Ternyata Ini Cinta

Ternyata Ini Cinta
Senyuman manis Vira


__ADS_3

Andi menjalankan mobil nya sesuai dengan instruksi Bos nya. Di lajukan nya mobil itu meninggalkan gedung perkantoran dan kini mereka sudah tiba di jalan raya. Di sepanjang perjalanan, Andi terlihat mencuri-curi pandang kearah Vira dan juga Indra.


Terlihat keduanya sama-sama memandang kearah luar jendela. Tanpa berbicara apapun disana.


Oh Tuhan, mereka berdua terlihat sungguh serasi. Mudah-mudahan saja, jodoh nya Tuan Indra adalah Vira.


Harap Andi.


Setelah menempuh perjalanan sekitar hampir tiga puluh menit, tibalah mereka di rumah.


Andi yang kini telah selesai mearkirkan mobilnya, lantas segera turun dari sana dan bergegas berjalan membukakan pintu untuk Indra.


“ Silahkan Tuan, sekarang kita sudah tiba di rumah.” Andi terlihat membungkukan badan nya seraya mengayunkan tangan nya, mempersilahkan Tuan nya turun dari sana.


Sementara Vira, yang melihat Indra turun. Kini lantas segera membuka pintu dan juga turun dari sana. Dengan cepat dan juga tanpa mengatakan apapun ia segera pergi meninggalkan Indra dan Andi disana.


“ Kau lihat Ndi. Gadis kampung itu sama sekali tak tau ketika, bisa-bisa nya dia berlalu begitu saja tanpa mengucapkan kalimat apapun kepadaku.”  Desah Indra.


Memang nya Tuan ingin Nona Vira mengucapkan kalimat apa?


Gumam Andi.


“ Mungkin Nona Vira sedang terburu-buru Tuan.” Kata nya berusaha menenangkan perasaan Indra.


“ Tetap saja, apa salah nya ia mengucapkan dua patah kata sebelum bergegas pergi kedalam. Bukankah itu tidak sampai satu menit dalam mengucapkan nya.” Ucap Indra lagi.


“ Segera saya akan menegur nya Tuan, dan juga memberikan nya pembimbing agar bisa bersikap lebih baik lagi.” Ujar Andi.


“ Hmm, uruslah.” Indra mengangguk acuh seraya berjalan masuk kedalam.


Malam hari sekitar pukul 23:12 WIB.


Indra keluar dari dalam kamar nya dan berjalan turun ke bawah. Langkah nya kini terlihat menuju kearah kamar Vira yang terletak tak jauh dari tangga tempat ia turun. Entah apa yang di inginkan nya dari Vira, sehingga harus menemuinya di jam seperti ini.

__ADS_1


Kini Indra telah tiba di depan pintu kamar dan perlahan mendaratkan kepala tangan nya disana.


Tok! Tok! Tok!


Suara ketukan terdengar jelas.


Kebetulan waktu itu Vira belum tidur. Ia sedang membaca buku yang di berikan Lisna tentang bagaimana menjadi Asisten Pribadi. Mungkin Lisna ingin Vira bekerja dengan baik di perusahaan nya sehingga memberinya panduan lengkap agar bisa lebih baik dalam bekerja.


Mendengar suara ketukan pintu dari luar membuat Vira menoleh kearah sana.


“ Siapa ya malam-malam begini? Mungkinkah Tnte Lisna?” Lirih nya, dengan segenap pertanyaan di benak nya.


Tok! Tok! Tok!


Suara itu terdengar lagi, membuat Vira yang awalnya Cuma menoleh tanpa bergerak. Kini mulai bangkit dari tempat nyaman nya dan berjalan menuju kearah sana.


Ceklek!


Pintu sudah terbuka dan disana sudah berdiri Indra dengan raut wajah dingin.


“ Kenapa membuka pintu saja lama sekali sih!” kesah Indra.


“ Maaf, tadi saya sedang membaca. Mendengar suara ketukan pintu membuat saya bingung dan menebak siapakah yang datang, dan ternyata itu adalah Tuan.” Dengan segenap kejujuran Vira menjawab nya.


“ Kau pikir siapa yanag datang, pria yang tadi kau goda gitu?” Tanya Indra dengan tampang songong nya.


Hmm, sabar Vira. Tahan napasmu kendalikan emosi mu, ini tengah malam dan juga ini rumah nya.


Vira terlihat menyapu dada nya.


“ Gerakan apa itu? Menyapu dada di depan ku. Kau sakit hati dengan ucapan ku.” Sungut Indra masih dengan tampang songong nya.


“ Bu-bukan Tuan, bukan seperti itu.” Berusaha membantah, padahal itu benar seperti yang di pikirkan Indra. Sakit hati dengan perkataan nya, karena mulut nya yang seperti boncabe level tiga puluh itu.

__ADS_1


“ Kau Asisten Pribadiku, jadi kau harus terbiasa dengan sikap ku. Jika tidak, maka kau tidak akan betah bekerja denganku dan juga aku tidak akan sungkan untuk memecatmu.” Wajah nya mulai mendekat, dan juga nada suara nya yang mulai mengancam.


“ Tidak mungkin, di sekolah dulu saya sudah sering berhadapaan dengan orang seperti Tuan. Jadi Insya Allah, saya bisa memahami karakter Tuan dan juga bekerja dengan baik untuk Tuan.”


Sikapmu dan juga perangaimu ini persis si Bogel preman sekolah yang suka menindas murid-murid yang lainnya.


Senyum palsu mulai di sungging kan Vira saat ini. Seolah ia menunjukkan tidak ke beratan dengan sikap Indra terhadapnya. Padahal didala hatinya, Vira ingin sekali membejek-bejek kepalanya sama seperti yang di lakukan nya dulu terhadap si Bogel preman sekolah nya.


Deg!


Meskipun itu terpaksa, namun ternyata senyuman itu mampu membuat Indra terpesona karena nya.


Sial! Gadis kampung ini kenapa terlihat semakin manis jika sedang tersenyum seperti ini.


Perasaan Indra jadi tak menentu. Namun ia tetap berusaha teguh untuk tidak menampakkan hal itu di depan Vira. Sehingga kini ia mulai menarik kembali dirinya dan berdiri ke posisi semula, sedikit menjauh dari Vira.


“ Hmm, baguslah jika begitu.”


“ Oya, ngomong-ngomong Tuan, ada apa mencari saya malam-malam begini?” Tanya Vira masih dengan posisi menyunggingkan senyum nya.


“ Aku lapar, dan aku ingin kau membuatkan Mie yang sama seperti malam kemarin untukku.” Ucap Indra.


“ Mie?”


“ Ya.”


“ Tapi saya tidak punya lagi Mie Instant nya.” Ujar Vira.


Ya, karena memang kemarin itu adalah yang terakhir miliknya.


“ Tidak punya? Maka aku akan menyruruh Pak Kosim membelinya.” Kata Indra.


Ia lalu membalikkan badan dan berlalu pergi dari sana.

__ADS_1


BERSAMBUNG


Hi guys! Pantengin terus ceritanya Vira dan Indra ya. Mungkin ceritanya berjalan sedikit lambat. Namun, alurnya masih tetap sama kok. Jangan lupa tinggalkan Like dan Vote nya ya, dan juga Ra tunggu Krisan nya. Siapa tau itu bisa menambah referensi cerita selengkapnya.^^


__ADS_2