
Telah berdiri di hadapan nya sekarang sesosok pria tampan yang begitu akrab di matanya. Pria yang mengomeli dirinya sepanjang waktu makan di restoran, dan juga pria yang selalu saja mengatainya sebagai,
“ Gadis kampung!” pria itu terlihat menatap dingin kearah nya. “ Sedang apa kau disini?” Tanya pria itu lagi sekarang.
“ Eh, Tuan.” Ternyata itu Indra yang berdiri di hadapan nya. “ Tuan sedang apa disini?” kembali bertanya tanpa menjawab pertanyaan sebelumnya.
Tentu saja, hal itu membuat Indra mendengus kesl karena nya.
“ Seharusnya kau jawab dulu pertanyaan ku.” Ucap Indra.
Tatapan matanya sungguh membuat Vira gemetar ketakutan sekarang.
“ Sa-saya sedang berencana membuat Mie Instant. Namun tidak tau caranya menghidupkan kompor itu, jadi sa-saya mencari korek api di setiap sudut dapur, namun tidak ada. Apakah Tuan mempunyai korek apai tersebut?”
Seketika raut wajah Vira berubah drastis saat menanyakan tentang korek api. Ia berharap sekali saat ini Indra membawa korek bersamanya.
“ Kenapa butuh korek, putar saja tombol yang ada disana maka akan otomatis hidup sendiri apinya.” Jawab Indra.
“ Tombol?” Tanya Vira kembali.
Tak sabar menjelaskannya kepada Vira. Indra kini berjalan melewati gadis itu dan menghampiri kompor. Di putar nya tombol yang ada disana, lalu kemudian mucullah api sedang berwarnaa biru di depan nya.
__ADS_1
“ Wah! Tuan tenyata bisa sulap!” sorak Vira ria.
Heh, dasar gadis kampung!
Indra kemudian berjalan kembali meleati Vira. Ia mengambil sebuah gelas lalu mengisi air nya, dan kini pria itu duduk di sebuah kursi dan juga meja sedang yang ada disana. Sementara itu Vira kini sudah memulai aktivitas memasak nya.
Beberapa menit telah berlalu. Setelah Mie Instant selesai di masak. Kini Vira beralih mengambil sebuah mangkuk untuk menuangkan Mie nya disana. Setelah selesai, kini Vira membalikkan badan menuju kearah meja yang ada disana.
“ Eh! Tuan masih ada.” Lirihnya saat mendapati Indra yang masih ada disana.
Diletakkan nya Mie nya disana, lalu ia bertanya.
“ Aku enggak suka Mie Instant.” Jawab nya singkat.
“ Oh,” mendengar jawaban itu membuat Vira merasa lega. Setidaknya sekarang ia bisa menghabiskan sendiri Mie nya tanpa harus berbagi dengan pria yang saat ini sedang duduk disana.
“ Tapi, kelihatan nya itu enak.” Kata Indra kemudian.
Vira yang awalnya ingin menyantap makanan nya kini kembali mengurungkan niat nya. Ia lalu bangkit dari duduk nya dan beranjak dari sana.
“ Kau mau kemana?” Tanya Indra.
__ADS_1
“ Mengambil peralatan makan.”
“ Untuk apa?”
“ Bukankah tadi Mie itu terlihat cukup enak. Jadi sayang kan jika anda melewatkan nya, setidaknya cicipi sedikit masakan saya, agar saya merasa senang.” Senyum palsu kini terpancar dari wajah Vira.
Rugi sekali rasanya aku berbagi denganmu. Untung saja kau tadi membantuku, jadi setidaknya aku ingin sedikit berbagi dengan mu.
Gumam Vira.
“ Silahkan di makan Tuan.” Setelah membagi Mie nya amenjadi dua porsi, kini Vira menyodorkan satunya kepada Indra yang masih setia duduk disana.
Tanpa menjawab apapun Indra lantas mengambil mangkuk Mie tersebut lalu mulai melahap nya sedikit.
Hmm, rasanya tidak buruk, lumayan juga.
Dengan cepat Indra menghabiskan Mie nya disana. Smentara Vira baru memasukkan dua suapan kedalam mulut nya.
Katanya tidak suka dengan Mie Instant. Tapi sekarang lihatlah dirinya, laju sekali ia menyantap makanan nya hingga tak tersisa sedikitpun seperti itu. Lapar apa doyan Bang!
BERSAMBUNG
__ADS_1