
HY COMPANY
Setelah selesai shooting bangtan beristirahat dan bercerita dengan penuh canda tawa seperti biasanya.
Jin : " Jk, Bagaimana keadaan y/n ? Dia baik - baik saja kan?" tanya Jin
Jk : " Tidak begitu bagus hyung" jawab Jk sedih.
Jin : " Memang ada apa? Y/n sakit ?"
Jk : " Bukan. Tapi dia tidak bisa makan banyak. Jadi gizi yang dia dapatkan agak kurang" Jk sedih.
Suga : " Apa seburuk itu keadaannya?" tanya Suga khawatir.
Jk : " Nee"
RM : " Lalu bagaimana dia bertahan selama ini?"
Jk : " Ya begitulah. Keluar masuk Rumah sakit. Aku merasa bersalah hyung. Bagaimana dia bisa menghadapinya sendiri?"
Jin : " Kita kenal y/n tidak lah sebentar. Dia wanita yang tangguh. Buktinya dia bisa kan membesarkan bayinya hingga sekarang?"
Jk : " Nee hyung. Aku beruntungkan mendapatkan cintanya?" Jk bangga.
Jimin : " Benar. Kalau dulu kau tidak menyukainya dulu, aku akan maju" ucap Jimin percaya diri.
V : " Aku juga. Dia type ku" V ikut² an.
Jk : " YAK..." jk marah.
Jimin : " Itu dulu. Sekarang tidak lah".
V : " Aku juga. Itu dulu Jungkook a" V ikut klarifikasi.
Jin : " Sudahlah itu masa lalu. Sekarang y/n punya Jk. Jangan macam²"
Mereka pun tertawa bersama lagi. Beberapa saat kemudian yuura nampak masuk ke ruangan bangtan dengan nafas yang terengah - enggah.
Yuura : " JK, KAU TIDAK MEMBAWA HP MU?" teriak yuura panik.
Jk : " Hp? Ada di dalam tas? Kenapa? " tanya Jk binggung.
Yuura : " Ayah mu menelpon mu terus. Tapi tidak bisa. Lalu dia menelpon ku dari telepon y/n" ucap y/n menata nafasnya.
Jk merasa paham maksud yuura lalu bergegas mengambil Hpnya. Benar saja ada puluhan telp tidak terjawab dari ayahnya. Tiba - tiba Hatinya merasa tidak tenang. Dia lalu mengingat keadaan y/n.
Yuura : " Y/n jatuh. Dia di larikan ke rumah sakit. Ayo kita kesana?"
DEGH.
Jantung Jk serasa berhenti berdetak. Mendengar berita dari yuura. Serasa tidak percaya karena baru beberapa jam lalu dia baru saja bicara dengan y/n di telepon.
Yuura : " JK "
Teriakan yuura membuyarkan lamunan binggung Jk. Dia jadi linglung.
Jin : " JK , Pergilah" perintah Jin.
sambil menunggu Jk berganti pakaian yuura mondar mandir mencemaskan keadaan y/n.
Jin : " Bagaimana kejadiannya? Sekarang bagaimana keadaannya?" tanya Jin ikut khawatir.
Yuura : " Aku juga belum tau oppa. Tapi dia sedang di operasi. Mereka harus mengeluarkan bayinya" ucap yuura sambil terisak histeris.
Jin merangkul Yuura mencoba menenangkan.
jin : " tenanglah. Y/n pasti baik - baik saja".
Jimin : " ehm. Dia pasti baik - baik saja"
Suga : " dia harus baik - baik saja."
V : " Hyung tidak bisakah kita ikut?" ucap V khawatir.
RM : " Kita tanya managernim dulu. Kalau memungkinkan kita bisa berangkat. Sementara biar Jk yang berangkat lebih dulu".
__ADS_1
V : " Nee."
Jk sudah siap berangkat.
Jin : " Hati - hati" pesan Jin
Jk : " Nee"
RM : " Pergilah dulu. Kami akan menyusul bersama staf yang lain" ucap RM.
