Ternyata Ini Cinta

Ternyata Ini Cinta
Datang tak diundang pulang tanpa pamit


__ADS_3

Setelah kepergian Andi dari kamar nya. Kini Indra terlihat berjalan kesana-kemari layak seseorang yang sedang gelisah. Entah apa yang tengah di pikirkan-nya saat ini, yang pasti gurat kekhawatiran terlihat jelas di wajah nya.


Tak ingin larut dalam ke gelisahan nya, kini Indra memilih untuk masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah membersihkan diri, kini Indra kembali masuk kedalam kamarnya dan berjalan menuju kearah lemari untuk mengambil pakaian nya.


Setelah itu, ia kemudian berjalan kearah ranjang dan membaringkan tubuhnya disana.


Diatas langit-langit kamar, Indra memandang dan membayangkan bagaimana Vira yang berjalan tadi dengan kaki sedikit pincang. Gadis itu tak mengeluh sakit, namun terlihat jelas dari cara ia berjalan yang menahan rasa sakit nya agar tak terlalu terlihat pincang di mata orang lain.


Benar-benar gadis kampung keras kepala.


Gumam Indra.


“ Eh, kenapa aku jadi mirin dia sih! Jelas-jelas aku sama sekali tak suka melihat nya, tapi sekarang… Ah, mungkin itu karena rasa bersalahku yang saat itu sama sekali tak menolong nya. Bahkan aku sempat mengatai-nya disana.” Lirih Indra.


Kini ia putuskan untuk menjenguk Vira di kamar nya, sebagai rasa penebus kesalahan yang ia lakukan sewaktu di restoran.


Sementara itu di kamar Vira.


Vira yang telah selesai membersihkaan tubuhnya kini kembali masuk kedalam kamar. Dengan lilitan handuk yang membaluti tubuhnya, ia lantas berjalan menuju kearah ranjang dan duduk disana. Di angkat nya kaki kanan nya


lalu di pijit perlahan.


“ Auww!” ringis nya.


Terasa sangat sakit di bagian pergelangan kakinya. Di pijit nya lagi perlahan-lahan berusaha meredakan sedikit rasa sakit yang ada, hingga sesaat kemudian saat Vira tengah berkonsetrasi dengan pijitan nya tiba-tiba saja seseorang membuka pintu kamar nya.


Ceklek!


Sontak saja hal itu membuat Vira seketika bangkit dari duduk nya. Di pegang nya handuk nya dan dilihat-nya kearah pintu kamar.

__ADS_1


“ Indra.” Lirih nya merasa terkejut dengan kehadiran Indra.


Sementara itu Indra tanpa ragu melangkah menuju kearah ranjang menghampiri Vira disana.


Dilirik nya kearah bawah, disana Indra melihat Vira yang mengangkat sedikit bagian kakinya yang terasa sakit.


“ Duduk!” perintah Indra.


“ Hah, apa?” Vira masih tak mengerti, wajah polos nya terlihat begitu imut sekarang.


“ Kau itu bodoh apa tuli?” Tanya Indra.


“ Apa?” Vira masih tak mengerti.


“ Duduk!” seru Indra lagi.


Keluh Vira.


Vira pun menurut dan duduk di ranjang nya.


“ Sandarkan badan mu, dan juga ulurkan kakimu.” Perintah Indra.


Membuat Vira menaruh curiga terhadap nya.


“ Anda mau apa Tuan? Saya ini wanita baik-baik, jadi jangan pernah berpikir yang macam-macam tentang saya.” Ucap Vira di sertai raut wajah yang penuh dengan kekhawatiran.


Di pegang nya handuk nya erat-erat, merasa takut jika sesuatu hal yang terjadi nantinya.


“ Kau gila ya? Kau pikir aku ini lelaki mesum?”

__ADS_1


Vira mengangguk pelan.


“ Cih! Jika pun aku mesum, maka aku tidak akan pernah menyentuhmu. Karena kau itu cuma gadis kampung! Sama sekali bukan tipe ku.” Ketus Indra. Wajah nya kini terlihat begitu kesal menatap kearah Vira. Tapi entah mengapa, melihat raut wajah gadis itu yang dilanda ketakutan, membuat hatinya sedikit tersentuh. “ Sudahlah, jangan takut. Aku kesini cuma ingin membatumu mengobati kakimu.” Ucapnya kini dengan suara ayang sedikit melemah. “ Cepat, ulurkan kakimu. Gini saja kenapa lama sekali sih!” sungut nya.


Kini Vira terlihat pasrah, dan membiarkan Indra mengobati kakinya.


“ Bagian mana yang sakit? Disini, apa disini?” Tanya Indra seraya meraba beberapa titik rentan kaki yang sakit.


“ Disini.” Tunjuk Vira.


Indra pun kemudian mengolesi salap dan memijat nya pelan.


Beberapa saat kemudian.


“ Bagaimana sekarang?” Tanya Indra.


Vira lantas melepaskan kedua tangan nya yang sedari tadi menutupi bagian dadanya, untuk memegangi pergelangan kakinya. Sehingga kini terpampanglah sudah belahan dada Vira didepan Indra, membuat pria itu tersipu malu dan mengalihkan pandangan nya.


“ Sudah mendingan, makasih ya.” Ucap Vira tulus.


“ Hmm, sama-sama.” Jawab indra.


Tak ingin berlama-lama lagi disana, Indra lantas segera pergi dari sana.


Dasar pria aneh, datang tak di undang, pulang tanpa pamit.


Gumam Vira.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2