The Assistant

The Assistant
Draft


__ADS_3

Jk terus menanyakan dimana keberadaan y/n pada yuura. Namun yuura diam seribu bahasa. yuura masih ragu untuk memberitahu Jk. Tiba - tiba V membuka omongan.


V : " y/n ada di Rs dibusan". kata V ragu.


Jk :" hyung, bagaimana kau tau dimana y/n ?" tanya Jk.


V : "Aku tidak sengaja mendengar pengakuan y/n pada managernim".


Semua member tercengang dengan pengakuan V barusan.


Jin : " Kenapa tidak memberitahu kami?"


V : " Y/n melarangku. Aku minta maaf hyung. Aku tidak sengaja menutupinya" ucap V gelisah.


Terlihat rasa bersalah dimata V.


Jin : " Sudahlah. Ini bukan salahmu" ucap Jin menenangkan V.


Jk : " Kenapa tidak memberitahuku lebih awal. Kenapa hyung? Kau tidak kasihan dengan y/n? Dia sedang hamil!" ucap Jk agak kesal.


V : " Sebenarnya aku ingin memberitahumu, tapi y/n mengancamku. kalau dia akan menghilang kalau aku memberi tahumu". Jelaskan V.


Jk : " Tapi tetap saja".


Suga : " Sudahlah yang penting kau temui y/n dulu?"


Jk menghampiri Yuura yang mematung. binggung.


Tiba - tiba datang sebuah panggilan yang tidak terduga di Hp yuura.


Yuura : " Nee. saya sendiri. Ada apa?"


Yuura : " MWO. Lalu bagaimana keadaannya?" ucap Yuura cemas.


Yuura : " Bisakah kau menjaganya dulu. Aku segera kesana". Setelah selesai menelpon, Jk menghentikan langkah yuura.


Jk : " ada apa? Apa terjadi sesuatu pada y/n?" tanya Jk khawatir.


Yuura : " Keadaan y/n menurun dia harus masuk ICU" Ucap yuura singkat.


Jk : " sebenarnya apa yang terjadi padanya? Tanya Jk khawatir.


Yuura : " Nanti saja , aku jelaskan aku harus menemui y/n!"


Jk : " Aku ikut! Hyung boleh". Menoleh ke arah Jin.


Jin : " Boleh. Tapi hati - hati. Jangan lupa masker dan topimu" saran jin.


Yuura : " Anniya. Kau tidak boleh ikut. Maaf!"


Jk : " Kenapa?" tanya Jk


Yuura mematung sebentar. Melamunkan sesuatu.


Jk : " Yuura ssi" panggil Jk membuyarkan lamunan yuura.


yuura : " Y/n tidak ingin bertemu dengan mu lagi" ucap yuura datar.


Jk : " Kenapa? Kenapa tidak boleh? Aku appa bayinya?"


Yuura mencoba menjelaskan.


Yuura : " Tapi....."


Jk : " aku tidak mau. Aku ingin bertemu dengannya yuura. Tolonglah".


Yuura : " Tapi bisakah kau janji satu hal padaku?" tanya Yuura.


Jk : " Apa?"


Yuura : " Lihat y/n dari jauh. Jangan temui dia dulu. Kau hanya boleh melihatnya saja".


Jin : " Kenapa seperti itu?"

__ADS_1


Yuura mulai menangis.


Yuura : " Oppa. Kau tau betapa sulitnya aku menemukan y/n? Aku takut dia kabur lagi. Tolonglah! " Yuura memohon.


Jk : " Baiklah. Aku akan menuruti mu" Jk pasrah.


Yuura : " Aku akan mencoba membujuknya nanti".


Setelah kesepakatan tercapai yuura dan Jk pergi menemui y/n di busan. Mereka memilih naik pesawat agar cepat sampai. Karena Jk sudah tidak sabar untuk menemui y/n. Kekasih yang paling ia cintai. Jk tidak bisa membuang begitu saja perasaannya pada y/n. Semua kenangan, semua pengorbanan y/n makin membuat Jk tidak akan pernah melepaskannya begitu saja. Apalagi sekarang y/n mengandung anaknya.


Di dalam pesawat Jk menanyakan keadaan y/n selama ini.


Jk : " Yuura, Sebenarnya apa yang terjadi pada y/n ?


Yuura terlihat cemas.


Yuura : " Apa kau ingat terakhir kali kau melihat dia muntah di apart kami lalu menangis?"


Jk : " Aku ingat"


Yuura : "Dia baru tau kalau dia hamil. usia kehamilannya sudah 6 minggu."


Yuura : " Setelah itu dia tidak bisa makan dengan baik. Hanya 2 sampai 3 suapan dia sudah mual. Tidak bisa meminum vitamin juga. Susu pun tidak bisa. semua akan dia muntahkan".


Jk : " Lalu bagaimana dia bisa bertahan selama ini?"


Yuura : " Rs. dia bolak balik masuk Rs. dokter juga binggung kehamilanya sudah besar tapi kenapa seperti hamil muda."


Jk : " Lalu "


Yuura : " Stres. Dokter bilang y/n stres berlebihan".


Yuura mulai menangis. Air mata nya jatuh, air mata yang selama ini dia tahan didepan y/n ia tumpahkan di depan Jk.


Jk menepuk pundak yuura pelan.


Jk : " terima kasih yuura, kau sudah menjaga nya dengan baik". Ucap Jk.


