The Assistant

The Assistant
PART XXXIX


__ADS_3

Setelah sekian lama ayam yang ditunggu y/n akhirnya datang juga. Tanpa basa basi y/n lalu melahap ayam tersebut.


Baru makan 3 potong ayam y/n menyudahi makannya.


Y/n : " Sudah ah... Kenyang".


Jk : " kau baru makan sedikit. Memang nya sudah kenyang".


Y/n : " tadi kan aku sudah makan. Kau saja yang menghabiskan ^_^"


Jk hanya mengiyakan keinginan y/n. Setelah ayam habis dimakan Jk mereka lalu menonton acara tv bersama. Jk mengambilkan segelas beer untuk menemaninya menonton tv.


Y/n : " Kau minum. Besok tidak kerja?"


Jk : " Tidak. Besok libur"


Y/n : " Kenapa?"


Jk : " Managernim memberikan libur 2 hari".


Y/n : " O.. Baguslah kau bisa istirahat"


Jk sebenarnya gelisah melihat pakaian y/n yang begitu pendek. Melihat gelagat Jk yang aneh y/n memberanikan diri untuk bertanya.


Y/n : " Jungkook a, kau tidak apa?"


Jk : " Hmm. Tidak apa - apa?"


Y/n : " Tapi sepertinya agak aneh. Apa ada yang mengangggu mu? Kenapa wajahmu merah sekali?"


Jk : " Tidak."


Y/n : " Benar".


Jk : " Hmm"


Y/n : " Yakin. Sepertinya kau terganggu dengan pakaianku ya?"


Jk : " Pakaian mu terlalu pendek?"


Y/n : " Benarkah? Bukannya kau sudah biasa melihat gadis² seksi?" goda y/n.


Y/n berdiri memastikan baju nya yang Jk bilang terlalu pendek. Benar saja baju Jk hanya sampai paha. Walaupun bagian atas besar tapi bagian bawahnya hanya sampai paha.


Y/n : " sorry . Tidak ada baju mu yang lebih besar lagi"


Melihat Jk yang masih gugup y/n berencana berganti baju.


Y/n : " Aku ganti saja".


Saat ingin beranjak ke kamar mandi untuk ganti pakaian, tiba - tiba Jk menarik tangan Y/n membuat y/n duduk dipangkuan Jk. wajah keduanya kini sangat dekat. y/n bisa merasakan nafas Jk diwajahnya. Begitu pula sebaliknya.


Pandangan mata Jk lalu tertuju di bibir y/n yang mungil dan berwarna merah muda. Tiba - tiba Jk medekatkan wajahnya ke wajah y/n. Semakin dekat. Semakin dekat hingga hidung Jk menyentuh hidung Y/n. Akhirnya bibir mereka bertemu. Jk mel*mat bibir y/n lama. Y/n pun membalas l*matan Jk. Bibir mereka bertautan cukup lama. Setelah sekian lama Jk melepas tautannya.


Jk : " Y/n a " panggil Jk lirih.


Y/n : " Hmm"


Jk : " Bolehkah aku melakukannya?"


Y/n : " Melakukan apa?"


Jk : " sayang. Kau tau apa yang aku maksudkan"


y/n sebenarnya tahu maksud ajakan Jk. Tapi dia malu karena belum pernah melakukannya.


Jk : " Sayang. Bolehkan?" tanya Jk perlahan.


Y/n : " Tapi aku..." ucap y/n yang wajahnya sudah semerah tomat.


*Apa yang harus kulakukan. Tidak mungkin aku bilang kalau aku masih p*rawan kan*batin y/n.


Jk : " Kenapa? Tidak boleh?"


Y/n : " Bukannya tidak boleh. Tapi?"


*Cari alasan lain y/n. Cepat* batin y/n.


Jk : " Tapi kenapa?"


Y/n : " Ini"


Y/n menunjuk lukanya yang belum sembuh.


Jk : " Ah... Benar juga. Maaf?" tampak kekecewaan di wajah Jk.


Y/n yang merasa iba melihat wajah kecewa Jk membelai wajah Jk dengan lembut.


Y/n : " Maaf"


Jk : " tidak apa - apa"


Y/n : " Nanti kalau tunggu aku sembuh"

__ADS_1


Y/n lalu menciumi seluruh wajah Jk.


Y/n : " Sabar dulu yaw"


Jk : " hmm. Tapi jangan lama - lama".


Y/n : " Apanya?" kata y/n tertawa kecil.


Jk : " Sembuhnya"


Y/n : " Iya, aku mengerti sayang".


Y/n lalu kembali rebahan di pelukan Jk.


Jk : " Ayo kita tidur. Kau harus istirahat".


Y/n hanya mengangguk kan kepala. Mereka berdua kemudian pindah ke kamar Jk. Akhirnya mereka tertidur sambil berpelukan.


Pagi ini y/n bangun pagi untuk menyiapkan sarapan untuk Jk yang masih terlelap dalam mimpi.


Y/n : " Enaknya masak apa? Aishh Lupa dikulkas tidak ada apapun"


Y/n lalu beranjak pergi ke supermarket terdekat untuk membeli beberapa bahan makanan.


Setelah dikira cukup y/n kembali ke apartemen Jk.


Jk memang lama kalau tidur. Y/n pulang sari supermarket pun dia masih terlelap. Y/n berencana memasak nasi goreng seafood untuk Jk. saat sibuk memasak y/n dikejutkan dengan sebuah tangan yang tiba - tiba melingkar ditubuhnya.


