
Nenek Saimah yang sudah terhipnotis dengan ketampanan dan juga keramahan Deon dari awal, ia pun mengijinkan Deon untuk membawa Zahra kembali bersamanya.
Ya walau dia sudah tahu dari awal bahwa Zahra belum lah bersuami, tapi melihat kebaikan dan ketulusan Deon, ia pun mempersilahkan saja.
Bahkan ia sempat menasehati Zahra agar mau ikut bersamanya. Itu demi dia dan juga anak dalam kandungannya.
"Untuk masa depan kalian nak." ujar nenek Saimah yang sedang menasehati di sebuah kamar
"Tapi nek. Pria tidak waras itu jahat sama Zahra." rengek Zahra yang kekeh tak mau ikut dengan Deon
"Percayalah sayang. Nak Deon bicara sungguh-sungguh. Ia membutuhkan mu."
"Tidak nek. Buktinya dia tidak percaya kalo anak yang Zahra kandung adalah anaknya."
"Sudah sudah. Lupakan itu. Yang penting, sekarang nak Deon mau bertanggung jawab dan siyap memperbaiki kesalahannya." lanjut nenek Saimah yang terus menasehati Zahra
"Tapi nek."
"Percayalah pada nenek. Berikan satu kali kesempatan untuk nak Deon. Dan jika nak Deon melukai hati mu lagi, nenek siap membela mu. Dan rumah nenek terbuka lebar untuk mu nanti."
"Nenek." Zahra terharu mendengar ucapan nenek Saimah yang begitu perhatian padanya. Saat dia merasa tak punya siapa-siapa lagi. Bahkan keluarganya tak ada di sisinya. Nenek Saimah memeluknya dengan erat bak keluarga sendiri.
Akhirnya Zahra pun luluh dan mau ikut kembali bersama Deon.
Ia pun segera merapihkan barang- barang yang harus di bawa.
Setelah semuanya siyap, mereka pun berpamitan pada nenek Saimah dan juga Ryan. Setelah sebelumnya mengucapkan banyak-banyak berterimakasih pada mereka.
Deon, Zahra dan juga para ajudannya berangkat kembali ke kota. Di waktu malam sudah semakin larut.
Hening..
Hanya keheningan yang ada diantara mereka saat perjalanan kembali ke kota. Zahra masih merasa canggung dan enggan untuk berbicara dengan pria di sampingnya.
Ia masih saja mengingat kejadian yang membuat hatinya rapuh. Hari dimana ia merasakan ketulusan cinta dari Deon. Namun sehari setelahnya, ia dibuat hancur. Itu yang membuat Zahra kabur dan ingin lenyap dari kehidupan Deon. Namun lagi-lagi, pria ini datang. Bahkan jarak antara dirinya begitu dekat.
...****************...
Setelah perjalanan yang melelahkan, akhirnya mereka sampai di mansion.
Deon pun berniat menggendong Zahra yang terlelap pulas dalam mobil sedari perjalanan tadi. Tapi tak disangka. Baru saja ia melingkarkan tangannya di badan Zahra, ia malah terbangun.
__ADS_1
Sontak Zahra yang kaget langsung menendang tubuh Deon hingga tersungkur ke bangku depan.
"Pria gila. Dasar kau mesum." teriak Zahra hingga mengagetkan para ajudan yang sudah turun terlebih dahulu.
Mereka pun mendatangi tuannya untuk memastikan keadaannya. Namun tuannya menyuruhnya untuk kembali.
"Tidak masalah jika kau ingin tidur dalam mobil yang pengap ini." ujar Deon dengan sedikit kesal. Ia pun segera bangkit dari tempatnya tersungkur dan keluar dari dalam mobil.
Zahra yang mendengar ucapan Deon, lantas ia melihat sekelilingnya. Ia pun segera menyadari bahwa dirinya sudah sampai di mansion tempat ia tinggal sebelumnya.
Ia segera duduk tegap merilekskan tubuhnya sebelum ia akan turun dari mobil.
Namun, melihat Deon yang sudah berjalan di depan. Lantas ia bergegas dan mengejar Deon.
"Kenapa kau membawa ku kemari." tanya Zahra setelah dirinya bisa berjalan tepat di samping Deon
Deon yang masih merasa kesal pada dirinya, ia pun hanya diam mendengar pertanyaannya.
