
Y/n : " Kau tidak berhak bilang seperti itu padaku. Kau pikir kau siapa?" kata y/n marah. Y/n tidak habis pikir Jk akan bilang seperti itu pada y/n.
Y/n : " kalau pun memang aku seperti itu, ini semua tidak ada hubungannya dengan mu?" y/n lalu beranjak pergi sebelum kesabaran nya habis. dia tidak ingin hubungannya dengan Jk jadi tidak menyenangkan. Jadi dia memilih pergi. Tapi di cegah Jk. Terlihat bangtan mulai berdatangan karena suara pertengkaran mereka yang cukup keras.
Jin : " Apa yang terjadi?" tanya Jin pada suga.
Suga : " Jk bertengkar dengan y/n ".
Jin : "Apa" jin kaget.
Jk : " Tunggi sebentar". Jk berusaha menahan tangan y/n tapi di hempaskan oleh y/n.
Y/n : " Kenapa! Belum cukup menghinanya. Kau mau menghina apa lagi. Bilang saja. Aku wanita malam, wanita panggilan atau wanita Nakal. Panggil saja sesukamu".
Jin : " y/n sii, Apa yang terjadi?" tanya Jin
Y/n : " tidak kenapa² oppa".
Jk : " hyung, kalau wanita pulang pagi, pakai pakaian seksi dan mabuk. Menurut mu dia apa?" tanya Jk.
Jin : " Memang kenapa? Kalau y/n seperti itu, itu bukan urusan kita Jk. Itu pilihan dia".
Jawaban Jin memang lebih bijaksana daripada kecurigaan Jk.
Jk : " Tapi itu kan tidak baik untuknya".
__ADS_1
Jin : " Jk, y/n sudah dewasa. Dia bisa melakukan apapun yang dia mau?"
Jk : " Tapi hyung. Itu tetap tidak benarkan !".
Jin : " Jk. Minta Maaflah pada y/n." y/n sudah tidak bisa menerima hinaan Jk lagi. Air mata nya mulai jatuh. sesekali y/n menyeka air matanya.
Y/n : " Jungkook si, kau sudah keterlaluan. Sekarang semua orang berpikir aku seperti itu gara² kamu. Kalau memang kau tidak tau apa² jangan asal memuduhku". Kata y/n berat sambil menahan tangis.
Terdengar yuura berlarian memanggil y/n.
Yuura : "Unnie, ada telp dari Rumah Sakit". Kata yuura sambil mengatur nafas.
Y/n lalu mengambil telp dari yuura dan mengangkat panggilan telpnya.
Yuura : " unnie, kenapa?" kata yuura cemas dia pun juga merasakan firasat yang tidak baik.
Y/n : " OEMMMAAA" Teriak y/n. Seketika y/n langsung berlari tanpa sadar Hpnya di jatuhkan begitu saja. Y/n terus berlari disusul dengan yuura.
yuura : " Uniie Aku ikut". Kata yuura sambil berlari mengikuti y/n.
Para member kebingunggan dengan kejadian ini. seketika semua member mulai berlari mengikuti y/n dan yuura. Sambil menangis y/n mencari kunci motornya dengan panik.
Yuura : " unnie, jangan pakai motor. Bahaya. Kita pakai taksi saja". Kata yuura. Tapi y/n tidak menjawab apapun. Dia hanya sibuk memcari kunci motornya.
Jin : " Yuura. Apa yang terjadi?" tanya Jin
__ADS_1
Yuura : " tidak tau. Sepertinya keadaan ibu y/n tidak baik² saja oppa".
Jin : " Y/n sii, biar aku antar saja". Kata jin menawarkan bantuan. tapi y/n tetap sibuk seperti tidak mengindahkan kata2 Jin.
Jin : " Y/N SII" teriak Jin sambil memegang bahu y/n .
Y/n : " Aku harus ke rumah sakit. Aku harus ke rumah sakit. Aku harus ke rumah sakit." y/n seperti orang linglung tak tau arah.
Jin : " Aku akan Mengantar mu. Ok". Y/n hanya mengangguk. Pikiran y/n sekarang sangat kacau. Setelah pertengkarannya dengan Jk. Tiba² keadaan ibunya yang tiba² tidak baik² saja. Ibu y/n memang sedang menjalani perawatan di Rumah sakit. dokter mendiagnosis ibu y/n kanker stadium akhir. Y/n sekuat tenaga mengumpulkan uang agar ibunya bisa terus mendapatkan perawatan.
Y/n, Jin dan yuura pergi bersama² ke Rumah sakit.
RUMAH SAKIT
Sesampainya di Rumah sakit y/n berlari tanpa menoleh kanan kiri. Dia menuju kamar rawat ibunya. Sesampainya dikamar rawat ibunya sudah penuh perawat dan dokter jaga. Y/n menerobos kerumunan perawat.
Dokter : " y/n sii, kami sudah berusaha semampu kami". Kata dokter pelan. Ibu y/n ternyata sudah meninggal dunia. Seketika hancur hati y/n. Seketika y/n memeluk jasab ibunya. sambil menangis dia berbisik ke jasad ibunya.
Y/n : " Oemma, y/n baik² saja disini. oemma pergilah dengan tenang. Terima kasih sudah menjadi ibu yang baik untuk y/n. Terima kasih Oemma. Selamat tinggal. Oemma". Y/n tidak ingin menangis karena ibunya pernah berpesan agar dia tidak menangis saat ibunya meninggal nanti. Tapi air mata y/n tidak bisa dibendung lagi. Y/n memcoba tabah. Y/n membelai rambut ibunya dan mencium kening ibunya.
Y/n : " Oemma, kau sangat cantik. Y/n pasti baik2 saja."
Yuura menangis sejadi - jadinya di belakang y/n. Jin yang mengantar ikut menangis bersama yuura.
Jin : " yuura, tenanglah. Y/n membutuhkan mu". Kata jin sambil merangkul yuura. Yuura hanya mengangguk mencoba menahan tangisannya.
__ADS_1