
Selama perjalanan menuju apart y/n, Jk terus membujuk y/n agar bisa tinggal di apart dengan y/n dan bayinya. Tapi y/n tetap tidak mengijinkan. Takut ada paparazi yang tau dan akan heboh diberitakan.
Jk : " Sayang, bolehkan! Nanti kalau ada apa² bagaimana? Makan mu juga bagaimana?" bujuk Jk.
Y/n : " Tidak. Kau pulang saja". Ucap y/n kekeh.
Jk : " sayang..."
Y/n : " Kau membohongiku kan?"
Jk :" Anniya"
Y/n : " Kau absen dari jadwalmu kan?"
Jk : " Bagaimana kau tau?" Jk mengaku.
Jk memang absen dari kegiatan bangtan, tapi itu sudah disetujui managernim. Namun y/n tidak mau tau hal itu.
Y/n : " Aku tau semua jadwal bangtan" ucap y/n santai.
Jk : " Maaf, aku melakukannya karena aku ingin menemanimu sampai kau melahirkan".
Y/n : " Aku baik - baik saja. Buktinya aku bisa bertahan sampai hampir 8 bulan".
Jk : " tapi aku tetap khawatir."
Y/n : " Lalu mau bagaimana?"
Jk : " Tinggallah di rumah ku. Bersama oemma appa ku, jangan tinggal sendiri. Setelah itu aku akan kembali ke seoul. Aku benar - benar khawatir."
Y/n : " Mana mungkin aku tinggal di rumahmu?" ucap y/n khawatir bila paparazi tau.
Jk : " Tenanglah. rumahku sedang direnovasi. Kita akan tinggal dirumahku yang lain". Ucap Jk yang paham apa yang sedang dikhawatirkan y/n.
Y/n hanya diam. Sebaiknya dia menerima atau menolak tawaran Jk. Mengingat kandungannya memang sudah besar pasti memerlukan bantuan orang lain. Kekhawatiran Jk ada benarnya juga. Tapi bagaimana bisa dia bisa tinggal dirumah Jk dengan orang tua nya pula.
Y/n : " Kau sudah minta ijin oemma appa?" tanya Y/n
Jk : " Tentu saja. Mereka bahkan senang. Kau akan memberi mereka cucu laki- laki yang tampan sepertiku" ucap Jk bangga.
Y/n : " Aishh. Baiklah tapi janji kau akan kembali ke seoul" perintah y/n.
Jk : " Ok. Tapi nanti bila mendekati Hari H aku akan meminta cuti"
Y/n : " terserah. Tapi dengan persetujuan management. Mengerti" Ancam y/n.
Jk : " aku tau. Ayo kita ke rumah oemma appa" ajak Jk.
Jk membantu yuura membawa kan tas y/n yang memang tidak banyak.
Yuura : " Aku balik ke seoul dulu. Managernim menelpon. Sepertinya penting" ucap yuura pamit.
Y/n : " Hati - hati dijalan" sambil memeluk yuura.
Yuura : " Aku tau. Kau juga hati - hati. Jangan lari - lari. Kalau mau lahiran kabari aku"
Y/n : " Ok." melepas pelukan yuura.
Yuura pun pergi meninggalkan Jk dan y/n.
Setelah sepakat Jk membawa y/n ke rumahnya yang lain.
Selama perjalanan y/n memilih tidur. Entah kenapa dia mengantuk sekali. Sesekali membenarkan posisinya. Karena posisi tidurnya yang tidak nyaman akhirnya y/n terbangun.
Jk : " Kenapa? Ada yang sakit?" tanya Jk melihat gelagat tak nyaman y/n.
Y/n : " Ehm. Punggungku sakit". Sambil memegang punggunya.
Jk meminggirkan mobilnya dan berhenti sejenak.
Jk : " Tunggu sebentar" ucap Jk sambil mengambil sesuatu di kursi belakang. Ternyata dia mengambil bantal kecil yang memang untuk sandaran duduk. Lalu memasangkannya di tempat y/n.
Y/n : " wah.. Perhatian sekali ". Goda y/n
Jk : " Tentu saja. Aku ingin menganti waktu yang terbuang kemarin"
Y/n mendengar ucapan Jk yang penuh penyesalan merasa bersalah juga. semua juga bukan sepenuhnya salah Jk, ia juga ikut andil juga.
Y/n : " Gumawo. Tapi tunggu sebentar" ucap y/n menghentikan Jk yang hendak melajukan mobilnya lagi.
Jk : " Ada apa? Ada yang sakit lagi? Perut mu sakit? atau kakimu sakit?" kata Jk seperti orang panik.
