Ternyata Ini Cinta

Ternyata Ini Cinta
Asisten pribadi? (2)


__ADS_3

Indra duduk di pos jaga bersama Pak Kosim sembari menunggu kedatangan Lisna dan juga Vira. Diliriknya kearah jam tangan yang saat ini di kenakan nya. Sudah hampir tiga puluh menit ia duduk disana.


Lihat saja, jika sampai pas di tiga puluh menit Mama belum juga keluar dengan gembel itu. Maka aku akan langsung pergi dari sini. Memangnya siapa dia, yang membuat ku harus menunggu seperti ini.


Gerutu Indra.


Saking tak sabar nya. Kini Indra pun mulai bangkit dari duduknya. Lalu membalikkan badan nya untuk melangkah kearah mobilnya. Namun saat ia baru dua langkah dari tempatnya. Kini keluarlah Lisna bersama dengan Vira dari dalam rumah.


Indra tampak tertegun saat melihatnya. Melihat penampilan baru dari Vira. Bagaimana bisa wanita yang baru saja di hina olehnya itu bisa berubah begitu drastic hanya dalam waktu tiga puluh menit. Memang Lisna patut mendapatkan gelar sang make over.


Mama sungguh menepati janji nya. Jika sudah begini bagaimana bisa aku menolaknya. Sungguh tak kusangka, seorang gembel pun ternyata bisa berubah cantik seperti ini.


Gumam Indra.


“ Kamu mau kemana Ndra?” Tanya Lisna yang kini melangkah kearah nya.


“ Mau pergi, sudah terlalu lama Indra nunggu disini.” Jawab Indra.


“ Ya sudah, berhubung sekarang Vira juga udah siap. Maka pergilah.” Ucap Lisna.


Indra lalu berjalan menuju kearah mobilnya yang tak terparkir jauh dari sana. Melewati Lisna dan Vira tanpa menjawab apapun.


“ Vira, sana naik kedalam mobil.” Kata Lisna.


“ Tapi Tante, sepertinya Indra tidak setuju.” Ucap Vira pelan.


“ Siapa bilang? Bukankah Indra tidak mengatakan itu barusan. Diam bukan berarti tidak setuju loh.” Ujar Lisna. “ Cepatlah naik, nanti kalian bisa terlambat jika terlalu lama disini.”


“ Baiklah Tante.” Vira kemudian meraih tangan Lisna lalu mencium nya. “ Vira pergi dulu ya.” Pamit nya kemudian.


Membuat Lisna tersenyum. Sudah lama sekali ia tidak merasakan di perlakukan seperti itu oleh anaknya Indra. Semenjak suaminya meninggal dan Indra yang memilih kuliah di luar negri. Indra tak pernah sekalipun menyalaminya sebelum pergi. Padahal dulu sewaktu dia masih kecil, Indra selalu berpamitan seperti itu jika ingin pergi kemana-mana. Namun sekarang, semenjak Papa nya meninggal. Sikap Indra terbilang cukup dingin, bahkan terkesan sangat cuek sekali.


Vira, kamu memang anak yang baik. Semoga saja kamu bisa menjadi anakku seutuhnya.


Batin Lisna.


Setelah kepergian Indra dan juga Vira. Kini ia pun melangkah kembali masuk kedalam rumah nya.


***

__ADS_1


Didalam mobil. Suasana begitu hening. Wajah Indra tampak begitu dingin, sehingga membuat Vira takut sendiri karena nya. Indra kini tampak menatap kearah Vira dengan tatapan tak senang nya karena saat ini Vira duduk di kursi belakang.


 


Dasa gadis kampung! Dia pikir aku supirnya apa!


Gerutunya didalam hati.


 


 


Mobil melaju dengan kecepatan sedang saat mereka meninggalkan komplek perumahan. Setibanya dijalan raya, Indra lantas menambah kecepatan nya yang membuat laju mobilnya kini semakin kencang.


Syuuhh!


