
“ Tya, perkenalkan ini Asisiten pribadiku, namanya Vira.” Indra memperkenalkan Tya dengan Vira, yang disambut hangat oleh Tya.
“ Hallo, selamat pagi Vira. Perkenalkan aku Tya sekretaris nya Tuan Indra, selamat datang di perusahaan ini. Mulai sekarang kita akan menjadi teman kerja, semoga kamu betah ya bekerja disini.” Sambut Tya hangat sembari mengulurkan tangan nya.
“ Hai ka Tya, aku Vira, senang bisa berkenalan dengan Kaka. Dan juga Vira mohon bimbingan nya ya agar bisa bekerja dengan baik disini.” Balas Vira seraya menyambut hangat uluran tangan Tya.
“ Tidak usah terlalu formal berkenalan nya, aku muak melihatnya. Sekarang juga kalian keluar dari sini dan kerjakan tugas kalian masing-masing!” Ketus Indra.
Tya yang sudah mengerti dengan perangai Bos nya itu kemudian pamit pergi dengan membungkukan diri, tak lupa juga seulas senyuman ia tampilkan untuk Tuan nya. Sedang kan Vira tampa mengerutkan dahinya dan langsung pergi keluar dari ruangan tersebut.
Dasaar Bos sombong! Jika saja bukan karena Tante Lisna yang memaksaku untuk bekerja denganmu. Maka aku tak akan sudia berada disini, apalagi bekerja dengan Boss sombong sepertimu!
Rutuk Vira kesal.
Diluar ruang.
Tya kini menunjukkan ruangan kerja Vira yang tak jauh dari ruangan Indra. Jaraknya hanya sekitar lima meter saja dari sana, dan juga bersebelahan juga dengan ruangan kerja Tya.
“ Vira, ini ruang kerja mu. Semoga kamu betah ya.” Kata Tya dengan nada lembut.
“ Eh, makasih Kak, semoga Kaka juga berkenan membimbing Vira yang baru saja bergabung disini.” Ucap Vira sungkan.
“ Hmm, pasti Vir.” Balas Tya. “ Oya Vir, nih berkas-berkas yang harus kamu pelajari ya. jika ada yang kamu tidak mengerti, silahkan datang keruangan ku di sebalh sana.” Kata Tya sembari menunjuk kearah ruangan nya.
“ Oh, oke Ka, siap.” Vira mengacungkan jempolnya seolah mengerti dengan apa yang harus di lakukan nya.
Tya pun membalasnya dengan senyuman, lalu kemudian Tya meninggalkan Vira sendiri disana dan kembali ke ruangan nya.
Setelah kepergian Tya.
__ADS_1
Vira akhirnya bisa bernafas lega. Untung saja sekretaris Tya begitu baik kepadanya, sehingga hal itu bisa membuatnya lebih cepat emngerti dengan pekerjaan yang harus dilakukan nya. Toh, jika ada yang tidak ia mengerti, maka ia akan segera mencari Tya dan menanyakan nya. Maka dengan seperti itu akan mempermudah dirinya dalam bekerja disana.
Tak ingin mengulur waktu terlalu lama, kini Vira mulai melirik kearah beberapa dokumen yang di suruh Tya untuk di periksa olehnya. Sehingga kini Vira pun dengan penuh semangat mengerjakan nya.
Satu jam berlalu, lembar demi lembar dokumen yang di tugaskan oleh Tya satu persatu telah berhasil di selesaikan nya tanpa ada hambatan apapun. Kini setelah semuanya telah selesai di kerjakan olehnya, Vira pun mulai bersantai sambil meregangkan otot-otot nya.
“ Ternyata mudah sekali tugas yang diberikan Kak Tya terhadapku.” Katanya santai.
Vira kini mulai mengetuk-ngetukkan sebuah pena yang ada disana diatas meja kerja nya. Karena merasa bosan sebab merasa tak ada lagi yang mesti dikerjakan nya, kini Vira mulai bangkit dari kursinya dan mengambil
dokumen untuk diserahkan nya kepada Tya agar di periksa olehnya.
