
Setibanya di depan gedung perusahaan milik Indra Kartadinata.
Fahmi menurunkan Vira tepat didepan pintu masuk perusahaan. Setelah itu, ia kemudian membawa mobil nya kemuju kearah lobi parkiran. Memarkirkan mobilnya disana. Baru setelah itu ia lantas kembali berjalan masuk kedalam perusahaan.
Sementara itu Vira kini sudah tiba ruang kerja nya.
“ Untung saja ada Fahmi yang memberiku tumpangan. Jika tidak, habislah aku. Mungkin jam segini aku masih berdiri di pinggir jalan menunggu angkutan umum yang lewat.” Lirih nya.
Di ambil nya beberapa dokumen yang telah selesai di kerjakan nya. Lalu kini setelah merapikan nya, Vira lantas bergegas pergi kearah pintu keluar. Berniat sesegera mungkin menyerahkan itu semua kepada Indra si Presiden
Direktur.
Di saat ia ingin melangkah keluar dari ruangan nya, tiba-tiba saja seseorang datang menghampirinya dengan tergesa-gesa.
“ Vira! Kemana saja kamu?” Ternyata itu sekretars Tya yang menghampiri nya.
“ Dari rumah.” Jawab Vira polos.
“ Kamu kesiangan bangun nya? Kok jam segini baru tiba di kantor?”
“ Tadi itu Vira nungguin aku nungguin angkutan umum lewat. Namun entah mengapa aku tak ada satu pun yang lewat.” Ucap Vira.
__ADS_1
“ Hmm, sudahlah. Karena kamu sekarang sudah tiba disini, maka cepatlah serahkan dokumen yang Presdir suruh kerjakan pada kamu. Udah siap kan?” Tanya Tya.
Vira mengangkat tangan nya menunjukkan dokumen nya.
“ Alhamdulillah sudah Kak.” Kata nya dengan penuh keyakinan.
“ Baguslah, kalau begitu segera kamu antarkan ke ruangan Presdir ya. tadi dia sudah menelpon ku sebanyak tiga kali. Menanyakan mu dan juga dokumen nya.” Jelas Tya.
Wajah nya juga terlihat sedikit lega saat melihat dokumen yang di tugaskan kepadanya telah selesai.
“ Baik Kak.” Vira mengangguk pelan seraya berlalu pergi menuju kearah ruangan Indra.
Di depan ruangan.
Terdengar suara ketukan pintu dari luar.
Indra yang saat itu tengah memeriksa file yang dikirim ke laptop nya kini menoleh kearah pintu.
“ Masuk!” serunya. Matanya sama sekali tak bergeming terpaku didepan layar. Terlihat sangat serius dengan apa yang di kerjakan.
Ceklek!
__ADS_1
Pintu terbuka, dan perlahan Vira melangkah masuk kedalam.
Baru dua langkah Vira melaangkahkan kakinya. Kini Indra sudah menegur nya.
“ Dari mana saja kau, jam segini baru datang!” menegur ketus namun tatapan masih terpaku didepan layar tak berkedip sedikit pun.
Eh, dia berbicara padaku kah?
“ Kau tuli ya! aku tanya darimana saja kau kenapa jam segini baru datang!” bentak Indra lagi dengan tatapan yang masih terpaku didepan layar.
“ Eh, saya?” Tanya Vira polos.
Indra menarik nafas nya dalam-dalam berusaha mengumpulkan seluruh emosi nya dan secara perlahan membuang nya bersamaan dengan hembusan udara yang keluar dari mulut nya. Di tutup nya laptop yang ada di depan nya, lalu kini ia menatap tajam kearah Vira.
“ Dasar gadis kampung bodoh! Apa kau buta, dan tidak dapat melihat jika disini tidak ada siapa-siapa. Jadi kau fikir, aku sedang berbicara dengan siapa sekarang!” sentak Indra seraya membelalakkan matanya.
Eh, perlukah dia berbicara seperti itu. Bukankah aku bertanya secara baik-baik padanya.
Vira melihat ke sekitar dan ternyata benar, disana cuma ada dia dan Indra. Jadi saat ini Indra sedang berbicara kepadanya.
“ Eh, iya Tuan. Disini tidak ada siapa-siapa, heheh.” Merasa canggung sekaligus malu sendiri. Bagaimana bisa ia bersikap begitu bodoh di depan Indra saat ini. Sehingga membuat pria itu dengan mudah mengintimidasi nya.
__ADS_1
BERSAMBUNG
Jangan lupa Like, Vote dan Krisan nya semuanya. Dan juga ikutin event Vote novel ini berhadiah pulsa. Bagi kalian yang mau mengikuti event novel ini langsung mampir ke GC fakrullah ya. Baca rules dan ikuti peraturan nya. Terimakasih🙏🙏 salam hangat dari Ra untuk kalian semua😘