Ternyata Ini Cinta

Ternyata Ini Cinta
Asisten Pribadi (5)


__ADS_3

“ Kak Tya, boleh Vira bertanya sesuatu?” Vira terlihat begitu sungkan.


“ Bertanya? Aku kira kau duah tak butuh lagi bertanya, mengingat hasil laporan yang aku tugaskan untukmu terselesaikan dengan sempurna. Jarang-jarang loh ada karyawan seperti kamu, aku saja tidak bisa menyelesaikan laporan ini dengan begitu cepat bahkan dengan sangat bagus seperti ini. Sepertinya aku harus banyak belajar darimu.” Puji Tya.


“ Hehehe, Kak Tya terlalu memuji, membuat Vira naik kuping saja.” Tukas Vira. “ Oya, Kak, Vira mau nanya tentang dapur disini. Letaknya dimana ya? Dan juga Vira harus berjalan lewat mana agar bisa sampai kedapur?” Tanya nya lagi.


“ Ngapain kamu nanyai dapur? Jika ingin sesuatu hubungi OB saja.” Kata Tya santai.


“ Anu Kak, Tuan Indra menyuruh Vira untuk segera membuatkan kopi untuknya.” Ujar Vira.


“ Apa! Tuan menyuruhmu membuatkan kopi untuknya segera?” Seketika Tya berdiri dari duduk nya saat mendengar nama Tuan nya Indra. “ Sini-sini, aku akan langsung mengantarkanmu kesana dan juga akan mengajarimu bagaimana membuat kopi kesukaan Tuan.” Ditarik nya tangan Vira lalu di seret nya keluar bersama.


“ E-eh, iya Kak.” Vira dengan langkah tergesa-gesa mengikuti Tya yang saat ini sedang menuntun jalan untuknya.


***


“ Hufft! Untung saja ada Kak Tya yang mau ngebantuin nunjukin letak dapur dan juga buatin kopi untuk si Bos. Jika tidak, mungkin sekarang aku masih di jalan mencari-cari arah dapur. Mengingat luasnya perusahaan ini, sangat sulit bagiku untuk segera menemukan nya.” Lirih Vira.


Secangkir kopi kini sudah ada ditangan nya, lalu setelah memantapkan hatinya. Vira pun kemudian melangkah masuk kedalam setelah mengetuk pintu nya terlebih dahulu.


Tok! Tok! Tok!


Ceklek!


Vira pun kemudian melangkah masuk kedalam dengan secangkir kopi di tangan nya. Pelan-pelan ia melangkah menuju kearah meja kerja Indra yang saat ini terlihat begitu sibuk mengerjakan pekerjaan nya.

__ADS_1


“ Tuan, ini kopi yang anda inginkan.” Kata Vira sembari meletakkan cabgkir kopi yang ia bawa.


Indra sama sekali tak menjawab, malah kini ia terus sibuk dengan pekerjaan nya tanpa memikirkan kehadiran Vira disana. M elihat hal iyu, Vira pun dengan tau diri segera membalikkan badan dan melangkah pergi dari sana.


Diluar ruangan.


“ Dasar Indra sialan! Sudah di buatin kopi, tapi nggak ada terimakasih nya sama sekali. Bahkan tadi sama sekali tak menganggap kehadiran ku.” Rutuk Vira.


“ Hei, ayo! Lagi ngatain siapa?” Seorang menepuk bahunya dari belakang.


“ Kak Tya!” Seru Vira yang tampak terkejut dengan kehadiran Tya.


******! Ada Kak Tya lagi, kira-kira Kak Tya ember nggak ya? bakalan ngadu ke Pak Bos nggak ya?


Hati Vira mulai dilanda gulana.


“ Nggak janji.” Balas Tya sembari membuka pintu ruangan Indra dan masuk kedalam.


Habislah aku, jika Ka Tya benar-benar mengadukan omonganku tadi kepada si Indra sialan itu. Maka setelah ini aku harus siap-siap mendengar umpatan nya untukku.


Gumam Vira.


Didalam ruangan Indra.


Sekretaris Tya berjalan menghampiri meja kerja Indra. Lalu setibanya disana, di letakkan nya dokumen yang baru di selesaikan Vira disana.

__ADS_1


“ Hmm, ada apa kau datang kesini? Apa tugasmu sudah selesai?” Tanya Indra sembari terus berkutat dengan laptopnya.


“ Tuan, ini beberapa berapa dokumen yang saya tugaskan kepada Vira. Mohon Tuan memeriksanya kembali.” Lontar Tya.


Indra menghentikan pekerjaan nya. Matanya kini terlihat menatap dingin kearah Tya.


“ Kenapa kau menyuruh aku yang memeriksa nya? Bukankah kau juga bisa melakukan hal sepele semacam ini?” Tanya Indra dengan tatapan begitu menakutkan.


Dengan santai Tya menjawab.


“ Saya sudah mengeceknya Tuan, dan saya lihat tidak ada yang salah. Bahkan dia mengerjakan nya dengan begitu sempurna.” Yukas Tya yang terdengar begitu memuji hasil kerja Vira.


Indra semakin mengerutkan dahinya, ditatapnya wajah Tya, lalu kemudian ia mengambil dokumen yang dibawa Tya dengan kasar. Di buka nya lembar-perlembar dokumen itu dan melihat apakah itu sama seperti yang dikatakan Tya.


Seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Kini Indra membuka dan melihat ulang setiap lembar dokumen itu hingga tiga kali berturut-turut. Barulah setelah itu ia yakin jika memang ta ada satupun kesalahan dalam pergerjaan nya.


“ Apa kau yang membantunya dalam mengerjakan tugas ini?” Tanya Indra.


“ Tidak Tuan, Vira mengerjakan nya sendiri tanpa bertanya satu hal pun kepada saya.” Kata Tya jujur.


Hmm, ternyata aku sungguh terlalu menyepelekanmu gadis kampung! Siapa sangka ternyata kau begitu bisa di andalkan.


Gumam Indra.


“ Baiklah, sekarang kau kembalilah keruangan mu.” Ucap Indra dengan nada rendah.

__ADS_1


“ Baik Tuan.”


Tya pun kemudian pamit undur diri dari sana. Keluar dari ruangan Indra dan kembali ke ruangan nya.


__ADS_2