Y/n : " Tidak apa². Hanya saja.... Ehmm aku malu bertemu orang tua mu?" ucap y/n lirih.
Jk : " Memang kenapa malu?"
Y/n : " Ini " menunjuk perut buncitnya.
Jk : " Memang kenapa dengan perutmu?"
Y/n : " Yak, bagaimana aku menghadapi orang tua mu. Kita tidak punya hubungan lalu aku bisa hamil anakmu, Bagaimana kalau oemma mu pikir aku bukan wanita baik - baik"
Jk terkekeh mendengar kekhawatiran y/n. Ia lalu memegang tangan y/n.
__ADS_1
Jk : " Sayang jangan khawatir. Oemma dan appa sudah tau semuanya" ucap Jk lembut.
Y/n : " Maksudnya?" tanya y/n binggung.
Jk : " Sebelumnya aku sudah menceritakan semua nya pada mereka. Kenapa kau belum bisa menikah? Kenapa kau meninggalkanku dulu? Mereka tau semua" jelaskan Jk.
Y/n : " semua. Kau yang cerita?"
Jj : " tentu saja. Dan kau tenang saja. Mereka ada dipihakmu"
Y/n : " Pihak ku. Benarkah? Kau tidak bohongkan?"
Jk : " Aku tidak bohong. Bagaimana bisa kita lanjutkan perjalanan kita?" tanya Jk lembut.
Y/n : " Nee"
Jk lalu kembali melajukan mobilnya pelan agar y/n merasa nyaman. Sepanjang perjalanan y/n terlihat gugup walaupun sudah mendengar penjelasan Jk tadi tapi hatinya masih tidak tenang. Tapi Y/n mencoba tetap tenang.
Setelah lebih dari 45 menit mobil mereka memasuki sebuah rumah yang letak nya agak berjauhan dengan rumah lainnya. Dengar dinding menjulang tinggi mengelilingnya.
Y/n mulai takjub dengan bentuk rumah di dalamnya. Bangunan nya yang modern tapi tidak meninggalkan bentuk rumah tua khas koreanya. Jk membukakan pintu mobil untuk y/n.
Jk : " ayo masuk. Kita sudah sampai" ajak Jk mengulurkan tangan ingin membantu y/n keluar mobil.
Mereka menaiki beberapa anak tangga sebelum memasuki halaman rumah. Y/n melihat seorang wanita paruh baya menunggu mereka.
Oemma : " Oh.. Kalian sudah sampai" ucap oemma lembut.
Jk : " Nee oemma. Kenapa oemma diluar?" sambil mengandeng y/n.
Oemma lalu menghampiri putra kebanggaannya dan y/n.
oemma : " Y/n a, lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu? Baik - baik saja kan?" tanya oemma menghempaskan tangan Jk yang mengenggam y/n.
Y/n dan oemma Jk pernah bertemu beberapa kali di apart Jk. Oemma pun mengetahui perihal hubungan yang terjalin antara Jk dan y/n. Oemma pun pernah bilang pada Jk kalau beliau sangat menyukai y/n. Selain berhati baik , pandai memasak juga sangat Cantik.
Y/n : " Kabarku baik oemmonim"
Oemma : " Baguslah. Ayo masuk. Diluar dingin" ajak oemma
Jk hanya diam melihat perlakuan oemmanya padanya. Oemma masih marah setelah apa yang terjadi pada y/n.
Diruang tengah y/n duduk di sofa dengan hati - hati karena perut besarnya cukup menganggu pergerakkanya.
Oemma : " Jung, ambil air hangat untuk minum y/n" suruh oemma.
Jk : " Nee" Jk menurut.
Y/n : " Terima kasih oemmonim"
Y/n : " Nee.. Oemma" sambil tersenyum.
Oemma lalu mengelus lembut perut y/n dengan pandangan kagum sekaligus haru.
Y/n : " Oemma Gwenchana?" tanya y/n sekilas melihat mata oemma yang berkaca - kaca.
oemma : " Oemma Gwenchana. Hanya senang saja. Disini ada calon cucu oemma".
Jk : " Jungkook yang buat oemma" sambar Jk yang baru datang dari dapur.
Appa : " dasar anak nakal" ucap appa yang baru muncul dan langsung duduk bersama istrinya dan y/n.
Oemma : " Sudah. Sudah. Biarkan y/n istirahat dulu"
Oemma : " Oemma sudah siapkan kamar untuk mu"
Y/n : " Terima kasih oemma"
oemma : " Jung, bawa koper y/n si kamar hyungmu"
Jk : " Mwo? kamar hyung?" ucap Jk terkejut.
