
Hampir 3 jam lebih y/n meeting dengan Mr. Ryan. Setelah mengantar Mr. Ryan kembali ke hotel y/n menuju Genius Lab untuk menghampiri Jk.
TOK..TOK..TOK..
suga pun membuka pintu.
Y/n : " Oppa, Jk dimana?" tanya Y/n
Suga : " Jk. Sudah pulang"
Y/n : " Pulang. Katanya mau menungguku. Kenapa malah pulang dulu?"
Suga : " Entahlah. Tapi dia tadi tiba - tiba lesu. Lalu pulang"
Y/n : " Lesu. Apa dia sakit?"
Suga : " Entahlah"
Tiba - tiba Jimin menyambar kata - kata y/n.
Jimin : " Sepertinya dia jadi aneh. seperti sedang banyak pikiran?"
Y/n : " Oya.."
Y/n : " Baiklah. Aku akan menyusulnya. Pamit oppa " kata Y/n pamit.
Suga : " Hati - Hati dijalan"
Y/n : "Hmm. Jimin oppa, aku pergi" pamit y/n pada Jimin.
Jimin : " iya Cantik hati - hati"
Y/n : " Oppa. Hentikan"
Jimin : " kenapa? Malu?"
Y/n : " Aku sudah sangat Muak dengan kata - kata itu. Mr Ryan tidak henti - hentinya merayuku. Aku jadi jijik. dia itu pria beristri. Kenapa bilang itu dengan entengnya"
Jimin : " Apa. Beristri"
Y/n : "Nee. Dia terus saja memintaku jadi istrinya. syukur, ada managernim dan Bang Pdnim"
Jimin : " Maaf. Aku tidak tahu"
Y/n : " Tidak masalah. Aku pergi dulu" kata y/n melambaikan tangan.
APARTEMEN JK
Saat masuk y/n memanggil - manggil Jk tapi tidak ada sahutan.
Y/n : " Jungkook ssi, aku pulang"
Namun tetap tidak ada sahutan. Y/n lalu mencari Jk di dapur namun tidak ada. mungkin di kamar. Benar saja Jk sedang duduk di sofa yang ada dikamar. Dengan pandangan kosong ke arah jendela apartemen.
Y/n : " Yak... Kenapa aku panggil tidak dijawab? Apa kau sakit?"
tetap tidak ada jawaban.
Y/n : " Mana yang sakit? Perlu ke rumah sakit tidak?"
Y/n : " Jungkook a, kau baik - baik saja?" ucap y/n khawatir karena Jk tetap tidak menjawab. Y/n pun mendekati Jk. Y/n berlutut di depan Jk yang sedang duduk di sofa masih dengan pandangan kosong.
Y/n : " Kau kenapa? Ada masalah apa?" tanya Y/n lembut.
Jk hanya mengelengkan kepala saja.
Y/n : " Kau marah padaku?" Jk mengelengkan kepala.
Y/n : " kenapa diam saja? Marah denganku?"
__ADS_1
Jk : " Y/n ssi"
Y/n : " Ya. Aku disini"
Jk : " Bersiaplah aku akan mengantarmu pulang" kata jk datar
Y/n : " Kenapa tiba - tiba?"
Jk : " Tidak apa - apa. Bersiaplah aku tunggu diluar".
Saat jk hendak beranjak pergi y/n menarik tangan Jk.
Y/n : " Kau kenapa? Kalau marah tinggal bilang saja. Jangan mendiamkan aku seperti ini? sebenarnya Apa yang terjadi? Kenapa kau jadi seperti ini? Bukankah tadi pagi kita masih baik - baik saja?"
Jk tidak menjawab malah menghempaskan tangan y/n dengan keras. kesabaran y/n pun habis sudah.
Jk : " Tidak apa - apa"
Y/n : " Kau masih bilang tidak apa - apa. Kalau memang kau tidak mau bicara lagi padaku, OK fine. Kau ingin aku pergikan. Aku pamit"
Y/n yang marah memutuskan pergi tanpa berganti pakaian, karena y/n memang tidak membawa apapun saat pindah sementara di apart Jk. Saat didepan pintu y/n berhenti sejenak.
Y/n : " Kalau kau sudah mau bicara padaku lagi, kau tahu harus mencariku dimana?"
Y/n melanjutkan langkahnya. saat keluar apartemen air mata y/n menetes pelan. Y/n merasa binggung apa yang membuat Jk jadi seperti ini. Bukankah pagi tadi dia baik - baik saja. Saat y/n memasuki lift tiba - tiba tangan Jk menghalangi pintu lift agar tidak menutup.
Y/n : " Jungkook a"
Tanpa menjawab Jk menarik tangan y/n kembali ke dalam apartemen dan mendudukan y/n di sofa ruang tamu.
Y/n : " Apa yang kau lakukan?"
Y/n hanya diam sambil menghapus airmatanya. Jk melihat sekilas kalau y/n menangis.
Jk : " Kau menangis?"
Y/n hanya menarik nafas panjang tanpa menjawab Jk.
