Ternyata Ini Cinta

Ternyata Ini Cinta
Asisiten pribadi?


__ADS_3

Didalam kamar Lisna.


Lisna mengeluarkan beberapa pakaian lama nya dari dalam lemari.  Dipilihnya satu persatu yang menurutnya cocok untuk Vira.


“ Hmm, sepertinya ini cocok.” Kata Lisna. “ Vira, sini sayang. Coba kamu pakai pakaian ini.” Lisna menyodorkan pakaian yang di pilih nya kepada Vira.


“ Tapi Tante..”


“ Nggak ada tapi-tapian. Cepat sana ganti.” Tegas Lisna.


Dengan wajah murung Vira mengambil pakaian tersebut. Namun saat ia memakainya, Lisna masih duduk didepan nya. Membuat Vira malu melepas pakaian nya.


“ Loh Vir, kok nggak di pakai?” Tanya Lisna.


“ Vira ma-malu.” Lirih nya.


Lisna tampak menghela nafasnya.


“ Kamu gantinya disana.” Tunjuk Lisna kearah ruang ganti pakaian nya.


“ Baik Tante.”


Vira pun kemudian bangkit dari duduk nya dan berjalan kearah ruang ganti yang ditunjuk Lisna tadi.


Vira-vira, kamu polos sekali nak!


Beberapa saat kemudian.

__ADS_1


Vira keluar mengenakan pakaian yang diberikan Lisna. Pakaian yang berwarna senada dengan rok sepan sebatas lutut itupun kini telah menempel di tubuhnya. Jujur saja Vira terlihat sangat rishi mengenakan pakaian tersebut. Itu semua karena atasan nya terlalu memperlihat ramping nya tubuh Vira sehingga membuatnya tak nyaman.


“ Wah, Vira kamu cantik sekali.” Puji Lisna begitu melihat Vira yang mengenakan pakaian nya.


Vira hanya menunduk malu dan membalas pujian Lisna dengan senyuman.


“ Sini-sini duduk! Sekarang Tante akan merias wajah kamu.” Kata Lisna yang kini sudah siap sedia dengan alat tempur nya.


“ Tapi Tante..”


“ Sudah, sini duduk.” Lisna menepuk ranjang yang disebelahnya.


Vira pun mengangguk setuju dan duduk disamping Lisna.


“ Kamu itu cantik Vira, jadi tidak butuh riasan tebal untuk memoles wajah kamu. Riasan tipis pasti sudah bisa membuat kamu sangat cantik.” Kata Lisna sembari memoles wajah Vira.


“ Nah, sekarang kita tinggal memilih sepatu untuk kamu.” Kata Lisna. Ia pun kemudian bangkit dari ranjang nya dan berjalan menuju kearah rak salah satu ruangan yang juga ada didalam kamar itu. Vira tak mengikuti, ia hanya duduk dan menunggu Lisna di tempat nya.


Hingga tak lama kemudian. Terlihat Lisna yang telah kembali sembari menenteng sebuah sepatu di tangan nya.


“ Vir, Tante lama ya.”


“ Enggak kok Tante.” Vira mengelengkan kepalanya sembari tersenyum lembut.


“ Nih, coba kamu pakai yang ini ya.” Lisna memberikan sepatu miliknya kepada Vira, dan Vira pun mengambilnya.


Dipakainya sepatu yang diberikan Lisna kepadanya. Terasa pas di kakinya. Namun yang membuat Vira sedikit tidak nyaman adalah hak sepatu itu. Padahal Lisna sudah memilih hak yang tak terlalu tinggi untuk Vira.

__ADS_1


“ Wah, ternyata pas ya.” Kata Lisna.


Lisna kini tampak melihat penampilan Vira. Dari ujung rambut hingga keujung kaki, lalu ia mendekatkan diri kearah Vira dan meraih ikat rambutnya. Dilepas nya ikat rambut itu, lalu disisirnya rambut Vira. Setelah itu Lisna membiarkan rambut itu tergerai begitu saja.


“ Nah, dengan begini kamu jauh lebih cantik.” Puji Lisna.


“ Tapi Tante, Vira merasa kurang nyaman dengan sepatunya. Pakaian nya juga.” Kata Vira.


“ Loh, kenapa? Pakaian dan sepatu ini sangat pas buat kamu.” Ucap Lisna.


“ Tapi Tante..”


“ Vira, lama-lama juga kamu akan terbiasa. Setelan pakaian kantoran itu memang seperti ini, dan mulai sekarang kamu akan kerja di perusahaan menjadi asisten pribadinya Indra. Jadi penampilan kamu juga harus modis.” Kata Lisna.


“ Tapi Tante, Indra sepertinya tidak suka dengan Vira. Tante lihat sendiri kan tadi.”


“ Indra memang anak seperti itu. Suka ketus kepada orang yang baru di kenal nya. Tapi sebenarnya dia itu anak yang baik kok.” Lisna mencoba meyakinkan Vira. “ Nanti lama-lama dia juga akan bersikap baik kepadamu.” Tambah Lisna.


Pria seperti itu. Memangnya bisa bersikap baik?


Batin Vira.


“ Tante, Vira bisa cari kerja sendiri kok. Jadi nggak perlu ya jadi asisten pribadi.” Kata Vira, berharap Lisna mengerti.


“ Cari pekerjaan di Ibukota itu susah. Ya, walaupun mudah, tetap saja Tante akan menyuruhmu untuk bekerja bersama Indra. Karena hanya dengan itulah Tante bisa terus mengawasi kamu dan menjaga kamu Vira.” Kata Lisna. “ Dan juga Tante tidak ingin mengecewakan almarhum Bapakmu, yang menyuruh Tante untuk menjagamu setelah kepergiannya.” Ujarnya kemudian.


Vira menunduk, perlahan ia juga mengerti dengan maksud Lisna. Lagipula bagaimana ia bisa mengabaikan orang yang saat ini sudah sangat baik kepadanya. Kini ia pun menyetujui permintaan Lisna untuk menjadi asisten pribadinya Indra si pria arogan.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2