"Aku tidak mau tinggal di sini." celoteh Zahra lagi
"Aku akan kembali ke kontrakan ku dulu." lanjutnya mengoceh tanpa henti di samping Deon yang hanya membiarkannya
Mendengar bentakan Zahra, ia sama sekali tak bergeming. Ia tetap berjalan tanpa menggubris ocehan- ocehan Zahra hingga sampailah mereka berdua di sebuah kamar.
Zahra memandangi seisi kamar. Terlihat sebuah tempat tidur yang luas. Dan yang membuatnya bingung, sepasang baju pria dan wanita sudah siyap di sana.
"Kau. Pria mesum. Apa yang kau lakukan." teriaknya setelah matanya tertuju pada sosok pria tanpa kain menutupi tubuhnya. Dan lagi, pintu kamar yang masih terbuka.
Gila.
Ini sangat gila. Zahra merasakan keanehan.
"Aku harus pergi. Tunjukan dimana kamar ku." ujar Zahra yang ingin meninggalkan Deon yang sudah tak berbusana itu dengan menutup matanya.
Namun segera Deon menghalanginya dan mengunci pintu kamar.
Ia yang tak mau melihat tubuh bugil Deon, hanya bisa menutup matanya dengan satu tangannya. Dan yang satunya ia gunakan untuk menyingkirkan tangan Deon yang berusaha menghalanginya.
"Apa yang kau lakukan. Cepat buka pintunya." teriak Zahra
"Apa kau tidak ingin mandi dan beristirahat." tanya Deon
__ADS_1
"Apa kau gila. Pasti aku ingin beristirahat. Aku lelah." jawab Zahra dengan teriakannya
Deon pun pergi meninggalkan Zahra dan mengambil sehelai handuk untuk menutupi bagian bawahnya.
Dan Zahra yang merasa bahwa Deon sudah tidak ada di hadapannya, ia segera membuka matanya dan akan kabur dari kamar aneh ini.
Tapi.
"Kunci. Dimana kuncinya." Teriak Zahra lagi saat mendapati dirinya tak bisa membuka pintu kamar
"Cepatlah mandi dan beristirahat." kata Deon yang tak menghiraukan Zahra dan berjalan menuju kamar mandi
"Kau. Dasar pria tidak waras." teriak Zahra seraya berjalan mendekati Deon
"Dimana kuncinya. Cepat berikan pada ku." teriak Zahra lagi dengan tangannya yang tanpa sadar memukul tubuh kekar milik Deon
Tapi Deon tetap saja tak memperdulikannya. Ia tetap berjalan hingga depan pintu kamar mandi.
Dan.
Braaakkk...
Tangannya menarik kuat tubuh Zahra hingga ikut masuk juga dalam kamar mandi.
"Sial. Apa yang kau lakukan." tanya Zahra tak percaya mendapati sekarang dirinya berada dalam satu kamar mandi dengan pria tidak waras
"Apa. Aku hanya akan membersihkan tubuh ku." jawab Deon dengan entengnya seraya menghimpit tubuh Zahra di balik pintu kamar mandi
"Lepaskan aku pria mesum." Zahra berontak dan berusaha menyingkirkan tubuh kekar Deon dari hadapannya.
Namun tubuhnya yang lebih kecil dari pria di hadapannya tak mampu membuat Deon bergeser sedikitpun.
"Tolong. Aku lelah selama perjalanan tadi. Lepaskan aku. Aku ingin beristirahat." ujar Zahra merayu dan memelas pada Deon agar dirinya segera melepaskannya
"Apa aku harus melepaskan mu. Kau kan yang terus mengikuti ku sedari tadi." jawab Deon dengan tatapan dan senyum mesumnya
"Hah. Aku mengikuti mu. Apa kau tidak salah. Aku hanya ingin keluar dari kamar ini." jawab Zahra kesal dengan wajah gemasnya
Deon yang sedari tadi menatapnya palah dibuat tak tahan ingin menyentuhnya. Tapi tepat saat dirinya terbuai dan ingin lebih mendekat pada tubuh Zahra. Ia palah mendapatkan tendangan keras tepat di kehidupannya.
Ia pun segera menjauh dari tubuh Zahra. Dan Zahra berhasil kabur dari ketidakwarasan Deon.
__ADS_1