
Setelah memastikan yuura dan y/n sudah pergi V dan jimin memang berencana mengintrogasi Jk.
Jimin: " Jungkook a, boleh hyung tanya sesuatu?"
Jk : " Apa?" kata Jk sambil bermain game di Hp nya.
Jimin : " Kau sedang bahagia sekarang?"
Jk : " tentu saja "
Jimin : " kenapa kau bahagia?"
V : " apa karena y/n sii?" Pancing V
Jk : " taehyung a..."
V : " kenapa, tadi wajah mu memerah saat di pegang y/n sii. Kau tidak seperti itu pada yuura?"
V : " Kenapa. Ada apa dengan y/n ?" Kata V mengoda.
Jk : " aku juga tidak tau."
Jimin : " kenapa bisa tidak tau".
Jk : " hyung, aku juga tidak tahu. Benar2 tidak tau. Kami belum lama kenalkan, tapi kenapa sepertinya aku terus memikirkannya"
Jimin : " Hoel"
Jk : " mungkin karena aku sudah terbiasa dengan masakan nya. Atau terbiasa dengan keberadaan nya" sambung Jk sambil sesekali tersenyum.
V : " Jk, kau menyukai y/n, kau tau?"
Jk : " Benarkah!, aku tidak tau."
Jimin : " kenapa kau malah bertanya pada kami?. Itukan perasaan mu sendiri. Yang tau kau sendiri".
Jk : " aku juga belum pasti hyung. Tapi setelah insiden pagi ini aku seperti merasa tersentuh."
Jimin : " tidak apa - apa kalau kau punya perasaan pada seorang wanita. Itu sangat wajar. Tapi aku ingin mengingatkan saja, sepertinya akan sulit bagi kita untuk mempunyai hubungan sekarang ini". Jimin mencoba menjelaskan keadaan mereka bila ingin menjalin hubungan dengan seorang wanita. Bukan hanya sulit tapi teramat sulit. Wanita ini tidak akan leluasa menemui mereka. Harus serba hati - hati, tidak boleh diketahui orang lain. Sedangkan wanita sekarang selalu ingin memamerkan kekasih mereka pada dunia.
Jimin : " mungkin harus kau pikirkan lagi Jk". Jimin mengingatkan .
Jk : " baiklah hyung. Tapi biasakah kalian rahasiakan ini terlebih dahulu ". Pinta Jk.
__ADS_1
Jk juga paham keadaan mereka saat ini. Mempunyai kekasih sekarang ini sepertinya malah memberikan neraka pada mereka bukan surga. Bukan kebahagiaan tapi penderitaan.
*mungkin aku harus mulai mengendalikan perasaanku terlebih dahulu* batin Jk. Saat kembali ke kamar Jk banyak memikirkan perkataan jimin. Dia hanya diam dalam gelap, perkataan jimin hyung selalu terlintas dipikiran Jk.
*benarkah perasaan ini. Apa yang harus kulakukan. Apa benar aku menyukainya. Tidak mungkin kan.* batin Jk. Jk yang tidak mau ambil pusing lalu tidur begitu saja.
KAMAR Y/N
Pukul 04.00 Hp y/n berdering beberapa kali. Y/n yang mulai terbangun karenanya mengangkat telepon tersebut.
Y/n : " Halo. Siapa?". Jawab y/n agak melantur karena belum terbangun sepenuhnya.
" y/n sii, sepertinya aku tidak enak badan " ternyata Jk yang menelponnya pagi buta. Y/n langsung terbangun mendengar Jk sedang tidak baik - baik saja.
Y/n : " aku kesana sekarang juga " kata y/n sambil berlari ke kamar Jk. Masih belum sadar sepenuhnya y/n berlari ke kamar Jk. Dalam sekejap saja y/n sudah sampai di kamar Jk.