Jk pun tidak bisa menahan air matanya. ternyata selama ini apa yang dia pikirkan tentang y/n salah. Mendengar kesulitan y/n mempertahankan kehamilannya membuat Jk semakin merasa bersalah.


Yuura : " Dia bilang tidak bisa. Bayi itu kesempatan dia memiliki keluarga lagi" tangisan yuura semakin menjadi.


Yuura : " dia mencoba bekerja di unit T selama 2 bulan. Mereka menghina y/n , mencemooh y/n tanpa rasa bersalah sedikit pun".


Jk : " mwo? Kenapa mereka melakukannya?"


Yuura : " Mereka tau kalau y/n hamil diluar nikah".


Jk semakin merasa bersalah lagi. Apa yang dialami y/n sangat menyedihkan dan dia tidak bersamanya.


Yuura : " Dia lalu resign dan pergi entah kemana? Aku juga baru menemukannya lagi 2 bulan yang lalu".


Jk : " Usia kehamilannya sekarang"


Yuura : " hampir 8 bulan. kalau seperti ini terus keadaannya, dokter akan mengeluarkan bayinya lebih awal" jelaskan yuura


Jk : " Maksudnya?"


Yuura : " Prematur"


Jk : " Ya Tuhan. Apa yang kulakukan? Kenapa aku tidak ada disaat dia membutuhkanku?" ucap Jk menyesali keadaan y/n.


Jk memukul mukul kepalanya menyalahkan dirinya.


Yuura : " Tenanglah. Dia tidak pernah menyalahkanmu sama sekali" ucap yuura menenangkan Jk.


Jk : " Benarkah? "


Yuura menganggukkan kepalanya pelan.


Yuura : " Setiap hari dia menanyakkan kabar mu pada V. Apa kau makan dengan baik. Apa kau sakit? Apa kau sedang sedih? Bahkan 2 minggu sekali dia mengirimkan makanan untuk kalian. Dia sedih saat kau tidak memakan makanannya."


Jk : " Jangan bilang "

__ADS_1


Yuura : " nee. Bekal yang selalu aku bawa untuk kalian , Y/n yang memasaknya". Ucap yuura pelan.


Jk : " Ya Tuhan.."


Yuura : " Dia tidak benar² meninggalkan mu Jk".


Setibanya di Busan Jk dan yuura langsung menuju Rs dimana y/n dirawat. Sesampainya di depan Ruang icu mereka melihat y/n terbaring dengan beberapa alat medis menempel di tubuhnya. Tanpa sadar air mata Jk jatuh melihat keadaan y/n.


Dokter : " Yuura ssi" panggil nya.


Yuura : " Nee dokter, bagaimana keadaannya?"


Dokter : " Sudah lebih baik. Tapi sepertinya kita tidak ada jalan lain". Ucap dokter serius.


Jk terkejut mendengar penjelasaan dokter.


Jk : " Maksudnya apa yuura?"


Yuura : " Mereka akan mengeluarkan bayinya. Kalau seperti ini terus akan membahayakan keduanya".


Jk : " Tolong lakukan apapun. Agar mereka selamat dokter".


Dokter : " Pastinya. Tapi yuura siapa dia?" tanya dokter menanyakan Jk.


Yuuta : " Dia...emmm" yuura ragu menjawabnya.


Jk : " Aku appa bayi nya. Boleh aku menemani y/n? tanya Jk.


Yuura : " Jk!"


Jk : " Dia sedang tidur kan. Bolehkan yuura? Aku ingin melihatnya lebih dekat". Pinta Jk.


Dokter pun memperbolehkannya, tapi hanya satu orang yang diperbolehkan masuk karena itu ruang icu.


Jk kemudian masuk ke dalam ruangan. Memandang y/n yang sedang tertidur pulas dengan perut yang sudah buncit. Jk mendekat dan memegang perut y/n.


Jk : " Hai nak, ini appa. Maaf tidak pernah menemanimu selama ini. Appa sangat menyesal" membelai perut y/n pelan agar y/n tidak terganggu.


Jk : " Sekarang appa akan menjaga mu dan oemma mu. Appa janji". Lanjut Jk.


Y/n mulai terusik dengan sentuhan Jk, mulai membuka mata perlahan.


Y/n : " Jungkook a" Ucap y/n lirih.


Jk : " Iya sayang. Aku disini" mengenggam tangan y/n.


Y/n : " Sudah lama aku tidak memimpikan mu. Aku sangat merindukanmu" ucap y/n menganggap Jk di depannya hanya mimpi.


Jk : " Kau butuh sesuatu? Atau ada yang sakit?" tanya Jk


Y/n : " Aku lapar jungkook a"


Jk : " Kau ingin makan apa?"


Y/n : " Bubur "


Jk : " Bubur? Bubur apa?"


Y/n : " Abalone. Aku ingin bubur abalone" pinta y/n manja.


Jk : " Baiklah. Kau istirahat dulu. Aku belikan".


Y/n : " aku tidak mau tidur. Nanti aku tidak bisa memimpikan mu lagi" jawab y/n polos.


Jk : " Aku akan disini untuk mu" membelai rambut y/n pelan.


Y/n : " Benarkah?"


Jk hanya mengangguk mengiyakannya.


Y/n : " Senangnya kalau ini bukan mimpi". Y/n tertidur kembali.


__ADS_1



__ADS_2