Ternyata Dia Adalah Bossku

Ternyata Dia Adalah Bossku
Bab 35 - Sungguh Menggemaskan


__ADS_3

"Al."


"Panggil aku Zidane sayang, Zid," jawab Zidane dengan cepat, rasanya sudah tidak sabar untuk membuat Gina berteriak penuh nikmat, seraya menggaungkan namanya dengan jelas.


Zidane! diantara Ah yang keluar dari mulut Gina.


Fantassinya sudah liar, dia pun perlahan membaringkan sang istri di atas ranjang kecil milik mereka berdua. Tiap kali mereka bercinta disini, terdengar jelas suara deritnya.


"Zid, apa yang kamu lakukan?" tanya Gina, ada rasa takut dan nikmat sekaligus yang menjalari tubuhnya, saat perlahan Zidane melepaskannya penutup paling akhir di bagian tubuhnya yang paling sensitif.


"Nikmatilah sayang dan jangan lupa panggil aku Zidane," balas Zidane, kini senyumnya sudah berubah penuh seringai, seperti hewan buas yang siap melahap mangsa.


"Ahk!" pekik Gina saat Zidane mulai memainkan lidahnya disana, naik turun hingga membuatnya menggeliat.


Kedua mata Gina terpejam dan terbuka dengan teratur, menikmati semua itu.


"Ahk Zid, jangan begini, itu jorok."


"Ini nikmat sayang."


"Ahk!"


Terus seperti itu sampai Gina benar-benar basah dan kakinya menegang.


Dan disaat denyut itu begitu nyata, Zidane dengan segera menyatukan tubuh mereka.

__ADS_1


Membuat Gina makin mendesah tak karuan. Entah berapa kali Gina berteriak memanggil nama sang suami.


"Ahk Zidane ahk, Zidane," terus seperti itu diantara tubuhnya yang terhentak berulang kali.


Sebelum tenaganya benar-benar habis, Gina pun ingin membalas kenikmatan ini dengan rasa yang setimpal. Dia mengambil kendali dan berada di atas tubuh Zidane.


Tiap dia naik turun, kedua buah itu pun bergerak seirama, hingga Zidane tak kuasa untuk tidak melahapnya.


Malam ini adalah percintaan mereka yang paling nikmat, seperti tak ada lagi dinding pembatas.


Gina pun benar-benar merasa jika Boss nya adalah suaminya sendiri.


"Ahk Gi, ini nikmat sekali."


"Benarkah? kamu menyukainya?"


Gina menuruti keinginan sang suami, memutarkan pinggulnya terus sampai mereka sama-sama sampai di puncak, sama-sama tegang dan sama-sama mengeluarkan lahar.


"Ahk," desis Gina, dia ambruk di dada sang suami.


Peluh mereka pun saling menyatu.


Sementara di luar sana, para penjaga mulai mengambil jarak aman dari rumah.


Terus berjalan menjauh sampai suami akh itu tidak mampu mereka dengar lagi.

__ADS_1


Pagi datang.


Gina badannya lemas sekali, sementara Zidane sudah bangun dan bahkan mandi.


Pria itu kini sudah sangat rapi, mengunakan baju yang baru saja dikirimkan oleh anak buahnya.


Jika seperti ini Gina benar-benar seperti melihat sang Boss, wajahnya begitu mirip nona Raisa.


Kini Zidane tidak lagi terlihat seperti Alden, pria yang seperti gembel tampan.


"Kamu sudah bangun? ayo aku mandikan," ucap Zidane, dia memang sengaja tidak membangunkan sang istri. sangat tahu jika tadi malam Gina sudah bekerja keras untuk membuat dia puas.


Namun pagi ini, bagi Gina kembali terasa canggung di antara mereka. Apalgi Zidane mendadak jadi tuan muda.


Gina menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya hingga ke pundak, tiba-tiba kok malu.


"Kenapa? masih mau tidur?"tanya Zidane lagi, Kini dia duduk di tepi ranjang.


"Em anu, eh bukan, maksud ku, a-aku bisa mandi sendiri."


"Memangnya kamu bisa jalan?"


"Kenapa tidak bisa?"


"Katamu semalam punya ku terlalu besar, sampai terasa mengganjal dan melukai."

__ADS_1


Kedua pipi Gina seketika berubah merah, malu bukan main.


Sementara Zidane mengulum senyumnya. Wajah malu-malu Gina, sungguh menggemaskan.


__ADS_2