
Setelah sekian lama ayam yang ditunggu y/n akhirnya datang juga. Tanpa basa basi y/n lalu melahap ayam tersebut.
Baru makan 3 potong ayam y/n menyudahi makannya.
Y/n : " Sudah ah... Kenyang".
Jk : " kau baru makan sedikit. Memang nya sudah kenyang".
Y/n : " tadi kan aku sudah makan. Kau saja yang menghabiskan ^_^"
Jk hanya mengiyakan keinginan y/n. Setelah ayam habis dimakan Jk mereka lalu menonton acara tv bersama. Jk mengambilkan segelas beer untuk menemaninya menonton tv.
Y/n : " Kau minum. Besok tidak kerja?"
Jk : " Tidak. Besok libur"
Y/n : " Kenapa?"
Jk : " Managernim memberikan libur 2 hari".
Y/n : " O.. Baguslah kau bisa istirahat"
Jk sebenarnya gelisah melihat pakaian y/n yang begitu pendek. Melihat gelagat Jk yang aneh y/n memberanikan diri untuk bertanya.
Y/n : " Jungkook a, kau tidak apa?"
Jk : " Hmm. Tidak apa - apa?"
Y/n : " Tapi sepertinya agak aneh. Apa ada yang mengangggu mu? Kenapa wajahmu merah sekali?"
Jk : " Tidak."
Y/n : " Benar".
Jk : " Hmm"
Y/n : " Yakin. Sepertinya kau terganggu dengan pakaianku ya?"
Jk : " Pakaian mu terlalu pendek?"
Y/n : " Benarkah? Bukannya kau sudah biasa melihat gadis² seksi?" goda y/n.
Y/n berdiri memastikan baju nya yang Jk bilang terlalu pendek. Benar saja baju Jk hanya sampai paha. Walaupun bagian atas besar tapi bagian bawahnya hanya sampai paha.
Y/n : " sorry . Tidak ada baju mu yang lebih besar lagi"
Melihat Jk yang masih gugup y/n berencana berganti baju.
Y/n : " Aku ganti saja".
Saat ingin beranjak ke kamar mandi untuk ganti pakaian, tiba - tiba Jk menarik tangan Y/n membuat y/n duduk dipangkuan Jk. wajah keduanya kini sangat dekat. y/n bisa merasakan nafas Jk diwajahnya. Begitu pula sebaliknya.
Pandangan mata Jk lalu tertuju di bibir y/n yang mungil dan berwarna merah muda. Tiba - tiba Jk medekatkan wajahnya ke wajah y/n. Semakin dekat. Semakin dekat hingga hidung Jk menyentuh hidung Y/n. Akhirnya bibir mereka bertemu. Jk mel*mat bibir y/n lama. Y/n pun membalas l*matan Jk. Bibir mereka bertautan cukup lama. Setelah sekian lama Jk melepas tautannya.
Jk : " Y/n a " panggil Jk lirih.
Y/n : " Hmm"
Jk : " Bolehkah aku melakukannya?"
Y/n : " Melakukan apa?"
Jk : " sayang. Kau tau apa yang aku maksudkan"
y/n sebenarnya tahu maksud ajakan Jk. Tapi dia malu karena belum pernah melakukannya.
Jk : " Sayang. Bolehkan?" tanya Jk perlahan.
Y/n : " Tapi aku..." ucap y/n yang wajahnya sudah semerah tomat.
*Apa yang harus kulakukan. Tidak mungkin aku bilang kalau aku masih p*rawan kan*batin y/n.
Jk : " Kenapa? Tidak boleh?"
Y/n : " Bukannya tidak boleh. Tapi?"
*Cari alasan lain y/n. Cepat* batin y/n.
Jk : " Tapi kenapa?"
Y/n : " Ini"
Y/n menunjuk lukanya yang belum sembuh.
Jk : " Ah... Benar juga. Maaf?" tampak kekecewaan di wajah Jk.
Y/n yang merasa iba melihat wajah kecewa Jk membelai wajah Jk dengan lembut.
Y/n : " Maaf"
Jk : " tidak apa - apa"
Y/n : " Nanti kalau tunggu aku sembuh"
__ADS_1
Y/n lalu menciumi seluruh wajah Jk.
Y/n : " Sabar dulu yaw"
Jk : " hmm. Tapi jangan lama - lama".
Y/n : " Apanya?" kata y/n tertawa kecil.
Jk : " Sembuhnya"
Y/n : " Iya, aku mengerti sayang".
Y/n lalu kembali rebahan di pelukan Jk.
Jk : " Ayo kita tidur. Kau harus istirahat".
Y/n hanya mengangguk kan kepala. Mereka berdua kemudian pindah ke kamar Jk. Akhirnya mereka tertidur sambil berpelukan.
Pagi ini y/n bangun pagi untuk menyiapkan sarapan untuk Jk yang masih terlelap dalam mimpi.
Y/n : " Enaknya masak apa? Aishh Lupa dikulkas tidak ada apapun"
Y/n lalu beranjak pergi ke supermarket terdekat untuk membeli beberapa bahan makanan.
Setelah dikira cukup y/n kembali ke apartemen Jk.
Jk memang lama kalau tidur. Y/n pulang sari supermarket pun dia masih terlelap. Y/n berencana memasak nasi goreng seafood untuk Jk. saat sibuk memasak y/n dikejutkan dengan sebuah tangan yang tiba - tiba melingkar ditubuhnya.