Tanpa basa basi lagi Jk dan yuura berangkat ke busan dengan pesawat agar cepat sampai ke busan. Yuura yang sebelum nya sudah memesan tiket dan memastikan keadaan aman untuk Jk. memakan waktu 1 jam dari seoul ke busan membuat Jk tidak sabar untuk menemui y/n.
Jk : " Apa yang terjadi? Bagaimana dia bisa jatuh? Padahal kami baru saja bicara di telepon" gumam Jk di dalam pesawat.
setelah mendarat Jk di jemput hyungnya di bandara langsung melesat ke rumah sakit.
RUMAH SAKIT.
Jk lalu berlari ke lantai 2 tempat y/n dioperasi. Terlihat orang tua Jk sedang menunggu dengan cemas. Oemma pun terlihat menangis disamping suaminya.
Jk : " Appa?" Ucap Jk terhenti melihat pakaian appa nya yang masih penuh darah y/n.
Wajah Jk terlihat kalut luar biasa.
Appa : " Kau sudah datang nak?" ucap Appa lemas.
Jk : " Jangan bilang ini semua darah y/n "
Appa mengangguk pelan. Seketika Jk terjatuh ke lantai. Kakinya lemas seketika, tidak mampu menghadapi kenyataan lagi. Darah y/n sangat banyak yang tertinggal di baju appanya. Lalu bagaimana keadaan y/n? Kenapa banyak darah yang keluar? Pikiran Jk mengambang gamblang entah kemana. Appa membangunkan nya dan mendudukannya di kursi tunggu. Sedangkan oemma sedang saling menguatkan dengan yuura.
Jk : " sudah berapa lama dia didalam appa?"
Appa : " Hampir 2 jam"
Jk : " Dokter bilang apa?"
Appa : " Mereka akan mengeluarkan bayinya dulu, kalau tidak akan membahayakan mereka berdua" Jelaskan appa singkat.
Jk : " Tapi y/n bagaimana?" tanya Jk cemas.
Appa : " kita berdoa saja".
Beberapa jam berlalu akhirnya terdengar tangisan bayi dari dalam ruangan operasi. Bayi y/n sudah dilahirkan dengan selamat.
Perawat : " Suami nona Y/n ?" panggil perawat.
Jk : " Saya " Jk berdiri
Perawat : " Selamat bayinya sudah lahir. Laki - laki"
Jk : " Terima kasih. Bagaimana dengan ibunya?" tanya Jk khawatir.
Perawat : " Ibunya sedang ditangani dokter. Anda ingin melihat bayi anda?" tawarkan perawat berlalu pergi masuk ke dalam ruangan kembali. Jk mengikuti perawat masuk ke sebuah ruangan steril. Jk bisa melihat bayi laki - laki yang masih sangat kecil sedang tidur di box bayinya. Wajahnya terlihat sama persis dengan Wajah Jk saat kecil. Mata, hidung, mulut bahkan tidurnya pun sama.
Perawat : " Silahkan " Ucap perawat sambil mengendong bayinya dan menyerahkan nya ke dekapan Jk.
Jk tampak takjup melihat anaknya. Tanpa sadar ia mulai menangis melihat anaknya yang masih sangat kecil.
Jk : " Hai, Nak ini Appa. Selamat datang di dunia, appa akan memberikan segalanya untuk mu dan oemma mu" sambil menciumi anaknya.
Perawat : " Tuan bisakah anda melakukan skin metode? " tanya perawat.
Jk : " Mwo? skin apa?" tanya jk binggung.
Perawat : "Maksudnya menidurkan bayi di dada tanpa penghalang. Jadi kulit anda menyentuh kulit bayinya. Karenan keadaan bayi anda prematur" Perawat menjelaskan.
Jk : " Oh... Baiklah" jawab Jk mengerti.
Setelah dirasa cukup Perawat lalu meminta Jk menidurkan kembali anaknya ke box bayi agar bisa istirahat. Perawat memberitahu kan untuk Jk lebih sering melakukan skin metodenya secara berkala.
Jk kembali ke ruang operasi y/n.
Jk : " Bagaimana keadaan y/n Appa?" tanya Jk.
Appa : " Belum ada kabar nak. Bagaimana putra mu?"