Oemma : " Ehm. Y/n tidak boleh naik turun tangga. Bahaya!"
Jk : " Arraso" ucap Jk mulai paham maksud oemmanya.
Oemma : " Ayo y/n oemma antar. O iya lupa.. Kau ingin makan sesuatu dulu?" tanya oemma takutnya y/n kelaparan.
Y/n : " Tidak oemma. Y/n sudah makan"
Oemma : " baiklah, pergilah istirahat. Tidak baik ibu hamil tidur terlalu malam" perintah oemma.
Y/n : " Nee. Y/n istirahat dulu oemma appa" pamit y/n
oemma appa : " Nee"
Jk membantu y/n menunjukkan kamar nya. Y/n lalu bersiap ganti baju dan bersih² diri sebelum tidur. Saat akan memasuki kamar mandi Jk mengikuti y/n masuk ke dalam kamar mandi.
Y/n : " Kau mau kemana?" tanya y/n binggung.
Jk : " Membantumu bersih²" ucap Jk enteng.
Y/n : " Tidak perlu. aku bisa sendiri" sambil mendorong Jk keluar kamar mandi.
__ADS_1
Jk : " memang kenapa? Aku takut nanti kau terpeleset " ucap Jk khawatir.
Y/n : " Aku akan pelan²."
Jk : " Tapi..."
Y/n : " sudah sana. Malu ah dilihatin nanti"
Jk : " Kenapa malu? Aku juga sudah pernah lihat".
Y/n : " YAK.. Jungkook ssi"
Jk : " Kenapa? Kenyataannya memang seperti itu. Kau lihat perut mu itu. Itulah buktinya" sambil menunjuk perut buncit y/n.
Y/n :" Keluar" ucap y/n jadi ketus lalu menutup pintunya.
Jk : " Jangan dikunci" ucap Jk dari balik pintu.
Y/n hanya diam tak menjawab.
Jk : " sayang" panggil Jk lagi.
Y/n : " Nee. Aku tau" sahut y/n dari dalam kamar mandi.
Setelah 20 menit y/n keluar kamar mandi. Terlihat Jk merebahkan diri di atas kasur. Y/n lalu naik ke atas kasur, jk dengan sigap menata bantal karena y/n ingin bersandar sebentar.
Y/n : " Ugh.. "
Y/n tiba - tiba mual ketika Jk mendekatinya.
Y/n : " Kau tidak kembali ke kamar mu?" tanya y/n
Jk : " Apa maksudmu? Ini juga kamarku!" Jk heran
Y/n : " Mwo? Tidak. Kau ke kamar mu sendiri" suruh y/n.
Terlihat Jk kebinggungan.
Y/n : " Cepat kembali ke kamarmu! Aku ingin istirahat"
Jk : " sayang, kenapa kita pisah kamar?"
Y/n : " Tolonglah" ucap y/n lemah.
Y/n merasa ada bau tak enak yang membuatnya mual. Dan sepertinya bau itu berasal dari Jk. Oemma yang mendengar keributan muncul.
Oemma : " Ada apa ini? Kenapa belum istirahat?" ucap oemma memasuki kamar y/n.
Jk : " Oemma , y/n mengusirku"
Y/n : " ugh"
Untuk kesekian kalinya y/n merasakan mual.
Oemma : " Kenapa y/n a?" manghampiri y/n.
Y/n : " Jungkook bau oemma"
Jk : " Mwo?"
Oemma hanya tertawa mendengar ucapan y/n.
Jk : " Tapi aku sudah mandi "
Y/n : " Tapi bau. Ugh".
Y/n turun perlahan menuju kamar mandi. Oemma langsung mengikuti y/n.
Oemma : " Jung, kau pergi dulu"
Jk : " Kenapa oemma?" tanya Jk penasaran.
Oemma : " Sepertinya bayinya tidak mau dekat appanya"
Jk : " Mwo?"
Y/n dan oemma keluar dari kamar mandi lalu merebahkan y/n di kasur.
Oemma : " dia Mual dekat denganmu"
Jk : " benarkah? Y/n a benarkah?" tanya Jk lagi.
Y/n menganggukan kepala.
Oemma : " Sudah sana keluar" perintah oemma.
Jk : " Tapi aku ingin disini oemma" renggek Jk.
Y/n : " Mandi lagi dulu, ganti sabunnya. Baunya tidak enak".
Oemma hanya tertawa kecil melihat kelakuan ibu hamil itu dan membuat Jk menderita.
Jk : " Ok. Oemma jangan tertawa terus"
__ADS_1
♡
♡