
Waktu bergulir.
Banyak hal yang sudah berubah bersamaan dengan berjalannya waktu.
Leon dan Samantha kini sudah mendekam di penjara dengan hukuman yang berbeda. Leon jelas dihukum lebih lama dibandingkan wanita itu.
tapi hukuman apapun yang telah diterima oleh keduanya sedikitpun tidak menarik simpati Zidane.
dia telah mati rasa pada kedua orang itu, smenderita apapun mereka Zidane tidak peduli.
Tentang Leon dan Samantha dia sudah tutup buku.
Gina pun mulai berani untuk menggunakan Black card milik sang suami. mulai berbelanja sesukanya seperti istri-istri Boss pada umumnya.
tapi setiap habis belanja seperti itu, Gina pasti langsung laporan. Terperinci seperti buku belanja.
Menambah banyak pekerjaan Zidane. padahal sudah dia katakan tidak perlu membuat catatan seperti itu. Tapi Gina tidak mau dengar.
Dia akan leluasa menggunakan semua uang sang suami dengan adanya buku laporan itu.
"Bryan, jemput Raisa di luar negri dan minta dia untuk pulang," titah Zidane pada sang asisten melalui sambungan telepon, perintah itu adalah pesan dari ayahnya.
__ADS_1
Raisa harus melanjutkan karir di negeri ini, wanita cantik itu tidak lagi di bebaskan.
Dan... Apa yang telah Zidane dan Gina jaga selama ini akhirnya lahir ke dunia.
Seorang bayi laki-laki tampan menjadi anak pertama mereka.
Jayden Harwell.
Mommy Dea adalah yang paling antusias menyambut cucu pertamanya.
Selalu mengambil waktu untuk mengambil sang cucu dari menantunya.
"Gina sayang, kamu mandilah dulu, biar Jayden bersama dengan mommy," ucap mommy Dea, sebenarnya sudah ada seorang pengasuh yang membantu mereka semua untuk merawat Jayden, tapi mommy Dea justru paling banyak mengambil peran.
"Em, sebelum mandi pompa dulu asi mu yang sebelah kiri, itu sudah sangat penuh. Setelah mandi langsung makan, ya?"
"Iya Mom."
Sejak memasuki usia kehamilan 9 bulan hingga kini 1 minggu usia baby Jayden, mommy Dea sudah tinggal di rumah Zidane dan Gina.
Dengan membawa sang cucu di gendongannya, mommy Dea keluar.
__ADS_1
"Mau mu bantu memompa ASI itu?" tanya Zidane, sejak tadi dia memang berada di dalam kamar ini. Setelah menelpon sang asisten dia pun segera menghampiri sang istri. mendengar juga saat Ibunya berkata bahwa Gina harus memompa asinya yang sebelah kiri.
jika dilihat-lihat dadda itu memang sangat besar. Bahkan rasanya telapak tangan Zidane tidak akan mampu menangkupnya.
"Kunci dulu pintunya, baru bantu aku untuk memompa ASI ini," balas Gina.
Zidane tersenyum miring, dari jawaban sang istri dia tahu ada maksud yang tersirat.
Mengunci pintu dan kembali menghampiri istrinya.
Gina memasang diri dan Zidane segera mengukungnya. Asi di dadda kiri Gina memang di pompa, tapi bukan menggunakan alat pompa khusus. Melainkan menggunakan mulut sang suami dan tangannya.
Sampai Gina mendesaah, saking kuatnya Zidane menyusu. Untung saja pintu kamar itu sudah dikunci dan kamar ini juga kedap suara, jadi tidak akan ada yang tahu tentang apa yang mereka lakukan di dalam kamar ini.
semua orang mengira bahwa Gina sedang memompa asinya dan kemudian mandi, sementara Zidane tetap berada di meja kerjanya menyelesaikan semua tugas yang dibawa pulang.
Tidak ada yang tahu jika mereka berdua saling memuaskan tanpa adanya penyatuan.
Hari-hari yang mereka lalui begitu indah dan panas.
Belum ada 1 tahun usia baby Jayden, Gina sudah hamil lagi.
__ADS_1
...TAMAT...