Saat Vira mulai beranjak beberapa langkah dari tempat nya, tiba-tiba saja telepon nya bordering.
Kring! Kring!
Vira dengan segera menghentikan langkahnya, lalu kemudian ia membalikkan tubuhnya dan berjalan kembali kearah mejanya untuk mengangkat telepon nya.
“ Buatkan aku kopi segera dan langsung hantarkan ke ruangan ku!” Perintah Indra di balik telpon. Suaranya juga terdengar begitu kerasa saat itu, membuat Vira sedikit menjauhkan telepon nya dari telinga nya.
“ Yah, di tutup! Dasar, Bos sialan!” Maki Vira sembari menaruh kembali telepon nya di tempat nya dengan kasar. “ Huh, biarin aja sekalian telepon nya rusak.” Sungut nya sembari berlalu pergi dari sana.
Dengan beberapa lembar dokumen di tangan nya, kini Vira memilih menghampiri ruangan Tya untuk menyerahkan dokumen nya. Yah, sambil nanya-nanya sedikit dengan kopi kesukaan Tuan nya dan juga dapur, dimana para karyawan biasa membuat kopi untuk dirinya sendiri.
“ Permisi Kak Tya.” Sapa Vira saat melangkah masuk kedalam ruangan kerja Tya.
“ Eh, Vir! Ayo sini, masuk-masuk.” Sambut Tya penuh semangat.
Vira pun melanjutkan langkah nya mendekati meja kerja Tya.
__ADS_1
“ Hmm, bagaimana? Apa ada yang bisa aku bantu?” Tanya Tya. “ Apa ada yang kamu tidak mengerti dengan tugas yang aku berikan?” Tambahnya lagi melontarkan begitu banyak pertanyaan terhadap Vira.
Vira lalu tersenyum, diserahkan nya dokumen yang dibawa nya kepada Tya.
“ Ini Kak, Vira sudah selesai mengerjakan nya. Coba Kakak cek, apakah ada yang salah?” Kata Vira.
Tya dengan mengerutkan dahinya menerima lembaran dokumen yang ia tugaskan kepada Vira. Di periksany satu-persatu lembarn demi lembaran itu, lalu sesekali Tya juga terlihat menatap kearah Vira yang saat ini sedang duduk manis didepan nya.
“ Vir, sebelumnya kamu pernah bekerja di perusahaan mana?” Tanya Tya.
Terlihat kini raut penasaran di wajah nya.
“ Vira baru tamat sekolah Kak, dan ini adalah pengalamanpertama Vira bekerja di perusahaan.” Kata Vira polos.
Mendengar ucapan Vira membuat Tya kembali memeriksa laporannya untuk kedua kalinya, dan setelah itu seolah tak percaya Tya menggelengkan kepalanya pelan sembari menatap kembali kearah Vira.
“ Ini sungguh sangat luar biasa, kamu mengerjakan nya dengan sangat sempurna Vira.” Puji Tya.
“ Benarkah? Jika benar, terimakasih Kak atas pujian nya.” Balas Vira sembari senyum sumringah.
“ Ngomong-ngomong Vir, kamu lulusan universitas mana?” Tanya Tya yang dirundung penasaran.
Mengingat kecerdasan yang di miliki Vira saat ini, pastilah dia salah satu siswa lulusan universitas terkenal, begitu pikir Tya.
“ Vira cuma siswa tamatan Smk HN yang ada di kampung Kak.” Ucap Vira penuh percaya diri, tak ada sedikitpun rasa malu disana saat ia mengucapkan nama sekolah tempat nya belajar.
Mengetahui hal itu, membuat Tya lagi-lagi seolah tak percaya.
Jadi dia baru tamat Smk, namun sudah bisa menyelesaikan tugas yang ku berikan dengan sesempurna ini tanpa bertanya apapun padaku.
__ADS_1
Mengetahui kebenaran itu, membuat sekretaris Tya menaruh simpatik terhadapnya.