__ADS_1
Jk : " Dia sangat tampan appa"
Appa : " Syukurlah".
Pintu operasi terbuka tapi bukan dokter yang keluar melainkan perawat yang mondar mandir membawa alat ini alat itu dan beberapa kantong darah. Kejadian itu membuat Jk dan keluarga yang menunggu semakin cemas bukan main.
Akhirnya dokter yang ditunggu sedari tadi oleh semua orang keluar ruangan juga.
Jk : " Bagaimana y/n dokter?" tanya Jk cemas.
Dokter : " Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. sekarang tinggal nona y/n yang berjuang".
Jk : " Maksudnya?" tanya Jk binggung.
Dokter : " Nona y/n Koma".
Seperti tersambar petir lagi, Jk mematung mendengar keadaan y/n.
Dokter : " Nona y/n akan dipindahkan ke Ruang ICU sekarang".
Perawat datang dengan mendorong y/n di atas bangkarnya. Segera Jk mendekat dan memegang tangan y/n membuat perawat terhenti.
Jk : " Sayang, aku mohon bangunlah. Kau belum melihat anakmu kan. Dia sangat tampan. tolong bangun sayang"
Jk menangis dan mencium tangan y/n lalu memcium kening y/n.
Perawat lalu membawa y/n ke ruangan ICU berdindingkan kaca. keluarga bisa melihat y/n terbaring dengan alat medis yang menempel di tubuhnya.
Semua orang menangis melihat keadaan y/n tak terkecuali yuura, dia hampir pingsan melihat sahabatnya terbaring di dalam ruangan ICU.
Yuura : " kau harus segera bangun y/n a. Jangan tinggalkan kami seperti ini" Gumam yuura sendiri.
Pagi pun tiba, Namun keadaan y/n belum ada kemajuan sedikitpun. Oemma dan appa sedang mengurusi keperluan Cucu pertama mereka. sedangkan Jk tak pernah beranjak dari tempat duduknya di depan ruang ICU ditemani yuura yang tak kalah syok.
Yuura : " Jungkook a, Y/n pasti bangun kan?" tanya yuura tanpa mengalihkan pandangannya dari sosok y/n.
Jk : " Dia wanita tangguh. Dia pasti bangun. Pasti" ucap Jk menguatkan dirinya sendiri.
Yuura : " Hmm. Siapa nama anak kalian ?"
Jk : " Joen Junho. Itu nama yang y/n siapkan".
Yuura : " Joen junho. Junho a"
Jk : " junho sangat tampan. Kau tau?"
Yuura : " Benarkah? Aku bahkan belum sempat melihatnya?".
Jk : " terima kasih yuura atas semua bantuanmu. Dari awal hingga sekarang". Ucap Jk sedih
Yuura : " Jangan seperti itu. Y/n juga keluarga bagiku. Sudah seharusnya aku melakukannya".
Jk : " Gumawo" sambil menepuk pundak yuura.
Perawat masuk memeriksa keadaan y/n secara berkala tiba - tiba terlihat panik dan memanggil - manggil dokter.
Perawat : " Dokter.. Dokter" panggil perawat.
Jk dan yuura pun bangkit dari tempat duduk dan ikut cemas mendengar teriakan perawat. Dokter berlari masuk ke ruangan ICU.
Dokter : " Nona y/n kau mendengarku?" tanya dokter mendekat ke wajah y/n.
Y/n : " Nee" Jawab y/n lemah kemudian tertidur kembali.
Jk langsung menerobos masuk ke ruangan.
Jk : " Ada apa dokter? Kenapa y/n?" tanya Jk panik.
Dokter : " Nona y/n baru saja sadar" jawab dokter. Terlihat wajah bahagia Jk. Ia lalu mendekat dan memegang tangan y/n dan menciuminya.
Jk : " Sayang. Kau mendengarku? Y/n a?" panggil Jk tapi y/n tidak merespon.
Dokter : " Dia masih dalam pengaruh obat bius. Kita tunggu saja".
Jk hanya menangis bahagia mendengar y/n yang tersadar walau sesaat.
__ADS_1
♡
♡