
Setelah berbincang - bincang dengan yuura, mereka bersiap untuk tidur kerena besok mereka harus ke bandara untuk terbang ke korea. Tiba - tiba Hp y/n berdering.
Y/n : " hallo, siapa ini?" kata y/n yang masih setengah sadar.
Jk : " y/n sii, kenapa kau sangat tega padaku".
Y/n : " Jungkook sii, apa maksudmu?"
Jk : " Aku tau semuanya" kata Jk.
Y/n : " Jungkook sii, kau mabuk ya?" kata y/n. Suara Jk terdengar melantur.
Jk : " itu bukan urusanmu. Kenapa kau sangat tega padaku. Kenapa kau melakukan itu padaku".
Y/n : " Kau dimana? Katakan cepat kau dimana?" kata y/n agak emosi.
Jk : " Kenapa? Untuk apa?"
Y/n : " katakan saja kau dimana? Kita perlu bicara!" kata y/n yang terdengar panik
Jk : " Tidak perlu. Lupakan saja semuanya mulai sekarang".
Y/n : " tunggu aku". Y/n lalu mengambil jaket dan berlari pergi. y/n mulai mencari Jk ke seluruh hotel tempat mereka menginap tapi tidak ketemu.*Apa mungkin dia di Atap, tadi ada suara angin yang cukup kencang*batin y/n. Tanpa pikir panjang y/n lalu berlari menuju atap.
Saat sampai y/n melihat Jk yang duduk dipojokan deng sebotol minuman ditangannya. Y/n lalu menghampiri Jk.
Y/n : " Apa yang kau lakukan disini? Disini dingin sekali. Ayo kembali ke kamarmu".
Jk : " TIDAK. Jangan pedulikan aku".
Y/n : " Kenapa?" Kata y/n sambil membantu Jk berdiri tapi ditepis oleh Jk. Y/n tau Jk sedang marah dengan nya. Tapi belum tau pasti pemyebab marahnya Jk.
Jk : " Lebih baik tinggalkan aku".
Y/n : " Tidak bisa. Kau bisa sakit."
Jk : " bukan urusan mu ".
Y/n : " Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kau jadi seperti ini. Apa aku melakukan kesalahanan padamu?"
Jk : " Pikirkan sendiri".
Y/n : " Baiklah. Aku akan memikirkannya tapi bisakah kita bicara di dalam saja. Ok" kata y/n sambil membantu Jk bangun sekali lagi.
Jk : " AKU BILANG TIDAK, APA KAU TIDAK DENGAR". Jk membentak y/n dan mendorong y/n cukup kuat sehingga y/n terjatuh cukup keras.
Ah.... Y/n terjatuh lengan nya menghantam sesuatu hingga berdarah banyak.
Jk : " Y/n sii" kata jk kaget melihat y/n berdarah. Jk membantu y/n bangun.
Y/n : " Kenapa kau mendorongku. Sakit". Y/n sengaja merengek manja agar Jk mau diajak kembali ke kamar.
Jk : " Maaf. Apakah sakit sekali?"
Y/n : "Tentu saja. kau tidak lihat darahnya".
Jk : " Ayo kembali ke kamar. Kita bicara dikamar saja".
Y/n : " yee "
Jk lalu memapah y/n dengan hati². Lalu mereka berdua sudah masuk ke kamar Jk. Karena kamar y/n ada yuura nanti mereka tidak bisa bicara leluasa. Setelah mendudukan y/n di kasur Jk mengambil kotak P3k dan mulai mengobati y/n.
__ADS_1
Y/n : " Sepertinya kau sudah sadar".
Jk : " Ehm"
Y/n : " Bisa jelaskan kenapa kau seperti ini? Apa yang terjadi padamu".
Jk hanya terdiam sambil menundukkan kepala tanpa berkata². Hanya terus mengobati luka y/n.
Y/n : " Kenapa diam saja sekarang?"
Jk : " Maaf. Karena aku, kau terluka".
Y/n yang mulai tidak sabar lalu menarik tangan nya yang sedang diobati Jk.
Y/n : " Hentikan dulu. Apa yang terjadi?"
Jk : " ehmm, sebenarnya aku mendengar semua yang kau bicarakan dengan yuura". Kata Jk memalingkan wajahnya.
