
Y/n mengeliat saat cahaya matahari masuk ke dalam kamar melalui sela - sela tirai jendela mengenai wajahnya. Melakukan peregangan ringan tiba - tiba y/n terkejut melihat Jk tidur di atas sofa kamar.
Y/n : " Dia tidur di sofa tadi malam"
Malam tadi y/n menolak Jk tidur disampingnya. Entah kenapa dia selalu mual saat mencium bau Jk. Mau tidak mau Jk mengalah tidur di sofa daripada tidur di kamar lain. Dia ingin dekat dengan y/n walaupun harus tidur disofa.
Y/n bangun cukup pagi hari ini. Sudah biasa y/n bangun pagi dan jalan² pagi untuk kesehatan bayinya.
Y/n : " Sayang , ayo kita jalan² ditaman " sambil mengelus perut buncitnya.
saat melewati dapur y/n melihat oemma sedang memasak menyiapkan sarapan pagi.
Y/n : " Selamat pagi oemma" sapa y/n.
Oemma : " Selamat pagi y/n. Pagi sekali bangunnya. Mau kemana? Tanya oemma.
Y/n : " Y/n mau jalan² di halaman depan. Bolehkan oemma?" ijin y/n.
Oemma : " Tentu saja. itu baik untuk kesehatan ibu dan bayimu".
Y/n : " Nee oemma. Aku jalan dulu"
Oemma : " Nee. Hati - hati ".
Y/n bergegas menuju halaman depan rumah.
Beberapa menit kemudian terlihat Jk keluar kamar dengan terengah - enggah.
Jk : " Oemma, y/n kemana?" tanya Jk panik.
oemma : " Tenang dulu. Dia disana" menuju Ke halaman depan yang memang terlihat dari dalam rumah lewat jendela kaca yang besar.
Terlihat Jk tenang melihat y/n sedang jalan santai menyisiri halaman depan dengan terus memegang lembut perutnya.
Oemma : " Cantik ya" mendekati Jk dan melihat y/n dari dalam rumah.
Jk : " Nee. Oemma, bagaimana caranya agar dia mau menikah dengan ku?" tanya Jk tanpa mengalihkan pandangannya dari y/n.
Oemma : " Sabar saja anakku. Kau tau tragedi yang dia alami dulu tidaklah mudah".
Jk : " Nee.. Oemma. Aku sangat mencintai wanita itu oemma"
Oemma : " Oemma juga menyayangi y/n".
Terlihat kedua orang itu melihat penuh cinta pada y/n. Pemandangan indah di pagi hari yang pernah Jk temui.
Oemma : " Temani dia. Bujuk pelan - pelan. Pasti bisa". Ucap oemma lembut.
Tanpa aba - aba Jk lalu menghampiri y/n dihalaman depan.
Jk : " Chagia" panggil Jk.
Y/n menoleh ke arah sumber suara.
Y/n : " Pagi Jungkook a"
Jk : " Sampai kapan kau terus memanggilku Jungkook?" ucap Jk kesal.
Y/n : " Lalu mau dipanggil apa?"
Jk : " Sayang atau oppa. Yang penting jangan jungkook "
Y/n : " Tapi kan itu memang nama mu?" goda y/n
Jk : " Tidak boleh"
Y/n tertawa kecil melihat Jk merajuk manja.
Jk : " Kau tidak mual lagi kan? Bau ku sudah berbeda kok?"
Y/n : " sepertinya sudah lebih baik" jawab y/n santai.
Jk : " sudah jalan - jalannya. Ayo kita sarapan" ajak Jk mengandeng tangan y/n.
Y/n : " Nee. Oppa" sedikit penekanan pada kata oppa.
Terlihat Jk tersenyum bahagia.
Jk : " Bisa ulangi lagi?"
Y/n : " Nee. Oppa"
Jk mendekati y/n mencium lembut keningnya.
Jk : " Saranghe y/n a". " Saranghe sayang" Membisikannya ke perut y/n.
Y/n duduk di meja makan sebelahan dengan Jk. Oemma sudah menyiapkan sarapan sehat untuk ibu hamil. Jk dengan sigap menyuapi y/n sampai menghabiskan sarapannya. Oemma cukup heran melihat kelakuan keduanya.
Jk : " Dia akan muntah kalau makan sendiri oemma" jelas Jk yang paham akan pandangan oemma nya.
Oemma : " Wah. Bayinya manja juga. Lalu selama ini bagaimana kau makan?" tanya oemma
__ADS_1
Y/n : " aku hanya bisa makan 3 suap saja. saat drop aku pergi ke rumah sakit. Mereka lalu menyuntikkan semacam Vitamin dan anti mual" Jelaskan y/n.
