The Assistant

The Assistant
PART XXXV


__ADS_3


Sesuai rencana y/n, yuura , hyemi , myung ju dan hyun ji akan mengadakan makan malam bersama. Tapi sepertinya cuaca kurang bersahabat. Saat mau keluar restoran tiba - tiba hujan turun dengan lebatnya.


Yuura : " Wah, Hujannya mengerikan sekali"


Hyemi : " Benar sekali. Aku mau pulang naik taksi saja, kalian ?"


Yuura : " Aku dijemput pacar aku. Y/n kau bagaimana?" tanya yuura.


Y/n : " Aku. Naik bus saja".


Yuura : " Tapi hujannya lebat. Jarak halte dengan apartemen lumayan jauh, kau bisa kehujanan nanti".


Y/n : " Tidak apa - apa. Tenang saja".


Yuura : " Baiklah. Tapi jangan lupa beli payung dulu"


yuura terus mengingatkan y/n untuk berhati - hati karena hujan yang bertambah lebat dan y/n harus berjalan lumayan jauh untuk sampai di apartemen.


Sesampainya dihalte hujan belum juga berhenti. Y/n lalu berlari menuju supermarket untuk membeli payung. Tanpa y/n sadari dia sudah dibuntuti Seseorang dengan topi hitam, masker hitam dan hoodie hitam. Dia terus mengawasi y/n yang berjalan sendirian sambil memainkan Hpnya.


Setelah beberapa saat y/n mulai menyadari gelagat aneh dari penguntit itu. Y/n sebenarnya sudah menyadari dibuntuti seseorang. Kejadian itu sudah berlangsung hampir satu minggu. Tapi y/n belum yakin dia itu orang jahat atau hanya orang lewat saja. Y/n lalu menghubungi yuura lewat pesan.


----" Yuura, sepertinya ada orang mengikutiku, bantu aku lapor polisi "---------


Y/n mencoba mempercepat langkahnya agar penguntit itu tertinggal. Tapi penguntit itu tidak sebodoh yang y/n pikirkan.


*Hajar saja bagaimana*batin y/n.


Y/n lalu berbelok ke gang dan bersembunyi disana. Saat penguntit itu melewati y/n, dia memulai aksinya.


Y/n : " Kau mencariku?"


Penguntit itu kaget dan berbalik. Melihat y/n santai bersandar di tembok.


Y/n : " Kau siapa? Kenapa mengikutiku? Kau kenal aku?"


Penguntit itu hanya diam saja.


Y/n : " Kenapa diam saja? Apa yang kau inginkan ?"


Penguntit : " Aku ingin dirimu Bae y/n ssi"


Y/n : " Siapa kau? Bagaimana kau tau namaku?"


Penguntit : " Kau tidak ingat aku lagi? Aku mencarimu kemana - mana selama ini?"


Y/n : " Siapa kau sebenarnya?"


Penguntit : " Kau benar² tidak ingat aku sayangku?"


Y/n : " Kau gila"


Penguntit itu lalu melepas masker dan topinya. Y/n kaget setengah mati melihat wajah penguntit itu. Wajah yang merupakan mimpi buruk y/n beberapa tahun lalu.


Y/n : " Kim sajangnim. Darimana kau tau?"


Kim sajangnim : " Menemukanmu sangatlah mudah bagiku. Kau harus membayar apa yang kau perbuat padaku dulu".


Y/n : " Dasar gila".


Kim sajangnim : " Aku memang gila karena mu. Bisnisku macet gara² ulahmu. Kau harus membayarnya sekarang".


Kata² itu seperti aba - aba, seketika muncul 3 orang berbadan besar di sekeliling y/n. Ternyata kim sajangnim membawa anak buahnya. Y/n mencoba tetap tenang sembari menunggu bantuan dari yuura. Dibawah guyuran air hujan y/n mencoba mengulur waktu.


Y/n : " itu bukan salahku. Kau salahkan saja Bae jungsik"

__ADS_1


kim sajangnim : " bae jungsik, tenang lah dia tidak akan menganggumu lagi. Aku sudah mengirimnya ke tempat yang tenang".


Y/n : " Maksudnya?"


Kim sajangnim :" Dia sudah tenang disana" katanya sambil menunjuk kelangit.


Y/n : " YAK, kau memb**uhnya!!"


Kim sajangnim : " aku tidak membu**hnya. Itu tidak sengaja. Kau harus berterima kasih padaku karena sudah melenyapkannya"


Bagai tersambar petir y/n kaget mendengar bahwa appanya sudah tidak ada. Entah harus senang atau sedih mendengarnya.


Kim sajangnim : " Kini giliranmu. Aku akan mempertemukan kalian sekeluarga dengan damai".


Ketiga anak buah nya lalu mulai berkelahi dengan y/n. Sedangkan kim sajangnim hanya diam melihat situasi saja.


Y/n lalu memperlihatkan keahlian karatenya, sebentar saja dia sudah membuat salah satu anak buahnya tidak berdaya.


Kim sajangnim : " wah, ternyata kau hebat juga sekarang"


Y/n : " Berkat mu". Jawab y/n dengan nafas yang agak tersengah. Bagaimanapun y/n hanya wanita. Dengan badan yang lumayan mungil melawan 3 orang berbadan sangar.


Tiba - tiba kedua anak buah kim sajangnim melawan bersamaan. Y/n yang kewalahan akhirnya tersungkur. Wajahnya penuh lebam dan darah akibat pukulan. Kedua anak buah kim sajangnim lalu memegangi kedua tangan y/n.


Kim sajangnim kemudian mendekati y/n yang sudah lemah.


