Terpaksa Mengandung Anak Tuan

Terpaksa Mengandung Anak Tuan
Gairah Deon


__ADS_3

"Ahhh..." Teriak Zahra kencang hingga membuat para pelayan di ruang bawah panik dan menghampirinya di kamar.


"Nona. Tuan. Apa yang terjadi." teriak para pelayan yang khawatir dari balik pintu


Tak mendengar satu jawaban pun dari nona dan tuan nya, mereka pun mencoba untuk kembali memanggilnya.


"Nona. Tuan. Apa sudah terjadi sesuatu." teriak seorang pelayan lagi


"Nona. Apa terjadi sesuatu pada kandungan nona." tanya seorang pelayan lainnya


Mendengar kekhawatiran para pelayannya di luar, Deon pun segera berteriak menjawab.


"Tidak ada yang terjadi. Nona kalian hanya sedang bergurau." ujar Deon


Mendengar jawaban dari tuan nya, para pelayan pun lantas lega dan kembali pada pekerjaan mereka masing- masing.


Sedangkan Zahra dan Deon.


"Kau itu sudah gila ya." ujar Deon pada Zahra


"Kau berteriak begitu kencang. Kau dengar para pelayan tadi. Mereka semua ada di ruang bawah. Dan mereka bisa datang kemari karena teriakan mu. Gadis bar- bar." ujar Deon lagi


"Itu kan karena kau..." jawab Zahra lirih takut melihat tatapan pria di depannya


"Sudahlah. Lupakan saja." ujar Deon


"Maaf."


"Maaf untuk apa."


"Kau terlihat kesal karena ulah ku."


"Tentu saja. Aku tidak suka wanita bar- bar yang suka teriak seenaknya."


"Benarkah kau tidak menyukai ku." tanya Zahra ragu


"Menurut mu."


"Iya. Kau tak menyukai ku. Kau hanya menginginkan anak dalam kandungan ku ini." jawab Zahra dengan raut wajah yang terlihat sedih


"Apa kau sedih jika aku tak menyukai mu."


"Sedih. Haha. Itu tidak mungkin."


"Benarkah." tanya Deon dengan tatapan serius


"Tentu saja."

__ADS_1


"Baiklah."


"Apa kau tidak percaya."


"Kenapa aku harus percaya pada mu." tanya Deon


"Seharusnya kau percaya." ujar Zahra meyakinkan


"Apa kau tidak merindukan ku selama pelarian mu kemarin." jawab Deon dengan pertanyaan pada wanita di depan nya.


"Hahaha. Merindukanmu." merasa geli dengan pertanyaan Deon, Zahra pun mengeluarkan tawanya yang keras


"Apa aku terlihat sedang bercanda." ujar Deon merasa kesal dengan kelakuan Zahra


"Kau itu lucu. Lagian kenapa juga aku harus merindukanmu." jawab Zahra


"Kau itu benar-benar lucu. Aku tidak mau tinggal dengan pria tidak waras dan mesum seperti mu." lanjutnya


"Benarkah. Lalu. Apa artinya liontin yang kau kenakan di leher mu itu." tanya Deon dengan pandangan mata yang lekat pada wanita di depannya


Sontak Zahra meraba sebuah liontin yang ia kenakan. Ya. Liontin pemberian dari Deon. Yang ia dapatkan di hari pertama ia bertemu dengannya. Di hotel lotus. Dimana itu juga menjadi hari ia kehilangan kesuciannya. Hingga ia kini harus terpaksa mengandung diusia yang tak ia inginkan. Bahkan hidupnya kini menjadi terikat dengan pria yang ia anggap tidak waras dan mesum.


"Ah. Ini. Ini hanya terlihat cantik saja. Dan sayang sekali jika barang sebagus ini tidak dipakai." jawab Zahra berbohong. Karena sebenarnya, selama pelarian ia merasa merindukan pria pemberi liontin yang ia kenakan. Namun ia enggan untuk mengakuinya.


"Okelah. Masuk akal juga penjelasan mu. Itu memang barang mahal. Tak seharusnya kau menolak untuk memakainya kan."


"Tidak. Aku sama sekali tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya ingin lebih menegaskan. Kalo liontin yang kau kenakan memang benar-benar bagus."


"Hish. Aku tau kau sedang merendahkan ku. Orang seperti mu memang selalu merasa paling wah kan." ujar Zahra sebal menimpali jawaban Deon


"Itu hanya pemikiran mu saja. Aku tidak berpikir demikian."