Y/n : " ada apa Jungkook? Kau tidak apa - apa kan ?" Kata y/n sambil berlari menghampiri Jk di dalam kegelapan. Saat menyalakan lampu y/n melihat Jk sepenuhnya didalam selimutnya. Saat menyentuh dahinya panas nya bukan main.
Y/n : " Jungkook sii, kau demam."
Jk : " entahlah, rasanya tidak nyaman sekali"
Y/n : " tidak boleh. Kau tidak boleh sakit sekarang". Kata y/n khawatir.
" tunggu aku sebentar"
Beberapa menit kemudian y/n datang dengan semangkuk bubur, air dan obat.
Y/n : " Jungkook sii, bangun dulu". Y/n mencoba membantu Jk bangun. Y/n memapah badan Jk yang panas membara.
Y/n : " makanlah sedikit, lalu minum obat ini".
JK : " Badan ku lemas sekali y/n sii" kata Jk lemas tak berdaya.
Y/n : " cobalah untuk duduk dulu, bisa?" Pinta Y/n
Jk berusaha untuk bangun dan duduk. Y/n dengan sigap meletakkan bantal di punggung Jk agar Jk bisa bersandar dengan nyaman. Setelah melihat Jk duduk bersandar dengan nyaman y/n mulai menyodorkan buburnya.
Y/n : " boleh aku suapi jungkook sii?" Y/n meminta ijin terlebih dahulu. Namun Jk tak menjawab hanya menganggukkan kepala.y/n mulai menyuapi Jk.
Y/n : " Panas" y/n lalu meniup setiap suapan bubur untuk Jk.
Jk mencoba menelan setiap suapan bubur y/n.
__ADS_1
Jk : " kau yang membuat ini?". Tanya Jk
Y/n : " em. Kenapa? Tidak enak?"
Jk : " Enak koq. Aku bisa tau ini buatan mu dari rasanya" puji Jk.
Y/n : " syukurlah kalau kau suka. Makanlah yang banyak".
Jk: " sepertinya sudah cukup." Kata Jk menghentikan suapan y/n. Y/n lalu melihat mangkuk buburnya, sudah hampir setengah mangkuk yaang dihabiskan Jk.
Y/n : " baiklah. Minum obatnya"
Kemudian y/n menyodorkan obat apa Jk dan segelas air. Setelah Jk minum obatnya y/n membantu membaringkan Jk kembali.
Y/n : " sekarang tidurlah biar cepat sembuh" kata y/n sambil membetulkan selimut Jk.
Tiba - tiba Jk menahan tangan y/n.
Y/n : " ada apa? Ada yang sakit?".
Jk : " tetaplah disini."
Y/n : " Kenapa?"
Jk : " tetap disini dulu" pinta Jk.
Y/n : " baiklah. Aku disini sampai kau tidur. Ok".
Jk mengiyakan perkataan y/n. Dia sadar tidak bisa terus menerus merepotkan y/n.
Setelah beberapa menit Jk sudah tertidur. Dengan lembut y/n mengusap keringat Jk yang mulai bermunculan dengan tissu.
Y/n mulai memperhatikan wajah Jk yang sedang tidur.
*seperti anak kecil* batin y/n.
Tiba - tiba saja Jk mengenggam tangan y/n dan mengigau menyebut nama ibunya.
Jk : " eomma....eomma...." kata Jk lirih. Y/n lalu mengelus pelan dahi Jk.
Y/n : " tenanglah. Aku disini" kata y/n pelan.
Jk mulai tenang dan kembali tidur tapi tidak melepas genggamannya. Y/n berusaha melepaskan genggaman nya tapi tidak bisa. Takut Jk terbangun lagi. Alhasil dia membiarkan Jk mengenggam tangannya. Sepanjang subuh Jk terus mengenggam tangan y/n tanpa melepaskannya sedikit pun.
__ADS_1
Y/n yang mulai mengantuk tidak bisa berbuat apa - apa.
Akhirnya dia tertidur menyender dipinggir kasur Jk.