The Assistant

The Assistant
PART XXXVII


__ADS_3


Keadaan y/n beranggsur membaik. Jk selalu menemaninya sejak dia sadar. Jk bilang kalau dia sudah bicara dengan managernim untuk memberinya libur setelah encore besok.


Y/n : " Kau tidak latihan?" tanya y/n.


Jk : " Sebentar lagi. Nanti setelah selesai aku kembali lagi".


Y/n : " Tidak perlu"


Jk : " kenapa?"


Y/n : "Kau kan butuh istirahat. Pulang saja. Aku tidak apa - apa".


Jk terlihat lesu karena y/n menolak perawatan darinya.


Y/n : " Sudah ada Minho. Kau istrahat dirumah saja".


Jk : " Minho. Siapa minho?"


Y/n : " Adik yuura. Dia adik ku juga ".


Jk : " Tapi aku ingin merawatmu".


Y/n : " Besok setelah encore saja. Mengerti".


Jk : " Baiklah".


Tiba - tiab pintu kamar terbuka.


Minho : " y/n ssi" teriaknya. Lalu ia berlari dan memeluk y/n ssi erat. Jk yang kaget langsung mencoba melepaskan pelukan remaja lelaki itu.


Jk : " Kau siapa. Main peluk..peluk begitu!"


Minho : " Y/n ssi. Siapa dia? Kenapa dia melarangku memelukmu?"


Y/n : " Pacar nunna"


Minho : " Pacar. Pacar nunna" teriak Minho kaget.


Y/n : " Nee"


Minho : " salam kenal Kakak ipar. Aku minho adik y/n ssi. Walaupun bukan kandung".


Jk : " kakak ipar"

__ADS_1


Minho : " Nee. Kakak ipar. Kenapa?"


Y/n : " Yak. Bocah tengik. Jangan sembarangan bicara".


Minho : " Kenapa? Lalu aku harus panggil apa?"


Jk : " Benar. Kakak ipar paling cocok " kata Jk senang.


Minho : " Benarkan. Kakak ipar paling bagus" ucap minho sambil highfive dengan Jk. Tampak kekompakan antara minho dan Jk. Beberapa menit kemudian kedua nya sudah bercanda tawa. Jk kelihatan lebih ceria sekarang. Karena kemarin dia memikirkan keadaan y/n yang tidak sadarkan diri.


TOK..TOK..TOK.


Tiba - tiba ada yang mengetuk pintu kamar rawat y/n. Terlihat 2 orang petugas polisi datang. Y/n mengisaratkan Jk untuk mengenakan maskernya lagi.


Petugas : " AnyoengHaseo. Kami polisi dari pusat seoul"


Y/n : " Ah.. Ya pak petugas. Ada apa?"


Petugas : " Kami ingin meminta pernyataan saudari y/n sii".


Y/n : " iya petugas silahkan" kata y/n mempersilahkan.


Petugas : " Y/n ssi, bagaimana keadaanmu sekarang?"


Y/n : " Jauh lebih baik".


Y/n : " Aku mengenalnya"


Jk dan Minho : "APA!" kata mereka bersamaan.


Jk : " Bagaimana kau bisa mengenalnya?"


Y/n : " Tenanglah dulu. Duduklah dengan baik disana.dan dengarkan saja".


Jk hanya mengangguk.


Petugas : " Bagaimana anda mengenalnya?"


Y/n : " Dibilang kenal sih tidak, tapi aku tahu mereka"


Petugas : " Baiklah. Nama pelaku anda tahu?"


Y/n : " Nama lengkap saya kurang tahu. Tapi dia dipanggil kim sajangnim. Saya tahunya dia di daerah X di daegu".


Petugas : " kim sajangnim. Bisa diceritakan kejadian malam itu?"

__ADS_1


Y/n : " Sebenarnya selama seminggu, saya sudah merasa ada yang mengikuti, tapi saya tidak berani lapor takutnya saya yang salah".


Petugas : " penguntit maksudnya?"


Y/n : " Seperti itulah. O ya saya ingin meminta bantuannya. Di bilang kalau dia sudah membu**h ayah saya. Apakah itu benar?"


Petugas : " Dia bilang itu sendiri?"


Y/n : " Ya. Dengan sangat jelas"


Petugas : " Nanti akan kami selidiki. Kami juga sudah melihat kejadiannya dengan sangat jelas lewat cctv. Kau sengaja?"


Y/n : " kalian menyadarinya."


Petugas : " tentu saja. nona kau terlalu berani. Kami undur diri dulu. Bila ada informasi lanjutan akan kami hubungi".


Y/n : " Terima kasih".


Petugas memjabat tangan y/n kemudian pamit pergi meninggalkan y/n dan Jk karena minho mengantar petugas pergi dan dia ingin ke cafe bawah untuk makan.


Jk : " Penguntit. seminggu. Cctv. Jelaskan?"


Y/n : " Jangan marah dulu"


Jk : " selama seminggu kau diikuti dan kau tidak bilang padaku?"


Y/n : " maaf. Aku juga tidak tahu kalau dia anak buah kim sajangnim"


Jk : " Cctv. Jangan bilang kalau kau memancing mereka"


y/n : " aku pikir nanti bisa jadi bukti kuat". Kata y/n merasa bersalah pada Jk.


Jk : " Tapi apa hasilnya. Kau hampir m*ti. Kau tahu itu!"


Y/n yang menyadari kemarahan Jk hanya diam saja. Jk mengepalkan tangan nya dan mondar mandir karena marah.


Jk : " Sudahlah kau kan memang seperti itu. Tidak pernah mau menceritakan apapun padaku. Mungkin memang aku masih orang asing bagimu. Jadi kau tidak bisa percaya padaku. Bahkan kau meminta bantuan pun pada yuura".


Jk : " Sudahlah. lebih baik aku pergi latihan saja." kata Jk sambil pergi tapi sebelum pergi dia mendekati y/n lalu mencium kening y/n.


Y/n : " Jungkook ssi dengarkan dulu"


Tapi Jk tidak menghentikan langkahnya dan keluar kamar dengan cepat.


Y/n : " Haissshh. Marah mulu kerjaanya".

__ADS_1




__ADS_2