Jk : " Maaf kan aku sayang" terlihat Jk sedih mendengarnya.
Y/n : " Gwenchana. Itu salahku sendiri"
Oemma : " Sudah. Lebih baik makan yang banyak. Agar bayi dan ibunya sehat".
Mereka pun melanjutkan makannya.
Keesokan harinya Jk harus kembali ke seoul untuk bekerja. Jadwal bangtan banyak tertunda karena Jk pulang ke busan. Setelah berpamitan dengan appa dan oemma nya, Jk mendekati y/n mencium kening dan pipinya.
Jk : " Aku pergi dulu. Kalau ada apa² kabari aku" Jk pamit
Y/n : " Aku tau. Hati². dan tenang saja aku disini di tangan yang tepat" ucap y/n sambil memandang appa dan oemma Jk.
Jk : " Baiklah" Jk lalu berlutut dan mendekatkan telinga nya di perut y/n.
Jk : " sayang, jangan nakal di dalam sana. Kasihan oemma. Sehat² kalian berdua. Appa sayang padamu nak" ucap Jk pamitan dengan bayinya.
Y/n : " Nee appa" ucap y/n menirukan suara anak kecil.
Jk kembali mencium kening dan pipi y/n lalu berlalu pergi meninggalkan rumah.
Beberapa minggu di rumah Jk, y/n tidak pernah kekurangan kasih sayang. Oemma Jk memeperhatikan kesehatan y/n dengan hati². Mengupaskan buah setiap hari, membuatkan susu setiap hari. Menemani y/n berbincang - bincang mengurangi kebosanan dirumah, menemani y/n jalan² pagi, saat malam pun selalu siaga setiap kali y/n merasakan keram diperutnya.
Malam ini y/n merasakan keram diperutnya karena sudah mendekati hari kelahiran oemma dan appa Jk siap siaga 24 jam di dekat y/n.
Oemma : " Bagaimana masih sakit?" tanya oemma khawatir.
Y/n : " Sudah lebih baik " jawab y/n mencoba menarik nafas panjang.
Oemma : " Boleh oemma tanya sesuatu?"
Y/n : " Tentu saja. Memangnya oemma mau tanya apa?"
Oemma : " Kalau tidak mau menjawab juga tidak apa²?"
Y/n : " Nee oemma, tanya kan saja?" tanya Y/n was²
Oemma : " Jungkook, bilang kau tidak mau menikah dengannya?"
Y/n terdiam sebentar sebelum menjawab pertanyaan oemma. Dia tidak ingin jawabannya nanti bisa melukai perasaan oemma.
Y/n : " Bukannya y/n tidak mau oemma. Tapi y/n masih belum bisa" ucap y/n sedih
Oemma : " kenapa? Y/n tidak mencintai Jungkook?"
Oemma : " Oemma, sudah tau semua ceritanya ".
" oemma tidak akan menyalahkanmu atau mendesakmu kok"
" oemma hanya tidak ingin cucu oemma tidak punya keluarga yang utuh".
" oemma tau kau hanya trauma dengan pernikahan orang tua mu"
Y/n menunduk dan mulai menangis. Oemma yang melihat air mata y/n yang mulai menetes menangkat wajah y/n dan menghapus air mata y/n.
Oemma : " Tapi kau tau kan tidak semua pernikahan akan sama seperti orang tua mu"
" Lihat oemma dan appa. Kami sangat bahagia. Kami juga saling mencintai hingga sekarang. Walau pun dulu kami harus mati - matian bekerja agar jungkook dan hyungnya bisa tumbuh dengan baik."
" Sebenarnya Melihat jungkook harus berusaha sendirian di seoul membuat hati kami sangat sakit"
" Bagaimana anak sekecil dia harus berkerja keras sendirian. itu merupakan luka kami yang sangat kami sesali"
oemma terlihat mulai meneteskan air mata juga.
Y/n : " Oemma jangan menangis" y/n pun mulai menangis lagi.
Oemma : " maaf oemma terbawa perasaan"
Y/n : " y/n tau oppa akan bertanggung jawab. Hanya saja y/n tidak ingin karir yang Oppa perjuangkan selama ini hancur gara² y/n".
Oemma : " Apa harus seperti itu? "
Y/n : " Mereka memperjuangkannya bertujuh, mereka memulainya dari nol. bagaimana y/n bisa menghancurkan mimpi mereka bertujuh oemma. Y/n tidak bisa!"
Y/n : " Bagaimana kalau wartawan tau y/n hamil anak Jungkook? y/n tidak bisa menyusahkan banyak orang nantinya". ucap y/n sedih
Oemma : " Oemma mengerti kekhawatiran mu. Tapi jungkook sepertinya tidak mempermasalahkan hal itu. Kalian punya team yang bisa diandalkan untuk hal ini".
