Ternyata Ini Cinta

Ternyata Ini Cinta
Hadiahku


__ADS_3

Waktu terus berlalu, para karyawan di kantor terus berkutat dengan pekerjaan nya hingga sore menjelang. Kini setelah mempelajari berbagai dokumen tentang perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaaan dimana dirinya


bekerja. Vira mulai pun mulai bernafas lega.


Ya, setidaknya kelak jika Indra menyuruhnya berurusan dengan mereka, maka ia sudah siap dengan hal itu. Ditariknya kedu tangan nya keatas kepalanya, bermaksud meregangkan otot-ototnya. Lalu, saat tangan itu mulai


menyamping tiba-tiba saja ada seseorang disana.


“ Eits, hampir aja kena nih.” Kata Tya.


“ Hehehe, maaf ya Kak, Vira nggak sengaja.” Kata Vira serya mengulas senyumnya.


“ Hmm, iya, nggak apa-apa.” Balas Tya. “ Hmm, sepertinya hari ini cukup melelahkan buat kamu ya Vir.” Tukas Tya.


“ Hmm, lumayan lah Kak, hari ini tuh Vira sudah belajar banyak hal tentang rekan bisnis kita. Yah, setidaknya jika nanti Pak Bos meminta Vira untuk berurusan dengan mereka. Maka Vira sudah siap kak, nggak terlalu terkejut seperti tadi.” Lontar nya polos.


“ Hmm, tapi tadi dengar-dengar dari Andi, kamu performanya luar biasa bagus ya sampai-sampai klien kita langsung menyerahkan kerjasamanya dengan perusahaan kita tanpa banyak pertanyaan lagi.” Tya terlihat begitu


antusias.


“ Hehe, iya Kak. Tapi sebenarnya itu semua karena mereka yang sangat enak diajak bicara Kak, dan juga dapat dengan mudah mencerna setiap kalimat yang Vira sampaikan.” Ujar Vira.


“ Kamu tau nggak Vir, perusahaan mereka adalah perusahaan yang sangat sulit diajak untuk bekerjasama. Dan juga para klien yang tadi datang mendengarkan persentase mu itu, semuanya mereka bukan orang yang bisa


diajak bicara. Namun, denganmu, hanya mendengarkan beberapa kalimat darimu saja, mereka tanpa pikir panjang langsung menandatangani kontrak kerjasamanya, sungguh hebat kamu Vir.” Jelas Tya.


“ Wah… benarkah Kak? Berarti seridaknya sekarang Vira harus dapat apresiasi dong dari kantor.” Ucap Vira.


“ Seharusnya sih begitu, di hari pertama masuk kamu bekerja saja, sudah menguntungkan perusahaan seperti ini. Seharusnya sih, Presdir kita memberikan mu hadiah untuk itu.” Kata Tya.


Hehehe, jika seperti itu kata Kak Tya, maka aku akan menaagihnya nanti dirumah.

__ADS_1


Senyum licik mulai mengudara dari sudut bibir Vira.


“ Kamu kenapa Vir? Kok senyum-senyum sendiri seperti itu?” Tanya Tya merasa heran.


“ Eh, nggak apa-apa kok Kak. Oya, ini sudah waktunya pulang kan? Yuk kita segera keluar dari sini.” Sanggah Vira yang kini berdalih mengajak Tya untuk pulang.


Diluar perusahaan.


Para karyawan terlihat mengambil kendaraan masing-masing di parkiran. Sebagian menggunakan mobil, namun tak banyak pula dari para karyawan yang menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi kendaraan nya.


Tya sendiri saat ini terlihat di jempur oleh seorang pria menggunakan sebuah mobil yang berwarna hitam. Mungkin itu kekasihnya, begitu pikir Vira.


“ Vir, aku duluan ya, bay!” Tya melambaikan tangan nya meninggalkan Vira sedirian disana.


“ Ya, Kak! Hati-hati ya, sampai jumpa besok!” serunya sembari membalas lambaian tangan Tya terhadap nya.


Kini mobil berwarna hitam itupun melaju meninggalkan halaman perusahaan, sementara Vira masih berdiri disana.


Tin! Tin! Tin!


“ Siapa sih!” sungut nya.


Dilihat nya sebuah mobil mewah berada disana.


“ Huh! Indra.” Rutuk nya.


Lalu kini mobil tersebut menghampiri Vira yang berdiri disana.


“ Hey, gadis kampung! Cepat naik!” Seru seseorang dari dalam.


Tanpa menjawab, Vira bergegas dengan segera menaiki mobil tersebut. Lagi-lagi Andi mengambil momen itu dan

__ADS_1


memperhatikan nya dari depan.


Hehehe, sepertinya aka nada tontonan menarik nih.


Gumam Andi.


Di betulkan nya kaca spion depan dengan baik. Agar bisa dengan jelas melihta kearah belakang dari sana. Namun,


sayang nya Indra seolah dapat menangkap maksudnya tersebut.


“ Jaga sikap mu Ndi, jangan coba-coba bertindak di luar pekerjaanmu. Jika tidak, gajimu bulan ini tidak akan aku bayar.” Ketus Indra.


Dasar Bos sialan! Bisa-bisanya dia mengancam dengan hal seperti itu, iyain aja dulu deh, tapi aku harus tetap dengan keinginan ku, hehehe.


Gumam Andi.


“ Maafkan saya Tuan, mana berani saya melakukan sesuatu diluar perintah Tuan. Ampun, saya takut.” Ujar Andi.


“ Hmm, supir nya saja sampe ketakutan seperti itu di buatnya.” Lirih Vira sambil menoleh kearah samping kaca mobil.


“ Apa kau bilang? Beraninya kau mengataiku!” Dengus Indra kesal.


“ Ampun Tuan, mana berani saya mengatai Tuan.” Vira mengangkat kedua tangannya yang ia katupkan keatas.


Membuat Andi yang duduk di kursi depan tersenyum melihat aksinya.


“ Andi! Kau benar-benar ingin bekerja secara suka rela ya bulan ini!” Tegas Indra, yang saat ini merasa jika Andi sedang menertawakan nya.


“ Maaf, Tuan, saya tidak berani.” Timpal Andi.


“ Jlankan mobilnya, seharian ini bersama gadis kampung ini membuatku kesal saja.” Cetus Indra dengan amarahnya.

__ADS_1


Memang benar, hari ini entah mengapa emosi Indra dibuat naik turun oleh Vira. Terkadang ia bersikap begitu arogan. Namun, adakala nya juga ia tersenyum saat menyaksikan tingkah lucu gadis itu. Seperti contohnya di restoran tadi siang. Indra yang sudah sejak lama tidak tersenyum seperti itu semenjak di tinggal nikah kekasihnya, hari ini kembali terlihat mengulas senyumnya terhadap gadis kampung yang selalu di hina nya.


BERSAMBUNG


__ADS_2