Ternyata Ini Cinta

Ternyata Ini Cinta
Genangan air kotor


__ADS_3

 


 


Pagi Itu setelah berjalan sekitar lima kilometer dari rumah nya. Barulah kini Vira tiba di jalan raya. Untung saja pagi ini Lisna memberikan nya sebuah sepatu dengan hak rendah. Jadi setidaknya kakinya tidak terlalu sakit dipakai berjalan sejauh itu.


Berjalan di pinggir jalan raya, tentulah banyak sekali kendaraan yang melintas. Disana, tepat nya didepan nya. Sebuah halte Bus telah tampak, Vira mulai bersemangat melangkah untuk segera tiba disana.


Sembari berlari kecil Vira menuju kearah sana, hingga kemudian.


Cepriit!


Tepat disebuah genangan air saat ia melintas. Sebuah mobil berkecepatan tinggi lewat didepan nya sehingga membuat genangan air yang ada disana terhempas ke pakaian nya.


“ Ah…” Vira terkejut sekaligus mengerang. “ Dasar orang kaya!” umpat nya.


Di lihatnya kearah seluruh pakaian nya. Terlihat kotor terkena cipratan air genangan itu.


“ Ya tuhan, apa salahku… kenapa hari ini aku begitu sial.” Lirih nya.


Sekarang, mana mungkin ia bisa datang kekantor dengan pakaian seperti itu. Pasti nanti setibanya disana, para karyawan kantor akan memperhatikan dirinya bahkan menertawainya. Vira tak mau hal itu terjadi, kini ia kembali membalikkan badanya dan berjalan pulang kerumah.


Namun di saat ia hampir tiba di perkomplekan rumah,


Tin! Tin! Tin!


terdengar suara klakson mobil yang berbunyi dengan sangat keras.


Tin! Tin! Tin!


Membuat Vira yang tengah berjalan lantas menoleh kearah sana dan melihat.


“ Tuan,” di kernyitkan nya dahinya seolah tak percaya. “ Bukankah tadi Tuan sudah berangkat duluan, tapi kenapa sekarang bisa berada disini lagi?” Lirihnyaa yang bertanya kepada diri sendiri.


Kaca mobil terbuka dan seorang pria tampan yang tak lain adalah Indra kini terlihat disana.


“ Cepat masuk!” serunya.

__ADS_1


“ Eh, i-iya.” Tanpa pikir panjang Vira kemudian masuk kedalam.


Buk!


Di tutupnya pintu mobil setelah ia duduk disana. Sementara Indra kini tampak memperhatikan dirinya dari ujung kaki hingga ujung kepala.


“ Dasar gadis bodoh! Berjalan di samping genangan air, pantas saja kau mendapatkan hal ini.” Ketus nya.


Lalu kini Indra kembali menoleh kearah Andi.


“ Ndi, cepat kembali kerumah sekarang.” Perintahnya, yang disambut anggukan oleh Andi.


****


Di kantor.


“ Ehm, sepertinya tadi pagi aku sempat melihat Ibu Asisten dan Tuan presdir turun dari mobil yang sama.” Tya kini sudah duduk tepat didepan Vira sembari meletakkan cappuccino dingin pesanan Vira.


******! Bisa gawat jika Kak Tya tau yang sebenarnya. Pasti akan sangat heboh jika aku menceritakan yang sebenarnya, mungkin lebih baik sekarang aku merahasiakan nya saja dulu.


Gumam Vira.


Slurrrpp!


“ Enak ya Kak.” Kata nya seraya mengembangkan senyum nya.


“ Hmm, pasti. Minuman ini juga salah satu kesukaan ku.” Balas Tya.


Di letakkan nya minuman nya kini diatas meja setelah ia menghisap nya.


“ Eh, Vir, ngomong-ngomong siang ini kita akan kedatangan direktur dari perusahaan Mitra. Yang berhasil kamu ajak bekerjasama dengan perusahaan kita itu loh.” Celetuk Tya.


“ Iya, Vira sudah tau dari Tuan tadi.” Jawab Vira santai sambil mengunyah makanan nya.


“ Vir, kamu tau nggak? Dengar-dengar katanya direktur perusahaan tersebut massih muda, cakep pula.” Tya sangat antusiasn sekali membahas direktur perusahaan Mitra tersebut.


“ Memang kenapa kalau cakep Kak?” sementara Vira terkesan masa bodo dengan itu semua.

__ADS_1


Entah karena Vira nya yang terlalu polos, sehingga tidak pernah sedikitpun berpikir untuk menarik simpati seseorang. Atau memang dirinya yang terlalu cuek dengan hal itu, sehingga tak terpikirkan sedikitpun olehnya tentang seorang lelaki.


“ Vir, kamu masih suka lelaki kan?” Tanya Tya dengan mimic wajah yang terlihat begitu serius.


“ Ya suka lah Kak.” Vira tersenyum malu menjawab nya.


“ Alhamdulillah, aku merasa lega jadinya.” Diusapnya dada nya perlahan seraya menghela nafas nya.


Sementara Vira mengerutkan dahinya melihat ekspresi yang ditunjukkan Tya.


“ Kak Tya kenapa? Sesak napas kah tadi?” Tanya Vira dengan polos nya.


Membuat Tya tersenyum karena nya.


“ Kamu itu ya, terlalu polos.” Disentilnya hidung Vira yang saat ini duduk di hadapan nya.


“ Ih, Kak Tya kenapa? Vira ada buat salah kah?” Tanya gadis itu lagi seraya mengerutkan dahinya.


“ Vir, aku mau nanya nih! Sebenarnya, kamu itu pernah pacaran  nggak sih?” Terlihat rasa keingintahuan Tya begitu besar, ia sungguh penasaran dengan gadis yang saat ini sedang menyantap makanan dengan santai di hadapan nya.


“ Enggak.” Dengan cepat Viraa menjawab.


“ Suka dengan pria?” menelisik wajah Vira berusaha mencari jawaban disana.


“ Enggak juga.” Lag-lagi Vira dengan cepat nya menjawab.


“ Di tembak cowok?”


Vira menghentikana aktivitas makan nya.


“ Di tembak? Mati dong!” Ucap Vira yang disambut gelak tawa dari Tya.


“ Hahahahahaha!” suara Tya terdengar lumayan keras saat itu, sehingga membuat para karyawan lainnya yang saat itu juga sedang menikmati makan siang nya menoleh kearah mereka. “ Ups,” Tya menutup mulut nya saat mengetahui orang-orang mulai melirik kearah nya.


“ Kak Tya kenapa? Salah minum obat kah?” Tanya Vira yang merasa bingung dengan ekspresi Tya yang berubah-ubah.


“ Kamu itu masih polos, bekerjalaah dengan baik.” Kata Tya seraya melanjutkan kembali makan nya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2