Y/n : " Kamchagiya.."
Jk : " Kau sedang apa?" kata Jk dengan suara surau khas orang bangun tidur.
Y/n : " Memasak sarapan untukmu. Mandi dulu sana"
Jk : " Harum sekali. Aku mau makan dulu saja. Baru mandi"
Y/n : " Terserah padamu"
Jk : " Aku gosok gigi dulu" Kata Jk sambil mengecup pipi y/n lama.
CUUUUPPPP.
Y/n : " Hentikan ah ".
Saat menikmati sarapan mereka tiba - tiba Hp y/n berdering. Telihat Nama managernim dilayar hp.
In Call
Managernim : " Bagaimana keadaanmu?"
Y/n : " Sudah lebih baik"
Managernim : " syukurlah kalau begitu. Sebenarnya aku butuh bantuanmu"
Y/n : " Bantuan apa?"
Managernim : " Masih seperti biasa"
Y/n : " Dimana?"
Managernim : " Kali ini kita meeting di Hy"
Y/n : " Baiklah. Jam berapa managernim ?"
Managernim : " Sekitar jam 5 sore, bisa?"
Y/n : " Kalau hanya di HY aku bisa managernim"
Managernim : " Syukurlah. Nicole sedang dinas keluar negri soalnya"
Y/n : " Aku harus pakai apa?"
Managernim : " Casual saja. Yang penting cantik"
Y/n : " Nee managernim sampai jumpa di HY".
Call end
Jk : " Ada apa?"
Y/n : " Translator. Dikorea. Di Hy. Boleh?" tanya y/n
Jk : " Hmm"
Y/n : " Terima Kasih "
Jk : " Aku antar boleh?"
Y/n : " Bukannya kau libur. Nikmati saja liburan mu"
Jk : " Tidak. Aku ada urusan dengan suga hyung di genius Lab"
Y/n : " Benarkah. baiklah kalau begitu".
__ADS_1
In call
Y/n : " Hallo. chagia, kau dimana?"
Chagia : " Dibutik. Kenapa?"
Y/n : " Biasa"
Chagia : " baiklah. Seksi or..."
Y/n : " No. Casual elegan"
Chagia : " Ok. Kesini saja"
Y/n : " Sampai jumpa nanti. Hmmm.. Saranghe"
End call
Jk yang heran melihat gelagat genit y/n hanya melonggo.
Jk : " Siapa? Kenapa harus begitu?"
Y/n : " O.. Dia chagia. Temanku"
Jk : " Kenapa menelponnya?"
Y/n : " Dia teman designerku. Selama jadi traslator dia yang jadi stlyish ku"
Jk : " Jadi?"
Y/n : " jadi sebagai imbalannya, aku jadi model outfit dia".
Jk : " Kenapa kau jadi traslator lagi?" tanya Jk
Y/n : " Aku ini wanita yang penuh dengan hutang. Kalau kau tidak mau menyesal tinggalkan aku sekarang. Sebelum memyesal. aniya. Biaya perawatan eomma dulu belum selesai alias hutang. Aku bayar nyicil".
Jk : " Yak. Jangan becanda. Menyicil. Memang bisa?"
Y/n : " Dasar orang kaya. Tentu saja bisa?"
Jk : " Jangan marah dulu ya. Memang masih berapa hutangmu?"
Y/n : " Sekitar 5juta "
Jk : " kenapa banyak sekali. upah traslator mu berapa?"
Y/n : " 2jt"
Jk : " Managernim ternyata masih punya hati nurani"
Y/n : " Kan lumayan bisa buat membayar biaya pengobatan"
Jk : " kenapa kau tidak mau memakai uangku dulu?"
Y/n tahu Jk hanya ingin membantunya. Tapi ego nya terlalu tinggi kalau harus meminta uang pada Jk.
Y/n : " Tidak perlu. Aku masih bisa mencarinya sendiri"
Jk : " Tapi..."
Y/n : " Tenang saja. Aku masih bisa sendiri kok" kata y/n meyakinkan Jk.
Jk : " Dikulkas ada banyak bahan makanan. Siapa yang membelinya?"
Y/n : " Aku"
Jk : " Uang siapa yang kau pakai?"
Y/n : " Uangku"
Jk : " Sudah ku duga. Kau ini itu kulkasku. Aku juga nanti yang makan, kenapa kau beli pakai uangmu?"
Jk lalu bangun mengambil dompetnya lalu memyodorkan blackcard miliknya.
Jk : " Semua yang kau beli untukku atau member lain gunakan ini saja" menyodorkan blackcardnya.
Y/n : " Yak. Bagaimana aku bisa mengunakan ini? Apa tidak ada kartu yang biasa saja?"
Jk : " Tidak ada. Ini saja ambil. Gaji ku lebih besar darimu kenapa makan pun harus kau yang membelinya"
Y/n hanya tersenyum.
Jk : " Jangan pernah keluarkan uangmu lagi untuk ku".
Y/n : " Baiklah. Aku mengerti. Aku mau bersih² lalu berangkat"
Jk : " Hmm. Ingat itu. Pakailah kalau kau butuh".
Y/n : " Iya aku tahu" kata y/n meninggalkan jk uang sedang makan.
♡
♡
__ADS_1