Jk terdiam sebentar lalu duduk di sofa yang lain.
Jk : " Y/n ssi, apa kau pernah mencintaiku?"
Y/n : " Maksudnya?"
Jk : " Pernahkah kau mencintaiku?"
Y/n : " pertanyaan macam apa itu?"
Jk : " Jawab saja" kata Jk sedikit meninggikan suara.
Y/n : " Tentu saja" jawab y/n lembut. Y/n berpikir mungkin Jk hanya sedang salah paham saja.
Jk : " Kenapa kau tidak pernah mengucapakan nya. Selalu aku yang bilang. Dan selalu kau hanya menjawab iya. Aku tahu, aku mengerti, baiklah. Hanya itu".
Y/n mulai memahami permasalahan yang sedang ia hadapi.
Jk : " Dan sepertinya Ryan.. Ryan itu juga menyukaimu?"
Y/n lantas tertawa ringan mendengar Ucapan Jk.
Jk : " Kenapa kau tertawa? Aku serius!"
Y/n lalu menghampiri Jk lagi dan berlutut dihadapan Jk.
Y/n : " Jungkook ssi, maaf. Ini aku yang salah".
Jk : " Lalu "
Y/n : " Dengarkan aku. Aku Mencintaimu joen jungkook"
__ADS_1
Y/N : " aku benar - benar mencintaimu. Memang awal² aku masih binggung dengan perasaan ku sendiri. Tapi saat aku hampir mati kemarin kau tahu apa yang aku pikirkan?"
Jk : " Apa?"
Y/n : " Kau. Aku tidak bisa berhenti memikirkanmu. Aku mulai merindukanmu"
Y/n : " Kau mau percaya atau tidak terserah padamu. Tapi..."
Y/n menghentikan ucapannya, kemudian dia memegang wajah Jk yang polos dengan kedua tanganya, dan mendekatkan wajahnya ke wajah Jk. Hingga kening mereka bertemu.
Y/n : " Aku benar² mencintaimu jungkook ssi. Dan maaf tidak memberitahumu lebih cepat, membuatmu salah paham seperti ini?"
Jk kemudian mencium bibir y/n sekilas.
Jk : " Maafkan aku sayang"." aku terlalu cemburu dengan Ryan itu".
Y/n : " Kau gila. Dia bahkan sudah mempunyai 2 istri untuk apa aku meninggalkanmu hanya untuk dia"
Mereka pun tertawa bersama. Jk lalu mengangkat tubuh y/n sehingga kini y/n duduk dipangkuan Jk.
Y/n : " Yak, apa yang kau lakukan?" kata y/n terkejut.
Jk lalu menarik tengkuk leher y/n dan mulai mencium bibir lembut y/n dengan sedikit l*matan. Beberapa kali Jk melepaskan tautannya.
Jk : " Y/n ssi"
Y/n : " kenapa?" ucap y/n lembut.
Jk : " Maaf. Aku sudah berusaha menahannya" Ucap Jk.
Jk kembali mel*umat bibir y/n dengan agresif sekarang. Y/n pun tak mau kalah dia membalas tautan Jk, y/n lalu melinggkarkan tangan nya di kepala Jk. Jk yang merasa disambut baik mengendong koala y/n dan membawanya ke Kamar.
Jk lalu merebakan tubuh y/n di atas kasur. Y/n kelihatan gugup melihat Jk melepas kaosnya lalu menindih tubuh y/n. Jk kembali mel*mat bibir y/n, lalu turun menciumi leher y/n, tangan nya mulai meraba dibalik baju y/n. Dengan lihai Jk sudah melepas pakaian y/n.
Y/n : " Jungkook a" ucap y/n setengah mendesah.
Jk : " Kenapa?" jawab Jk tanpa berhenti menciumi tubuh y/n
Y/n : " Pelan - pelan saja. Aku takut sakit"
Jk pun berhenti menciumi tubuh y/n dan memandang y/n.
Jk : " Jangan bilang ini pertama kalinya untuk mu?"
Y/n hanya menganggukan kepala.
Jk : " WTF"
Y/n : " Kenapa? Masalah?"
Jk : " Tidak. Aku malah merasa beruntung"
Jk kembali mel*mat bibir y/n kasar. kemudian melepas tautanya sebentar.
Jk : " Aku akan pelan² sayang"
Jk lalu melancarkan aksinya diatas y/n. Y/n yang merasa kesakitan hanya bisa meringgis kesakitan.
*oh..sit.. Sakit sekali*batin y/n.
Mereka pun larut dalam permainan panas mereka sendiri.
Bahkan Jk mengulanginya berkali - kali sampai malam.
Setelah permainan nya usai y/n yang tergulai lemas tertidur tanpa sehelai benang menutupi tubuh indahnya. Jk mencium kening y/n sekilas dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri di berbaring di sebelah y/n yang tertidur.
Jk : " Terima kasih sayang". Sambil mengecup bibir y/n.
♡
__ADS_1
♡