
Pertemuan antara Zidane dan keluarganya akhirnya berlangsung dengan haru.
Gina sejenak merasa diabaikan saat satu keluarga itu berkumpul.
Namun kemudian wanita itu tersenyum, merasa ini adalah hal yang sangat wajar, terlebih selama ini seluruh keluarga Harwell sudah mengira bahwa Zidane tidak akan selamat dalam tragedi itu.
Bryan yang juga ada disana pun melihat jika sang nyonya merasa terabaikan, tapi mau bagaimana lagi ini adalah pertemuan pertama sang Tuan dengan kedua orang tuanya, juga dengan Raisa disaat ingatan Zidane telah pulih.
Jadi fokus keluarga itu tentu saja hanya kepada Zidane, bukan Gina. Mommy Dea bahkan terus menangis dan memeluk anaknya erat.
Hampir 2 jam pertemuan itu barulah Zidane punya kesempatan untuk memperkenalkan Gina.
"Dia adalah Gina, istriku," terang Zidane, membuat tatapan semua orang tertuju ke arahnya.
Gina sontak menunduk, sedikitpun tidak berani mengangkat kepala, kedua matanya pun terus menetap ke arah lantai.
Gina tidak tahu saat mommy Dea bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah dia.
Lalu memeluknya erat.
__ADS_1
Deg! Gina sangat terkejut. Sumpah, Sebelumnya dia tidak pernah berharap sejauh ini mendapatkan sebuah pelukan dari seseorang yang derajatnya sangat tinggi.
Sesaat Gina membeku, sampai akhirnya dia mendengar nyonya Dea berucap ...
"Terima kasih sayang, kamu telah menyelamatkan Zidane."
"Ti-tidak perlu berterima kasih Nyonya, siapapun orang yang melihat tuan Zidane saat itu pasti akan menolongnya," balas Gina dengan sangat gugup, dia bahkan kembali menyebut Zidane dengan sebutan tuan.
Dan jawaban Gina itu seperti de javu untuk mommy Dea dan daddy Arden, ingat disaat awal mula hubungan mereka dulu. Mommy Dea yang masih memanggil Nyonya pada mama Sofia dan memanggil Daddy Arden dengan sebutan Tuan.
Mommy Dea tersenyum, dia mengelus puncak kepala Gina dengan sayang.
Ketika dalam perjalanan pulang setelah pertemuan itu Gina terus menangis di dalam mobil, dia sungguh tidak menyangka jika keberadaannya akan diterima di dalam keluarga Harwell. bahkan kedua orang tua Zidane memperlakukannya dengan sangat baik, pelukan Raisa juga terasa sangat erat.
Gina menangis saking harunya.
"Gi, sudah lah, memangnya tidak capek menangis terus?" tanya Zidane, harusnya yang menangis sekarang adalah dia karena ini adalah pertemuan pertamanya dengan seluruh keluarga. Tapi ternyata yang menangis malah Gina, malah Gina ya seolah baru saja bertemu dengan keluarganya.
"Aku sedih Zid, juga senang, ternyata seluruh keluargamu sangat baik." jawab Gina dengan sesenggukan.
__ADS_1
"Ya memang baik, aku juga sangat baik kan?" balas Zidane, dia memeluk pinggang istrinya.
Zidane kira Gina akan kesal saat mendengar ucapannya itu, dia kira Gina akan langsung memukulinya.
Tapi ternyata perkiraan Zidane salah, dia malah melihat tangis sang istri yang semakin deras.
Ya, Zidane memang baik, bahkan sangat baik. Bagaimana bisa Zidane tetap berada di sampingnya Setelah semua ingatan Itu kembali pulih. apa yang terjadi saat ini sangat berbeda jauh dengan apa yang sudah dipikirkan oleh Gina selama ini.
Gina menangis, sampai menutupi wajahnya sendiri menggunakan kedua tangan. Entah kebaikan apa yang pernah dia lakukan di masa lalu tapi sekarang Gina benar-benar merasa hidupnya sangat beruntung.
Mendapatkan cinta dari seorang pria tampan dan kaya raya sekaligus. Bahkan tidak ada sedikitpun penolakan dari keluarganya.
"Gi, Kenapa tangisan mu jadi semakin kencang?"
"Sudah dong, jangan memangis lagi,"
"Gi ..." Zidane cemas.
Tapi Gina tetap menangis, Huwaaa!!!!
__ADS_1