Y/n : " Kamchagiya.."


Jk : " Kau sedang apa?" kata Jk dengan suara surau khas orang bangun tidur.


Y/n : " Memasak sarapan untukmu. Mandi dulu sana"


Jk : " Harum sekali. Aku mau makan dulu saja. Baru mandi"


Y/n : " Terserah padamu"


Jk : " Aku gosok gigi dulu" Kata Jk sambil mengecup pipi y/n lama.


CUUUUPPPP.


Y/n : " Hentikan ah ".


Saat menikmati sarapan mereka tiba - tiba Hp y/n berdering. Telihat Nama managernim dilayar hp.


In Call


Managernim : " Bagaimana keadaanmu?"


Y/n : " Sudah lebih baik"


Managernim : " syukurlah kalau begitu. Sebenarnya aku butuh bantuanmu"


Y/n : " Bantuan apa?"


Managernim : " Masih seperti biasa"


Y/n : " Dimana?"


Managernim : " Kali ini kita meeting di Hy"


Y/n : " Baiklah. Jam berapa managernim ?"


Managernim : " Sekitar jam 5 sore, bisa?"


Y/n : " Kalau hanya di HY aku bisa managernim"


Managernim : " Syukurlah. Nicole sedang dinas keluar negri soalnya"


Y/n : " Aku harus pakai apa?"


Managernim : " Casual saja. Yang penting cantik"


Y/n : " Nee managernim sampai jumpa di HY".


Call end


Jk : " Ada apa?"


Y/n : " Translator. Dikorea. Di Hy. Boleh?" tanya y/n


Jk : " Hmm"


Y/n : " Terima Kasih "


Jk : " Aku antar boleh?"


Y/n : " Bukannya kau libur. Nikmati saja liburan mu"


Jk : " Tidak. Aku ada urusan dengan suga hyung di genius Lab"


Y/n : " Benarkah. baiklah kalau begitu".

__ADS_1


In call


Y/n : " Hallo. chagia, kau dimana?"


Chagia : " Dibutik. Kenapa?"


Y/n : " Biasa"


Chagia : " baiklah. Seksi or..."


Y/n : " No. Casual elegan"


Chagia : " Ok. Kesini saja"


Y/n : " Sampai jumpa nanti. Hmmm.. Saranghe"


End call


Jk yang heran melihat gelagat genit y/n hanya melonggo.


Jk : " Siapa? Kenapa harus begitu?"


Y/n : " O.. Dia chagia. Temanku"


Jk : " Kenapa menelponnya?"


Y/n : " Dia teman designerku. Selama jadi traslator dia yang jadi stlyish ku"


Jk : " Jadi?"


Y/n : " jadi sebagai imbalannya, aku jadi model outfit dia".


Jk : " Kenapa kau jadi traslator lagi?" tanya Jk


Y/n : " Aku ini wanita yang penuh dengan hutang. Kalau kau tidak mau menyesal tinggalkan aku sekarang. Sebelum memyesal. aniya. Biaya perawatan eomma dulu belum selesai alias hutang. Aku bayar nyicil".


Jk : " Yak. Jangan becanda. Menyicil. Memang bisa?"


Y/n : " Dasar orang kaya. Tentu saja bisa?"


Jk : " Jangan marah dulu ya. Memang masih berapa hutangmu?"


Y/n : " Sekitar 5juta "


Jk : " kenapa banyak sekali. upah traslator mu berapa?"


Y/n : " 2jt"


Jk : " Managernim ternyata masih punya hati nurani"


Y/n : " Kan lumayan bisa buat membayar biaya pengobatan"


Jk : " kenapa kau tidak mau memakai uangku dulu?"


Y/n tahu Jk hanya ingin membantunya. Tapi ego nya terlalu tinggi kalau harus meminta uang pada Jk.


Y/n : " Tidak perlu. Aku masih bisa mencarinya sendiri"


Jk : " Tapi..."


Y/n : " Tenang saja. Aku masih bisa sendiri kok" kata y/n meyakinkan Jk.


Jk : " Dikulkas ada banyak bahan makanan. Siapa yang membelinya?"


Y/n : " Aku"


Jk : " Uang siapa yang kau pakai?"


Y/n : " Uangku"


Jk : " Sudah ku duga. Kau ini itu kulkasku. Aku juga nanti yang makan, kenapa kau beli pakai uangmu?"


Jk lalu bangun mengambil dompetnya lalu memyodorkan blackcard miliknya.


Jk : " Semua yang kau beli untukku atau member lain gunakan ini saja" menyodorkan blackcardnya.


Y/n : " Yak. Bagaimana aku bisa mengunakan ini? Apa tidak ada kartu yang biasa saja?"


Jk : " Tidak ada. Ini saja ambil. Gaji ku lebih besar darimu kenapa makan pun harus kau yang membelinya"


Y/n hanya tersenyum.


Jk : " Jangan pernah keluarkan uangmu lagi untuk ku".


Y/n : " Baiklah. Aku mengerti. Aku mau bersih² lalu berangkat"


Jk : " Hmm. Ingat itu. Pakailah kalau kau butuh".


Y/n : " Iya aku tahu" kata y/n meninggalkan jk uang sedang makan.



__ADS_1


__ADS_2