
"Ahk! jangan disiniii," pekik Gina, saat tiba-tiba dia merasakan tangan sang suami menelusup masuk ke dalam baju dan dengan cepat meremaas kuat salah satu buahnya.
Sentuhan Zidane selalu berhasil membuat dia melayang, Jadi sebelum kesadarannya pun hilang kembali Gina lebih dulu mengingatkan.
Tapi Zidane tidak mau dengar, 1 tangannya malah bergerak untuk melepas pengait di punggung sang istri, hingga lepas dan membuat kedua buah itu bergelantungan.
"Iiihh, dimana kamarnya?" rengek Gina.
"Aku mau di kamar baru kita," timpal Gina lagi, dan ucapannya itu akhirnya mampu mengambil atensi sang suami.
Zidane akhirnya menjawab dan tidak hanya sibuk dengan urusannya sendiri.
"Baiklah, kita akan lakukan di kamar kita, malam pertamma di rumah ini," balas Zidane. Sesaat dia melepaskan tubuh sang istri dan mengambil sebotol air mineral dingin di dalam kulkas.
memberikan air itu kepada Gina, Zidane kembali menggendong bayi nya dan segera menuju kamar mereka di lantai 2.
Gina yang usil sesekali menempelkan botol dingin itu di leher sama suami. Setelahnya dia tertawa.
"Aku akan menghukum mu," ucap Zidane, tapi sungguh Gina tidak merasa takut, semakin liar fantassi bercintta Zidane, dia semakin senang.
Emh! lenguh Gina.
Malam harinya Asisten Bryan datang ke rumah ini.
__ADS_1
Gina sudah tak sadarkan diri di dalam kamar. Zidane dan Bryan bertemu di ruang tengah lantai 2, di hadapan mereka ada sebuah balkon. Pintunya terbuka membuat angin malam masuk.
"Leon sudah merebut beberapa investor perusahaan kita, dia terus menyudutkan nona Raisa dan ketidakseimbangan perusahaan setelah Tuan menghilang, dia juga sudah meluncurkan produk asuransi baru. Dan malam besok Leon dan Samantha akan menggelar acara pertunangan mereka."
Zidane tersenyum mendengar semua laporan itu, di tangannya pun ada beberapa dokumen yang sedang dia baca.
"Berhenti bicara tentang mereka, malam ini sebarkan pada media bahwa aku telah kembali."
"Baik Tuan."
Setelah pertemuan itu mereka berdua berpisah. Zidane masuk ke dalam kamarnya lagi dan ikut tidur bersama sang istri.
Tidur dalam nyenyak.
Dia membayar jurnalis mahal untuk menerbitkan berita ini pertama kali.
Zidane Harwell telah kembali, siap membongkar tindak perencanaan pembunuhhan.
Zidane Harwell di selamatkan oleh seorang wanita cantik.
Zidane Harwell dinyatakan selamat dalam tragedi perampokan!
Dan masih banyak lagi media yang memuat kabar itu. Hingga dalam sekejab saja kabar itu telah tersebar di seluruh penjuru negeri ini.
__ADS_1
Sontak jadi bahan pembicaraan hangat, tidak peduli jika malam semakin larut namun berita itu terus naik hingga menjadi tranding topic.
Leon dan Samantha pun mendengarnya dengan cepat, merayap membawa ketakutan bagi mereka berdua.
"Bagaimana ini Leon? bagaimana bisa Zidane kembali? kata mu dia sudah mati."
"Tenanglah Samantha, berita ini masih belum jelas! ini hanya dugaan."
"Dugaan apa! ini foto Zidane!!" pekik Samantha pula, disaat mereka siap menyambut hidup bahagia, tiba-tiba kabar tidak menyenangkan ini datang.
Leon telah mencuri program kerja produk asuransi baru milik Zidane, dengan produk asuransi yang baru dia luncurkan itu kini perusahaannya berangsur naik. karena itulah mereka berdua telah siap bertunangan bahkan merencanakan pernikahan.
Tapi apa ini?
Kenapa tiba-tiba Zidane kembali?
Bagaimana bisa?"
"Leon, lakukan sesuatu! jangan diam saja!"
"Diam! tidak perlu cemaskan apa-apa sayang, tidak ads bukti tentang perampokan itu. Lebih baik, kita persiapkan diri saja untuk pesta besok, ya?" bujuk Leon, sengaja bicara dengan pelan. Meski dalam hatinya pun sangat cemas.
"Baiklah, lebih baik kita tidur, semoga besok kabar ini akan patah, karena Zidane sesungguhnya telah mati."
__ADS_1