
Malam nya.
Setelah menunaikan shalat magrib, kini Vira sudah terlihat berjalan kearah lemari pakaian nya. Rok panjang miliknya di keluarkan nya dari sana, bersamaan dengan baju kaos oblong biasa. Itu, adalah pakaian terbagus
miliknya yang ia punya.
Dengan penuh bersemangat, mengingat makanan yang sangat enak di restoran itu. Membuat Vira dengan segera memakia pakaian nya. Rok tadi yang diambilnya, telah di kenakan nya, begitupla dengan kaos lengan pendek nya.
Tak lupa juga rambutnya terlihat di kuncir dua olehnya, agar terlihat rapi tak berterbangan nantinya. Jujur saja, seharian di kantor dengan rambut tergerai membuatnya cukup rishi. Kini saat nya ia kembali menjadi dirinya sendiri layaknya gadis desa seutuhnya.
Tok! Tok! Tok!
Suara ketukan terdengar dari luar.
Siapa ya?
Gumam Vira
Setelah merapikan pakaian nya, Vira kini bergegas menuju kearah pintu kamarnya, lalu membukanya.
Ceklek!
Pintu kamar terbuka dan disana sudah berdiri seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik du usianya yang saat ini tak lagi muda.
“ Hai Vira, kamu sudah siap?” Tanya Lisna.
“ Sudah Tante.” Jawab Vira dengan senyum sumringah.
Lisna kemudian memperhatikan busana yang di kenakan Vira. Dilihat nya dari atas hingga ujung kakinya, lalu dia menggelengkan kepala.
“ Kenapa Tante? Kok gelengin kepala seperti itu?” Tanya Vira dengan raut wajah bingung.
Gadis itu benar-benar polos, tak bisa membedakan arti dari tatapan orang terhadapnya.
“ Emm, kayaknya kamu harus ganti pakaian deh.” Kata Lisna yang masih memperhatikan busana Vira.
“ Ganti Tante? Memang nya kenapa Vira harus ganti? Pakaian ini bagus kok.” Ujar nya polos.
Lisna kemudian tersenyum kearah Vira. Diraihnya tangan gadis itu, lalu kini ia menariknya untuk keluar dari sana.
“ Vira, mari ikut Tante.” Kata Lisna.
__ADS_1
“ Kemana? Vira bentar lagi mau pergi loh Tante.” Ucap Vira.
“ Kekamar Tante.” Kata Lisna.
“ Bentar-bentar, Tante, Vira mau ambil tas Vira dulu.” Kata Vira.
Setelah melepaskan diri dari Lisna, kini Vira pun bergegas kembali masuk kedalam kamar nya dan mengambil tas samping miliknya.
“ Sudah Tante.” Kata Vira.
Kini mereka pun berjalan menuju kearah kamar Lisna.
Di kamar Lisna.
“ Vir, ini kamu pakai ya sekarang.” Kata Lisna sembari menyodorkan sebuah dres kepada Vira.
“ Vira pakai ini?”
“ Ya, cepat sana ganti.” Perintah Lisna.
Vira pun kemudian berjalan kearah ruang ganti yang tak jauh dari sana. Ini bukan kedua kali baginya masuk kedalam kamar tersebut, sehingga kini ia sudah tak perlu lagi mencari petunjuk dimana ruang ganti baju dikamar
Setelah selesai mengganti pakaian nya dengan dres yang diberikan Lisna, kini Vira pun keluar dari sana.
“ Nah, sekarang jauh lebih cantik kan.” Puji Lisna.
“ Tapi Tan, Vira lebih nyaman memakai pakaian Vira yang tadi.” Keluh Vira.
“ Vir, bukan maksud tante tidak menghargai pakaian yang kamu pakai. Tapi, menurut Tante jika kamu ingin pergi ke restoran pakailah pakaian yang sesuai. Maaf sekali Vir, Tante nggak bermaksud nyinggung kamu loh.” Kata Lisna.
Hmm, itu artinya pakaian yang ku kenakan tadi tidak pantas untuk mampir ke restoran kan?
Gumam nya.
“ Sekarang, sini kamu duduk, Tante mau nyisir rambut kamu.” Ucap Lisna.
“ Vira udah sisir rambut kok tadi, udah Vira kepang dua juga, nih.” Tunjuk Vira seraya memegangi kedua kepangan rambutnya.
Lagi-lagi Lisna tersenyum di buat nya.
“ Kamu terlihat lebih cantik jika rambutmu di gerai, sini Tante bantu sisirin.”
__ADS_1
“ Tapi Tan,”
“ Sudah, sini, cepetan.” Panggil Lisna.
Vira pun menurut, kini ia berjalan menuju kerah Lisna dan duduk di samping nya.
***
“ Awas saja, jika gadis kampung itu belum ada di teras, maka aku akan kembali masuk kedalam kamar dan membatalkan acara makan malamnya.” Lirih Indra.
Dengan langkah cepat ia berjalan menyusuri anak tangga, untuk turun kebawah. Sebentar lagi pukul setengah delapan malam, Indra sengaja datang tepat waktu agar bisa melihat Vira belum ada disana. Jadi ia punya alasan untuk membatalkan acara makan malam nya.
Setibanya diteras rumah.
Telah berdiri sesosok gadis berkulit putih dengan dres selutut berlengan pendek. Rambut hitam nya terurai dengan sangat indah, gadis itu juga memakai sepatu hak tinggi saat ini dan sedang berdiri membelakanginya.
Siapa wanita ini? Apa mungkin Vira?
Gumam nya.
Lalu kemudian Indra pun mendekati wanita itu.
“ Ehm.”
Mendengar suara seseorang yang sedang berdehem membuat Vira membalikkan badan nya.
“ Hai Tuan.” Sapa nya dengan lesung pipi yang menghiasi senyumnya.
“ Uhuk-uhuk!” Tiba-tiba saja Indra terbatuk dengan sendirinya. “ Ehm, apa kau sudah siap?” Tanya nya kemudian seraya mengalihkan pandangan nya.
“ Sudah Tuan.” Sahut Vira.
“ Hmm, jika sudah mari segera kita masuk kedalam mobil.” Ucap Indra.
Jujur saja, melihat penampilan Vira saat ini yang menggunakan dres yang membentuk tubuhnya dan juga rambut yang di biarkan tergerai begitu saja membuat hati Indra menjadi tak karuan. Ditambah lagi senyum manis yang di hiasi lesung pipi itu, sungguh membuat Indra terpesona karena nya.
Oh hati, tolong jaga sikapmu, masa hanya melihat gadis kampung yang memakai pakaian Ibumu kau langsung tertarik kepadanya.
Gumam Indra.
Kini tanpa banyak berkata-kata ia pun masuk kedalam mobilnya di susul Vira di belakang nya.
__ADS_1