Terpaksa Mengandung Anak Tuan

Terpaksa Mengandung Anak Tuan
Teriakan Zahra


__ADS_3

Akhirnya Zahra bisa menghindar dari pikiran kotor Deon.


Ia pun bergegas mencari kunci kamar dan berniat untuk pergi.


Tapi sayang. Ia yang terlanjur lelah tak kunjung juga menemukan apa yang ia cari.


Ia pun pasrah dan membaringkan tubuhnya yang sudah lemah di atas sofa dalam kamar tersebut. Hingga tak sadar, ia pun sudah terlelap ketika Deon keluar dari kamar mandi.


"Ish. Gadis ini." ujar Deon yang sudah berada tepat di depan wajah Zahra yang tengah tertidur pulas


Ia memandangi wanita di depannya lekat- lekat. Tak percaya. Ia bisa jatuh cinta pada gadis ceroboh dan brutal sepertinya.


Dan semakin lama ia memandangi wajah gadis di depannya. Ia palah terhipnotis dan ikut tertidur dengan menyenderkan kepalanya tepat di depan wajah Zahra.


"Dasar mesum." celetuk Zahra yang kaget mendapati Deon ada di sampingnya.


Ia pun bergegas duduk dibarengi Deon yang terbangun dari tidurnya.


"Hish. Kau itu. Apa tak bisa lemah lembut sedikit saja." ujar Deon yang kaget seraya memijit lehernya


"Lemah lembut. Bisa saja. Tapi tidak dengan pria mesum seperti mu." jawab Zahra judes


"Dasar gadis brutal." ucap Deon lirih


"Heh. Apa kata mu barusan. Aku dengar ya. Pria tidak waras. Mesum."


"Kau itu. Apa kau tidak bisa menjaga mulut mu itu. Pria mesum, tidak waras. Apa itu." ujar Deon sembari mendekati Zahra seolah ingin mencekik leher wanita di hadapannya itu


"Apa. Kau mau mencekik ku. Ayo. Lakukan saja." ejek Zahra


"Kau." geram Deon seraya menurunkan tangannya


Tok tok tok


Terdengar ketukan pintu dari luar


"Tuan sarapannya. Tuan Al meminta ku untuk membawanya ke atas. Karena tuan dan juga nona tak kunjung turun untuk sarapan." seru seorang wanita dari balik pintu


Lantas Deon bergegas membukakan pintu untuk pelayannya, agar membawakan masuk menu sarapan.


Pelayan itu bergegas membawa masuk dan menghidangkannya di depan Zahra. Lantas pamit keluar.


Zahra yang sudah merasa kelaparan, perutnya semakin meronta dan langsung menyambar hidangan di hadapannya.


Namun belum juga tangannya menyentuh setiap makanan di hadapannya, tangannya di sambar oleh pria di sampingnya.


"Kau itu jorok sekali. Cepat mandi. Ganti baju mu. Baru aku akan memperbolehkan mu menyantap semua hidangan di sini." gerutu Deon seraya memerintahkan Zahra agar segera membersihkan tubuhnya

__ADS_1


"Aku lapar. Apa kau tidak tau aku sedang mengandung. Aku butuh banyak asupan makanan." jawab Zahra dengan wajah cemberutnya


"Justru karena kau sedang mengandung anak ku. Kau harus menjaga kebersihan mu. Aku tidak mau terjadi apa- apa pada anak ku." jawab Deon


"Cepatlah mandi." lanjutnya


"Hish." gerutu Zahra seraya melangkahkan kaki nya lemas menuju kamar mandi


...****************...


Di sisi lain, Deon yang ditinggalkan Zahra mandi, ia memilih turun dan menemui Al di bawah.


"Bagaimana kondisinya." tanya Deon pada Al yang sedang sibuk dengan laptop di depan nya


"Ah. Tuan. Semua baik saja." jawab Al


"Masalah mata- mata tuan Jeven. Anggota kita masih menyelidiki dan kabar terbarunya, mereka sudah menemukan tempat persembunyiannya." lanjutnya lagi menerangkan


"Bagus. Jangan sampai mereka lolos. Cari tau segera apa yang mereka inginkan." perintah Deon pada Al


Deon memang segera memerintahkan bawahannya untuk menyelidiki kasus tuan Jeven. Setelah ia tau bahwa Jeven mengirimkan mata- mata sampai di sini.


