Ternyata Dia Adalah Bossku

Ternyata Dia Adalah Bossku
Bab 43 - Apa Zidane Juga Akan Menyayangi Ibuku?


__ADS_3

"Mau kemana?" tanya Bryan, nada bicaranya penuh dengan hinaan.


Leon dan Samantha sangat terkejut, hingga membuat mereka tidak berkutik. Apalagi saat melihat Bryan tidak datang sendirian, Bryan datang bersama beberapa orang pria berbadan kekar dengan seragam hitam lengkap dengan tongkat baseball di tangannya.


Melihat itu Leon menelan ludahnya dengan susah payah, dalam otaknya sudah berpikir bahwa Leon akan membalaskan hal yang sama seperti apa yang pernah dia lakukan kepada Zidane.


Dan hanya dengan 1 gerakan Bryan sebagai perintah, beberapa orang anak buahnya langsung menyerang Leon dengan membabi buta.


Samantha berteriak kencang, menutup mata dan telinganya.


Brug! tubuh Leon yang sudah babak belur jatuh ke lantai.


"Semoga kamu tidak lupa ingatan, jadi terus ingat Bagaimana rasanya dipermalukan seperti ini," ucap Bryan, setelah mengatakan kalimat menyakitkan itu dia pun segera pergi dari sana dan anak buahnya pun segera mengikuti.


Samantha menangis kencang, tidak ada satu bukti pun tentang penyerangan itu karena sebelumnya semua CCTV sudah dimatikan oleh Bryan.


masih menangis dengan kencang dan coba menyelamatkan Leon tiba-tiba pihak kepolisian datang menjemput mereka.


"TIDAK!!" teriak Samantha begitu keras, dia sungguh tidak menginginkan takdir seperti ini, tapi bisa apa jika semua sudah di tetapkan.


Hari itu juga Leon dan Samantha ditangkap. Kerjasama keduanya untuk melenyapkan Zidane telah masuk ke ranah hukum.


Pesta pertunangan mewah yang akan digelar mendadak gagal, karena calon pasangannya kini sudah resmi di tahan.


Tapi pesta tidak berakhir untuk keluarga Harwell.

__ADS_1


Setelah melakukan konferensi pers, mereka mengadakan pesta perjamuan untuk kembalinya Zidane dan peresmian pernikahan itu. Pesta itu di adakan di rumah utama keluarga Harwell.


Gina tampil sangat cantik setelah mendapat sentuhan perias handal, di dampingi Raisa, kedua wanita itu nampak begitu bersinar malam ini.


Kebahagiaan yang tergambar jelas di seluruh keluarga Harwell seolah sampai pada semua orang. Mereka tidak sempat bertanya ini dan itu, bagaimana bisa begini dan begitu? semua orang hanya larut dalam kebahagiaan.


Penuh syukur Zidane Harwell telah kembali dengan selamat bahkan telah menikah.


"Aku turut bahagia, Tuhan memberkati kalian."


Ucapan itu yang selalu Zidane dapat.


Sementara Rachel sahabat Gina yang sama sama bekerja sebagai OG di perusahaan Zidane berulang kali maju mundur, ingin menghampiri tapi takut, karena kini Gina selalu di dampingi oleh Bossnya.


Ketika rombongan karyawan pamit pulang, Rachel pun ikut pergi meninggalkan pesta itu.


Hampir jam 10 malan akhirnya pesta benar-benar usai.


Gina melihat sampai akhir tamu yang pulang.


"Kenapa? kamu menunggu seseorang?" tanya Zidane, dia memeluk pinggang istrinya.


"Rachel, aku tidak melihat dia datang."


"Rachel itu siapa?"

__ADS_1


"Teman ku."


"Teman mu dari mana?"


"Sama-sama OG. Dia pasti tahu tentang kita dan pasti juga terkejut, aku ingin menjelaskan tapi dari tadi tidak melihat dia datang."


Zidane mengelus puncak kepala sang istri dengan sayang, menenangkan Gina yang sedang gundah.


"Tenanglah, besok pagi aku akan meminta Bryan untuk memanggilnya ke ruangan ku. Besok di hari pertama aku bekerja kamu juga akan ikut."


Gina tersenyum, merasa takut tapi juga senang sekaligus.


Tatapan keduanya putus saat mendengar suara mommy Dea menyapa ...


"Gi, malam ini tidur disini saja sayang, ini sudah sangat larut."


Tapi Gina tidak sempat menjawab, karena Zidane lebih dulu buka suara ...


"Tidak Mom, kami akan pulang."


Zidane lantas memeluk ibunya penuh kasih sayang, membuat mommy Dea tidak bisa membantah.


Gina tersenyum, senang sekali melihat Zidane begitu menyayangi ibunya.


Apa Zidane juga akan menyayangi ibuku? Batin Gina.

__ADS_1


__ADS_2