah padaku."

__ADS_1


Dan kalimat itu akhirnya berhasil membuat Gina diam. di dalam kamar mandi sempit itu akhirnya mereka kembali menghabiskan waktu bersama, Zidane benar-benar memandikan sang istri, hanya Manis saja dan tidak melakukan hal lainnya lagi.


Sama persis seperti apa yang selama ini telah dilakukan oleh Gina padanya.


Tapi bedanya, Zidane tidak merasa ragu sedikitpun ketika dia harus membersihkan bagian paling sensitif milik sang istri.


Tidak seperti Gina dulu, yang langsung menyiramnya menggunakan gayung tanpa menyentuh.


Selesai mandi dan memakaikan handuk, Zidane kembali menggendong istrinya dan mendudukkan Gina di tepi ranjang, lalu memakaikan wanita itu baju.


"Zid, aku bisa melakukannya sendiri."


"Hari ini, biar aku melayani kamu."


"Kenapa begitu?"


Deg! Gina tentu sangat terkejut, Bagaimana bisa hubungan di antara mereka berdua jadi sejauh ini?


Andai sekarang Zidane meninggalkan dia begitu saja Gina tidak akan mencegah, apa yang telah dia lewati bersama Zidane selamanya akan jadi kenangan paling indah untuk dia, tidak akan ada sedikitpun yang namanya penyesalan.


Mungkin di awal Gina akan menangis, namun dia yakin jika waktu akan menyembuhkan lukanya itu.


memiliki hubungan serius dengan Zidane masih menjadi momok paling menakutkan bagi dia.


terlalu banyak pertanyaan bagaimana, bagaimana jika keluarganya tidak setuju? bagaimana jika cinta Zidane ini hanya sementara, terlebih Zidane bisa mendapatkan wanita yang lebih dibandingkan dia?

__ADS_1


Mantannya saja seorang Samantha.


Akh! Gina benar-benar merasa tidak pantas. cukuplah dia jadi istri sementara atau simpanan saja.


tidak perlu yang namanya pertemuan keluarga.


Gina menggeleng pelan, namun kelingan kepala itu terpantau jelas di mata Zidane.


"Kenapa? kamu tidak mau bertemu dengan kedua orang tuaku?"


"Bukan begitu Zid, hanya saja, aku rasa kita tidak perlu sejauh ini. Bukannya sudah jelas di surat perjanjian kita bahwa setelah ingatan kamu kembali aku tidak akan menuntut apapun, kamu cukup membayar semua hutangmu padaku."


"Astaga, kamu masih mengingat tentang surat perjanjian itu?"


Gina terdiam.


"Tidak usah melakukan apapun, cukup berada di sampingku."


"Aku takut Zid, aku tidak percaya cintamu. Aku tidak mau berharap terlalu besar."


"Bagaimana? bagaimana caranya agar kamu percaya."


"Kita buat surat perjanjian baru."


"Apalagi sekarang?"

__ADS_1


"Berikan semua harta mu padaku."


__ADS_2