"Lalu. Tentang keluarga Ara. Apa yang kalian dapat." lanjutnya bertanya pada Al


"Aman tuan. Nona bisa segera mengunjunginya untuk mengatur hari pernikahan. Tapi." jawab Al ragu


"Tapi apa." Deon mulai curiga tak tenang


"Lalu. Apa masalahnya." tanya Deon semakin penasaran


"Mungkin akan susah bagi nona. Dia datang dengan keadaan perut yang sudah membuncit. Saya takut jika nona ke sana, nona palah akan mendapatkan masalah." lanjut Al menerangkan sedetail nya


"Itu bukan masalah. Aku akan menemaninya."


"Tapi jadwal tuan penuh untuk minggu ini. Dan nona, harus menemui keluarganya minggu ini juga. Karena minggu depan pernikahan akan dilangsungkan."


"Batalkan saja yang tidak penting. Ara itu yang utama sekarang."


"Tapi tuan. Kita sudah membuat janji dengan klien."


"Pokoknya itu urusan mu. Kau harus mengurus semuanya dengan baik." celetuk Deon yang langsung melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Al dengan seribu kebingungan


"Tuan yang jatuh cinta. Kenapa aku yang harus pusing seperti ini." gerutu Al dalam hati


...****************...


Deon berjalan kembali menuju kamarnya. Ia mendapati Zahra yang sedang makan setiap hidangan yang ada dengan lahapnya. Ia pun segera datang menghampirinya. Tapi baru saja ia melangkahkan kakinya masuk, ocehan demi ocehan Zahra lontarkan padanya.

__ADS_1


"Kenapa kau mengunciku di sini." ujar Zahra ketika dirinya menyadari Deon kembali


"Kau kira aku ini tawanan mu."


"Aku tidak mau di sini. Ruangan ini membuat aku sesak nafas." lanjutnya terus mengoceh


"Kau sesak nafas karena kau kebanyakan makan. Dengan badan mu yang sekecil itu, kau itu rakus sekali." cemooh Deon menimpali ocehan Zahra


"Apa kau bilang. Rakus." Zahra pun baru sadar, kali ini omongan Deon ada benarnya juga. Ya, tanpa disadari hidangan yang awalnya begitu banyak hampir habis hanya oleh dirinya.


"Tidak begitu juga. Aku kan berbadan dua sekarang. Wajar saja." sanggah Zahra yang tetap tak mau dikatai rakus. Walaupun dalam hati ia mengakuinya


"Hish. Terserah kau saja." jawab Deon dengan berjalan menghampiri Zahra dan menempatkan dirinya tepat di depan Zahra


"Kau tidak makan." ujar Zahra seraya mengulurkan makanan yang ia pegang pada lelaki di depannya itu


"Tidak. Kau habiskan saja." jawab Deon halus sambil menatap Zahra


"Kau tidak lapar." tanya Zahra lagi


"Tidak. Aku sudah kenyang hanya menatap mu." jawabnya yang lagi- lagi dengan tatapan mata yang terus tertuju pada wanita di depannya itu


"Ya sudah kalo begitu." jawab Zahra yang masih bersikap cuek pada Deon.


Ia pun terus melanjutkan makannya, hingga hidangan di depannya yang awalnya begitu banyak habis ludes hanya oleh dirinya.


Ia menghela nafasnya setelah menghabiskan satu tegukan terakhir.


"Apa sudah kenyang." tanya Deon yang terus menatapi Zahra sedari tadi


"Tentu saja."


"Bagus lah."


"Kenapa kau menatapku seperti itu." tanya Zahra yang merasa aneh dengan kelakuan Deon yang terus menatap dirinya


"Tidak apa-apa." Jawab Deon singkat


"Tidak mungkin. Kau terus menatap ku sedari tadi." ujar Zahra


"Kau. Apa kau." sontak Zahra mengangkat tangannya dan meletakkan untuk menutupi dadanya


"Dasar pria mesum." tuduh Zahra pada Deon yang masih saja memandangi dirinya


"Otak mu itu ya. Selalu saja berpikir aku mesum. Jangan- jangan kau mau aku..." jawab Deon seraya tangannya memeragakan meremas


"Ahhhh..." teriak Zahra kencang

__ADS_1


Apa yang terjadi ya sama Zahra?


Tunggu di BAB selanjutnya ❤️❤️❤️


__ADS_2