JLEP..


Sebilah pisau ditancapkan kim sajangnim ke perut y/n. Seketika y/n tersungkur.


Kim sajangnim : " Nikmati nafas terakhirmu dengan tenang dengan guyuran air hujan ini. Selamat jalan sayangku".


Kim sajangnim meninggalkan y/n yang penuh darah sendirian.


Y/n : " Auch. Si*lan. Darahnya banyak sekali" kata y/n menekan lukanya.


Y/n : " Aku tidak boleh mati seperti ini. Tidak boleh. Aku belum bilang cinta pada Jungkook".


"Y/N SSI " sebuah teriakan membuat senyuman kecil di bibir y/n. Akhirnya bantuan datang.


Y/n : " Yuura, kenapa kau lama sekali" ucap y/n lirih. Y/n lalu tersungkur pingsan setelah melihat yuura berlari ke arahnya.


APARTEMEN JK


Jk : " Sudah jam segini, kenapa y/n tidak memberi kabar. Dia sudah pulang apa belum?"


Jk mulai khawatir, karena y/n berjanji akan memberikan kabar kalau sudah sampai di apartemen. Dia lalu bergegas mengambil Hpnya. Mencoba menghubunginya beberapa kali tapi tidak ada jawaban.


Saat mondar mandir tidak sengaja Jk menjatuhkan gelas berisi beer yang sedang di minumnya.


PYAR.


JK : " ah.. Bikin repot saja".


Tiba - tiba Hp jk berdering. Bukan y/n melainkan yuura.


Jk : " Hallo yuura ssi ada apa?"


Yuura : " Oppa, aku harus bagaimana? Kata yuura sambil menangis histeris.


Jk : " Ada apa yuura? Kenapa kau menangis, tenangkan dirimu. Katakan apa yang terjadi?" tanya Jk gusar.


Yuura : " Y/n oppa".!


Jk : " Y/n kenapa?"


Yuura : " y/n ditusuk orang, sekarang aku sedang didalam ambulans menuju rumah sakit".

__ADS_1


Jk : " APA". Bagai tersambar petir Jk mematung mendengar ucapan yuura.


Jk : " Bagaimana keadaannya? dia baik - baik saja kan?"


Yuura : " Dia tidak sadarkan diri oppa. Darahnya banyak sekali" kata yuura sambil menangis.


Jk : " aku akan kesana sekarang".


Yuura : " Oppa jangan sendirian. Tolong hubungi jinyong oppa juga ".


Jk : " aku tau"


Jk lalu menutup telepon yuura dan menelpon jinyong. Jk lalu menelpon seseorang lagi.


Jk : " Jin oppa.." Jk lalu menjelaskan kejadian nya pada jin hyung.


Jin : " Baiklah kita bertemu dirumah sakit langsung saja Jk. Hati - hati mengendarai mobilnya".


Jk : " Nee hyung".


RUMAH SAKIT H


Jk yang baru sampai dengan jin hyung berlari menuju IGD. Disana dia melihat yuura yang menangis histeris.


Jk : " Yuura , y/n bagaimana?" tanya Jk panik. Apalagi melihat darah dibaju dan tangan yuura yang lumayan banyak.


Jk : " Ini apa? Darah siapa ini?"


Yuura : " Darah y/n oppa".


Jk : " Dimana dia sekarang?"


jinyong : " Dia sedang ditangani sekarang".


Yuura masih terlihat syok. Semua orang sedang menunggu kabar dari dokter. Jk , jin , jinyong dan yuura menunggu dengan cemas di luar ruangan operasi. Beberapa kali perawat keluar masuk ruangan operasi malah membuat semua nya tambah khawatir. Setelah 3 jam dokter keluar ruang operasi.


Semua orang lalu menghampiri dokter.


Jk : " Bagaimana keadaan y/n dokter?"


Dokter : " Sekarang kita tunggu dia sadar dulu. Luka nya lumayan dalam dan sedikit melukai organ dalamnya. Dalam 2 hari ini kita lihat perkembangannya dulu" kata dokter berlalu pergi.


Jk langsung lemas mendengar keadaan y/n.


Yuura : " Oppa , Bagaimana ini? Bagaimana y/n bisa seperti ini?" kata yuura sambil menangis.


Jinyong : " Y/n gadis tangguh, besok pasti dia sudah sadar. Tenang saja". Ucap jinyong menenangkan Yuura.


Setelah selesai operasi y/n dipindahkan ke ICU untuk dipantau lebih lanjut.


Yuura : " Jk oppa, kalian pulanglah biar aku yang menjaga y/n disini"


Jk : " Tidak. Aku ingin disini saja".


Yuura : " Tidak bisa, bagaimana kalau ada yang melihatmu?"


Jk tidak menjawab, dia hanya memandangi y/n yang sedang terbaring lemah di balik jendela kaca ICU.


Jk : " Jin hyung, apa alat - alat itu akan membuatnya kesakitan?" tanya Jk lirih melihat berbagai alat kedokteran menempel ditubuh y/n.


Jin : " tidak. Itu membantunya bertahan. Apa yang yuura bilang benar. Lebih baik kita pulang dulu besok kita kemari lagi".


Jk tidak pernah menolak permintaan jin hyungnya. Ia pun menurut dan berencana pulang.


Jk : " Sayang, aku pulang dulu. kita bertemu lagi besok. ku mohon segera bukalah matamu. Aku mohon" kata jk lirih sambil melihat y/n.


*Aku tidak bisa tanpa mu sayang*Batin Jk

__ADS_1




__ADS_2