
Setelah rapat selesai, kini semua orang terlihat keluar dengan berauran. Vira yang saat ini sudah selesai mengumpulkan berkas-berkas nya kemudian ikut melangkah pergi meninggalkan ruangan tersebut. Sementara
Indra sudah lebih dulu pergi dari sana.
“ Vir, aku duluan ya! Soalnya lagi kebelet banget nih, maaf ya aku tinggal.”
“ Iya Kak, nggak apa-apa. Hati-hati jalan nya jangan sampai jatuh, ntar nggak ada yang banguni.” Ucap Vira dengan nada bercanda.
Sementara Tya sudah pergi menjauh dari sana.
Sepeninggaln ya Tya, tiba-tiba saja dari arah belakang seseorang datang menghampiri gadis tersebut seraya menepukkan tangan di bahunya.
“ Hai.” Terdengar suara seorang pria dari sana.
Membuat Vira seketika menoleh kearah tersebut.
“ Tuan.” Vira mengerutkan dahinya, tak menyangkaa jika direktur perusahaan Mitra bisa bersikap begitu akrab dengan nya.
“ Maaf yang tadi.” Kata Pak direktur tersebut.
“ Maaf, untuk apa?” Tanya Vira yang dilanda kebingungan.
Sementara si pria direktur mengulas senyumnya.
“ Tadi di jalan, kamu kecipratan genangan air kan?”
“ Iya,” dengan ragu Vira menjawab. “ Eh, tapi kenapa Tuan bisa tau ya?” Tanya nya kini.
“ Karena tadi pagi mobilku lah yang tak sengaja melakukan hal itu.” Ujar pria tersebut. “ Sebenarnya tadi, supirku ingin berhenti dan meminta maaf kepadamu. Namun, karena beberapa hal yang mendesak maka aku menyuruh nya untuk segera pergi dari sana. Dan sekarang kebetulan kita bisa bertemu disini, jadi sekali lagi aku minta maaf ya.” Jelas pria itu.
Huh! Dasar pria kaya, jika hari ini kita tidak kembali bertemu maka kamu juga tidak akan pernah meminta maaf kepadaku kan.
__ADS_1
Gumam nya.
“ Apa kamu mau memaafkan ku?” Pria itu kini mengulurkan tangan nya.
“ Iya, saya maafkan. Namun lain kali mengemudilah dengan benar. Jika ada genangan air di pinggir jalan, maka hindari lah. Agar kejadian serupa tidak terulang kembali kepada orang lainnya.” Ucap Vira lembut.
“ Hmm.” Pria itu tersenyum lembut. Lalu kini ia kembali melirik kearah tangan nya yang sama sekali belum mendapat sambutan dari Vira. “Oya, Nona, ngomong-ngomong meskipun tadi didalam kita sudah sedikit mengenal.
Namun saat ini kita belum berkenalan secara resmi. Perkenalkan nama ku Fahmi Adhyasta Prasaja.” Melirik kearah uluran tangan nya berharap Vira segera menyambutnya.
“ Eh, iya, Tuan Fahmi, perkenalkan saya Savira Yolanda atau biasa disapa Vira.” Dengan cepat Vira kini meraih tangan Fahmi dan menyambut uluran tangan nya seraya mengembangkan senyumnya.
Sementara diujung sana Indra yang sedang berbicara dengan beberapa orang terlihat memperhatikan mereka.
****
Sepulang kerja.
Vira bergegas berjalan keluar dari sana bersama Tya rekan kerjanya. Disaat Tya sudah naik kedalam mobil jemputan nya, kini disana tinggalah Vira seorang. Dilihat nya kearah lobi parkiran, kesana-kemari mencari mobil milik Indra. Namun sayang nya tak kunjung terlihat oleh nya, hingga suatu ketika sebuah mobil asing menghampirinya.
“ Tuan Fahmi.” Balas Vira.
“ Kamu lagi nungguin siapa?” Tanya Fahmi.
“ Eh, eng-enggak kok. Saya tidak sedang menunggu siapa-siapa.” Jawab Vira tergagap.
“ Kalau begitu bolehkah aku memberimu tumpangan?” Tanya Fahmi lagi.
“ Eh, tidak usah! Saya bisa pulang sendiri Tuan.” Tolak Vira.
Bagaimana tidak, mereka kan baru saja kenal. Lagipula dia itu seorang Bos dari perusahaan Mitra, jika ada orang lain yang melihatnya pasti akan menimbulkan gossip kedepan nya. Dan juga jika sampai dia tau jika ia dan Indra tinggal dalaam satu atap, bisa-bisa dia berfikir yang tidak-tidak tentang nya dan Indra.
__ADS_1
“ Saya biasa pulang sendiri Tuan, terimakasih atas tawaran nya.” Vira membungkukkan badan nya berusaha bersikap sesopan mungkin dengan Fahmi.
Di tengah percakapan Fahmi dan Vira, kini sebuah mobil datang dari arah belakang dan berhenti disana.
“ Indra.” Lirihnya seraya melirik kearah sebuah mobil yang baru saja tiba.
Indra menurunkan kaca mobil nya lalu melihat kearah Vir yang saat ini terlihat begitu akrab bercengkrama dengan seseorang yang berada didalam mobil mewah didepan nya. Entah mengapa hal itu membuat Indra merasa sedikit tak nyaman.
“ Vir, masuk!” titah nya dengan wajah datar.
“ Eh, iya!” mendengar perintah dari Indra membuat Vira segera berlari kearah nya. “ Permisi Tuan, Bos saya memanggil saya.” Ujar nya seraya berlalu pergi.
“ Hmm,” Fahmi mengangguk pelan seraya menyunggingkan senyum nya. Dilihatnya dari kaca spion Vira masuk kedalam mobil tersebut, yang ia ketahui itu adalah mobil milik Indra sang direktur perusahaan tempat nya berdiri sekarang.
Karena Vira telah masuk kedalam mobil tersebut. Kini Fahmi pun meninggalkan tempat itu.
Didalam mobil Indra.
“ Sedang apa kau tadi disana?” Tanya Indra. Tatapan nya terlihat sedikit terlihat kesal saat ini kepada Vira.
“ Hanya sedikit mengobrol Tuan.” Sahut Vira lembut.
“ Mengobrol apa menggoda?” pertanyaan Indra terdengar begitu sinis.
Apa maksudnya dari kata-kata itu. Dipikir nya aku ini wanita rendahan apa!
Vira merengut kesal mendengar pertanyaan aneh dari Indra.
“ Cuma megobrol saja Tuan.” Berusaha tenang agar tak memulai perdebatan.
“ Siapa juga yang peduli dengan mu, mengobrol atau menggoda itu semua terserah mu!” ketus Indra. “ Andi, jalankan mobil nya. Kita segera pulang kerumah sekarang.” Perintah nya kemudian.
__ADS_1
Mendengar perintah dari Tuan nya, membuat Andi kini menjalankan mobil nya. Kini mereka pun pergi meninggalkan tempat itu.
BERSAMBUNG