"Sudahlah. Aku kembalikan saja ini pada mu." ujar Zahra seraya tangannya hendak melepaskan liontin yang melingkar di lehernya


"Kau tak perlu itu." ujar Deon dengan tangannya yang sigap menghentikan apa yang akan dilakukan Zahra.


Hingga akhirnya mereka berdua saling berhadapan dengan jarak yang hanya sejengkal.


Kedua tangan mereka saling bertautan di belakang leher Zahra.


Tatapan kedua mata mereka bertemu. Zahra hanya bisa diam mematung. Bibirnya yang biasa menyoraki pria dihadapannya mes*m, kini hanya bisa membisu. Bahkan jantungnya merasakan detak yang berbeda.


Semakin lama bertatapan dengan tangan saling bertautan, rupanya juga membuat Deon tak bisa menahan dirinya akan wanita yang ada tepat sejengkal di hadapannya.


Ia seperti terhipnotis oleh keseksian bibir dan wajah ayu pujaan hatinya.


Di dekatkan nya lebih dekat wajahnya. Hingga bibirnya menyentuh bibir Zahra yang lembut.

__ADS_1


Dikecu*nya bibir seksi Zahra dengan penuh semangat dan kelembutan. Semakin lama semakin terhanyut, hingga terdengar nafas Zahra yang mulai tak beraturan.


Dan Deon yang sudah merasa dikuasi gairah. Melanjutkannya dengan mengecup telinga Zahra. Diberikannya sentuhan hingga Zahra menggeliat geli. Merasakan setiap jengkal leher putihnya. Hingga terdengar rintihan lembut dari bibir mungil nan seksi Zahra.


Deon merasa semakin menggebu. Ia tak bisa lagi menahan gairahnya. Tangannya mulai berjalan- jalan di setiap lekuk tubuh Zahra. Hingga membuat Zahra terlihat semakin melayang.


Suara rintihan syahdu pun terus terdengar. Dan tibalah saat tangan Deon menyentuh dua buah gundukan.


"Kau..." teriak Zahra kencang menyadari apa yang sedang terjadi.


Ditendangnya dengan spontan pria yang sedang menguasai tubuhnya. Hingga tak sengaja mengenai milik Deon yang sudah terlihat mengeras sempurna.


"Kau." ujar Deon yang jatuh tersungkur ke bawah. Merintih dan memegangi miliknya yang kesakitan.


"Pria mes*m. Apa yang sudah kau lakukan pada ku." teriak Zahra yang tak perduli dengan rintihan Deon


"Gadis bar- bar. Kau melukai milik ku." teriak Deon tak mau kalah


"Kau yang membuat aku melakukannya. Jika kau tak berbuat mes*m pada ku. Aku pasti tidak akan menendang mu." ujar Zahra tak mau disalahkan


"Kau harus tanggung jawab." ujar Deon seraya bangkit dan berjalan mendekati Zahra


"Apa. Kenapa harus aku."


"Karena kau gadis bar- bar."


Sontak dirubuhkannya tubuh Deon tepat di atas tubuh Zahra. Hingga membuat wanita mungil itu kesulitan untuk bergerak.


"Pria tidak waras. Lepaskan aku." teriak Zahra


Seakan tak perduli dengan teriakan Zahra. Deon palah melepaskan pakaian yang ia kenakan lalu mencu**ui wanita di bawah badannya dengan brutal.


"Deon. Lepaskan. Dasar pria tidak waras." teriak Zahra lagi


Deon yang sudah tak bisa menahan gairahnya, ditambah karena ulah Zahra yang membuatnya kesal palah semakin tak karuan memperlakukan Zahra.


Ia benar-benar tak memperdulikan teriakan Zahra sama sekali. Ia hanya melakukan sesuai apa yang ia inginkan.


Bibir dan tangannya terus bergerak di atas tubuh Zahra. Merobek pakaian yang dikenakan oleh Zahra hingga melucuti semua yang dikenakannya.


Mere*as dua gundukan yang kenyal. Dan terus mencu**ui setiap lekuk tubuhnya tanpa tersisa.


Hingga sampailah di bagian yang sangat membangkitkan gairahnya. Deon pun membisikkan kalimat cinta di telinga Zahra yang terlihat sama sekali tak mengikuti permainannya.


Hingga akhirnya.


Terdengar rintihan syahdu disertai getaran hebat tubuh Deon.

__ADS_1


__ADS_2