Y/n : " Yang mana....." y/n yang mulai paham maksud Jk tidak melanjutkan perkataannya.
Y/n : " Ah... Itu...sebenarnya jungkook sii..."
Jk : " Tidak perlu dilanjutkan. Aku mengerti. Aku tidak bisa memaksakan perasaanmu".
Y/n : " Bukan seperti itu, biarkan aku menjelaskannya dulu".
kata y/n binggung mau menjelaskan harus bagaimana.
Jk : " Tidak perlu. Aku yang salah paham padamu".
Mendengar perkataan Jk, y/n lebih merasa bersalah lagi.
Jk : " Aku mendengarkan dari awal hingga akhir".
Y/n : " Baiklah. Aku mengaku salah padamu. Aku hanya binggung saja dengan pengakuan cinta mu yang mendadak."
Jk : " Lalu".
Y/n : " Seperti yang kau dengar aku berpikir untuk tidak menikah. Jadi aku pikir untuk apa aku punya pacar. Memberikan harapan palsu padanya. Aku bukan wanita jahat".
Jk : " bisakah aku bertanya satu hal padamu?"
Y/n : "ehm.. Apa?"
Jk : " Pernahkah kau menyukaiku? apa kau pernah punya perasaan padaku?"
Y/n : " kau ingin dengar yang sebenarnya".
Jk : " Tentu saja"
Y/n : " benarkah". Kata y/n tarik ulur.
Jk : " Hentikan. Jawab saja. Iya atau tidak". Tiba - tiba saja y/n mencondongkan badan nya dan mengecup cepat bibir Jk.
Y/n :" Maaf " kata² y/n terpotong karena gantian Jk yang mencium bibir y/n. Tapi bukan kecupan melainkan ciuman yang dalam. Y/n pun menyambut ciuman Jk. Bibir merekan bertautan lama.
Jk : " Y/n sii, aku menyukaimu" kata Jk.
Y/n : " Ehm. Aku tau".
Entah apa yang merasuki y/n saat itu. Berkali - kali dia sengaja menghindari pertanyaan Jk, tapi kenapa malam ini malah dia mengakuinya dengan sadar. Mereka lalu berpelukan erat, Jk seperti tidak ingin melepaskan wanita yang membuatnya tidak karuan beberapa waktu yang lalu.
__ADS_1
Y/n : " jungkoo sii, tangan ku masih berdarah" Kata y/n sambil menepuk² punggung Jk.
Jk : " Maaf. Aku lupa".
Y/n : " Tidak apa²". Jk lalu melanjutkan mengobati tangan y/n yang berdarah tadi.
Jk : " Jadi sekarang kau pacarku kan ?"
Y/n : " terserah. Aku open mind".
Jk : " Benarkah. Kau tidak boleh berubah lagi".
Y/n : " Baiklah. Tapi aku tidak bisa memberimu lebih. Kau masih ingatkan aku tidak mau menikah. Lebih tepatnya aku tidak percaya pernikahan".
Jk : " Aku tau. Kau wanita jahat".
Y/n : " Benar. Aku memang wanita jahat". Kata y/n sambil tertawa kecil.
Jk : " kenapa kau tidak mau menikah?"
Y/n : " Nanti. Nanti aku akan ceritakan semuanya. Tapi tidak sekarang."
Jk : " Kenapa?"
Y/n : " Nanti. Aku belum siap ".
Jk : " Baiklah. Sudah selesai". Jk sudah selesai mengobati luka y/n.
Y/n : " Gumawo namjachingu". Goda y/n.
Jk : " Yak" kata Jk malu.
Y/n : " Kenapa? Tidak boleh!"
Jk : " Boleh"
Y/n : "lalu?"
Jk : " Malu"
Y/n : " Yang harusnya malu kan aku. Kenapa jadi kau?"
Jk : " gumawo y/n sii"
Y/n : " terima kasih untuk apa?"
Jk : " Karena mau menerima perasaanku".
Y/n : " Sama - sama jungkook sii".
Setelah keduanya saling mengoda mereka berpelukan kembali. seperti lama tidak bertemu. Jk memeluk y/n lama.
Jk : " Mau bermalam disini?" kata Jk menawarkan
Y/n : " Enak saja". Kata y/n sambil tertawa kecil mendengar usaha Jk.
♡
♡
♡
__ADS_1