Ternyata Dia Adalah Bossku

Ternyata Dia Adalah Bossku
Bab 34 - Bertambah Berkali-kali Lipat


__ADS_3

Gina sangat terkejut saat melihat Alden kembali, Tapi saat ini dia bisa lihat dengan jelas perubahan yang terjadi pada pria itu.


tatapan Alden sudah berubah, tidak seperti yang selama ini dia lihat, tatapan itu kini berubah jadi lebih tajam.


Gina jadi takut, terlebih tatapan itu lebih tajam daripada milik asisten Bryan.


Ya Tuhan, apa dia adalah tuan Zidane? apa dia akan menuntut ku ke penjara. Ya ampun, Kenapa pula aku harus menangisi pria itu. saat ini dia pasti sudah melupakan semua tentang kami. Batin Gina, dengan sesak di dada yang semakin dia rasa.


Saat ini Gina benar-benar bingung bagaimana harus bersikap, tetap memperlakukan pria itu sebagai Alden, atau sudah berubah jadi tuan Zidane.


"Gi," panggil Zidane seraya berjalan mendekati sang istri, tapi suara Alden yang tegas semakin membuat Gina merasa takut.


"Tu-tunggu!" jawab Gina gugup, karena gugup suaranya jadi berubah tinggi. dia bahkan mengangkat tangan kanannya memberi isyarat agar Alden berhenti mendekat dan tetap diam di tempat.


Seketika itu juga langkah sidang terhenti, saat ini mereka berdua hanya berjarak 5 langkah.


"Aku sangat bingung Al, saat ini aku tidak tahu kamu siapa, aku bingung kenapa tiba-tiba kamu pergi begitu saja dan lebih bingung kenapa sekarang kamu kembali," ucap Gina pula, dia semakin gugup, suaranya terdengar jelas jika saat ini dia cemas.


Dan diam-diam, Zidane tersenyum kecil ketika melihat sikap dan mendengar semua ucapan Gina.


Wanita yang telah mengobati sakit hatinya karena terhianati, Karena kini ketika dia sudah mendapatkan ingatannya kembali yang dirasakan oleh Zidane adalah cintanya kepada Gina, bukan Samantha.


Zidane kembali mengambil langkah.

__ADS_1


1 langkah mendekati Gina.


"Stop! jangan dekati aku, katakan dulu siapa kamu?!" bentak Gina.


2 langkah mendekati Gina.


"Jangan membuatku takut Al, kamu sudah mendapatkan ingatan kamu kembali atau belum?" Gina mulai menangis lagi. Tapi sekatang dicampur takut.


3 langkah mendekati Gina.


"Aku adalah Zidane Harwell, Boss di kantor mu dan suami di rumah mu." jawab Zidane akhirnya.


Di langkahnya yang ke 4, Gina tergugu, seperti tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Seketika gaguk.


Menahan tengkuk Gina dan memberikan ciuman paling panas dari pada sebelumnya.


Sesapan yang keras hingga menciptakan geleyar aneh di tubuh Gina, langsung berpusat pada inti tubuhnya.


Nafas Gina terengah, tapi Zidane tak menghentikan sentuhannya. Sampai tubuh terdorong dan bertumpu pada dinding rumah.


Gina masih gelagapan dengan ciuman itu, tapi dia tidak punya tenaga untuk menghindarinya.


"Kamu adalag istriku Gi, saat jadi Alden ataupun Zidane," ucap Zidane setelah puas menyesap bibir istrinya, setelah berhasil membuat bibir Gina terasa kebas.

__ADS_1


Zidane tak suka banyak bicara, dia lebih suka menunjukkan secara langsung.


terlebih tentang kepemilikannya.


"Ja-jadi, ingatan mu benar-benar sudah kembali?"


"Hem."


"A-aku harus bagaimana? ma-maaf Tuan_"


"Maaf untuk apa?" potong Zidane, makin membuat Gina gugup.


"Ma-maaf karena aku tidak pernah memberikan anda baju yang layak."


"Ya, itu memang salah. Mau tau bagaimana cara menebusnya?"


Gina menelan ludah.


"Jangan panggil aku Tuan, dan malam ini menarilah dengan Liar."


Gina mendelik, setelah Alden mendapat kan ingatannya kembali, ternyata mesyumnya bertambah berkali-kali lipat.


"Ahk!" Gina berteriak, saat tiba-tiba Zidane menggendongnya dan membawanya masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Lagi-lagi, Gina menelan ludahnya kasar.


__ADS_2