Vira merasa pusing dibuat nya. Itu tampak jelas karena kini Vira terlihat sedang memegangi kepalanya.


Biar tau rasa! Enak aja, udah numpang tinggal dirumah orang. Numpang naik mobil, dan bahkan sekarang membuatku seolah-olah jadi supirnya. Cih! Sekarang rasakan pembalasan ku.


Indra semakin menambah kecepatan nya saat mereka mulai memasuki jalan tol kota. Dilihatnya kearah belakang, tampak sekali Vira merasa sangat tak nyaman di tempat nya.


Vira kini mulai meremas erat perutnya. Menahan rasa tak nyaman yang ada. Sedangkan Indra terlihat tersenyum puas karena nya. Melihat Vira yang terlihat begitu kepusingan, hingga akhirnya Vira yang sudah tak bisa lagi menahan. Mulai memuntahkan segala yang ada.


“ Hooeekk!”


Vira akhirnya muntah didalam mobil Indra. Sehingga membuatnya seketika menghentikan laju kendaraan nya.


Ckiit!


Dengan raut wajah murka ia lantas membanting pintu mobilnya dan berjalan menuju kearah pintu mobil belakang lalu membukanya.


“ Kau gila ya! Bisa-bisa nya kau mengeluarkan cairan menjijikkan itu didalam mobil mewah ku!” Bentak Indra.


Vira tak menjawab, melihat pintu mobil yang sudah terbuka membuatnya langsung keluar ketepian jalan untuk menghabiskan sisa-sisa muntah nya.


“ Hooeek! Hooeek!”


Kini perlahan ia mulai merasa nyaman setelah berhasil mengeluarkan itu semua. Lalu kini secara perlahan ia pun berdiri dari jongkok nya.

__ADS_1


“ Dasar gadis kampung! Menjijikkan!” Ketus Indra.


“ Bukankah kau sudah tau jika aku ini orang kampung! Jadi kenapa kau masih melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Membuatku ku muntah kan jadinya.” Sahut Vira ketus.


“ Kau!” Indra mengerang kesal.


“ Apa? Apa kau masih ingin berlama-lama disini?  Bukankah kau ada urusan yang harus kau kerjakan sekarang. Jadi, berhentilah berdebat.” Kata Vira dengn nada datar.


“ Bagaimana bisa aku berhenti, kau bersihkan dulu mobilku!” Bentak Indra.


“ Bukannya kau itu orang kaya ya? Tuan muda kaya raya yang hidup dengan bergelimangan harta. Jadi, bukankah ini masalah yang sangat kecil untukkmu.” Kata Vira dengan tatapan menyepelekan.


Lalu sejenak ia tersadar dengan kalimat apa yang baru saja ia lontarkan.


Aduh! Ngomong apa sih aku barusan. Bisa-bisa nya aku menjawab ucapan nya seperti itu. Aaa… bisa gawat jika nanti dia marah.


Vira mulai gelisah.


“ Kau!” Indra menunjuk kearah Vira sembari mengeram kesal.


Lalu setelah itu ia kemudian kembali masuk kedalam mobilnya dan kembali duduk di kursi kemudi nya.


 


 


Sedangkan Vira masih berdiri diluar.


“ Apa yang kau tunggu! Apa kau mau aku tinggalkan disini! Jika tidak, cepetan masuk!” jerit Indra yang kini tampak membuka pintu di kursi samping nya.


Mendengar hal itu. Tentu saja membuat Vira cepat-cepat masuk, dan kini ia pun duduk di kursi yang berdampingan dengan Indra.


Yang benar saja, jika aku benar-benar di tinggal olehnya disini. Mau pergi kemana aku nantinya.


Gumam nya.


“ Awas kau, jika sampai berani muntah lagi. Benar-benar kuturunkan kau disini sekarang juga.” Ancam Indra.


Kini ia pun mulai kembali melajukan kendaraan nya. Namun kini ia membuka kaca jendelanya karena tak tahan dengan bau menyengat yang baru saja di keluarkan Vira.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2