Y/n mulai menerawang jauh masa depannya dengan Jk kalau nanti semua orang mengetahui kebenaran hubungannya dengan Jk. Apakah mereka akan berhenti menyukai bangtan atau mereka malah akan mendukungnya.
Oemma lalu kembali ke kamar membiarkan y/n untuk istirahat.
Tiba - tiba Hp y/n berdering.
In call
Y/n : " Hallo"
__ADS_1
Jk : " Kau sedang apa? Bagaimana keadaanmu hari ini?"
Y/n : " Baik kok. Anakmu sangat tenang hari ini".
Jk : " Benarkah?"
Y/n : " Hmm. Ada apa? Bukannya tadi sudah telepon?"
Jk : " Tidak tau. Tiba - tiba ingin mendengar suara mu"
Y/n : " Tiba - tiba!"
Jk : " Hmm. Kau sudah makan?"
Y/n : " sudah. Makan buah dan minum susu "
Jk : " Hanya itu? Nasi?"
Y/n : " Tidak mau. Muntah".
Jk : " Maaf ya. Harusnya aku disana biar kau bisa makan"
Y/n : " Gwenchana".
Jk : " Baiklah. Aku harus pengambilan gambar lagi. Nanti aku telepon lagi"
Y/n : " Iya. Hati - hati syuting nya. Jangan banyak bercanda dengan jin oppa".
Jk : " iya aku tau. saranghe "
Y/n : " Nee. Sarangheo"
End call.
Saat ingin turun dari tempat tidur kaki y/n terbelit selimut membuat y/n jatuh terjungkal ke lantai. Ia lalu meringis kesakitan sambil memegang perutnya.
Y/n : "Aaakhhh" rintih y/n.
Y/n merasakan sesuatu mengalir di pahanya.
Y/n : " Darah". Dengan cepat y/n menjerit kesakitan
y/n : " OEMMAAA" teriak y/n sekuat tenaga. Oemma yang mendengar teriakan dan jeritan kesakitan y/n berlari menuju kamar y/n.
Oemma : " Ada apa y/n ? Ya Tuhan"
Betapa kagetnya oemma melihat y/n terduduk di lantai memegang perutnya dengan darah yang mengalir dikakinya.
Oemma berlari menghampiri y/n.
Oemma : " SAYANG. KEMARILAH" teriak oemma mencari pertolongan.
Appa yang khawatir berlari ke kamar y/n, melihat istrinya menangis sambil merangkul y/n. Wajah y/n terlihat pucat dengan darah yang mengalir di bagian bawah. Dengan cepat appa mengendong y/n dan membawanya ke mobil. Sedangkan tubuh y/n sudah lemas untungnya dia masih sadar.
Y/n : " Oemma, sakit sekali" rintih y/n.
Oemma : " Bertahanlah sebentar lagi. Bertahanlah sayang. Oemma mohon". Ucap oemma cemas sambil menangis.
Appa dengan cepat membawa mobil nya. Sehingga dalam waktu 15 menit mereka sudah berada di rumah sakit terdekat. sampai di rumah sakit y/n langsung ditangani.
Perawat : " SUAMI BAE Y/N?"
Appa : " Suaminya belum datang. Saya appa nya?"
Perawat : " Baiklah. Tolong isi persetujuan ini tuan. nona Bae harus segera di tangani".
Appa langsung menanda tanganinya. Setelah itu dokter datang menjelaskan keadaan y/n.
Dokter : " Keluarga nona Bae y/n"
Appa : " Nee. saya appanya. Bagaimana keadaannya?"
Dokter : " Nona y/n mengalami pendarahan sepertinya dia jatuh. Kami akan mengeluarkan bayinya sekarang. Kalau tidak akan berbahaya untuk keduanya. Tapi.." kata dokter ragu menjelaskan.
Oemma : " Tapi apa dokter?"
Dokter : " Keadaan nona y/n sangat lemah. Apa dia kesuliatan makan?"
Oemma : " Dia memang agak susah makan karena dia selalu memuntahkan makanannya"
Dokter : " Pantas saja nona y/n seperti sangat lemah keadaannya pun kurang baik sekarang, bayinya pun sangat lemah juga?"
Appa : " Tolong lakukan yang terbaik. Selamatkan mereka berdua dokter. saya minta tolong"
Dokter : " Kami akan berusaha yang terbaik tuan" ucap dokter meninggalkan orang tua Jk.
Oemma : " Bagaimana ini appa?" ucap oemma yang menangis sedari tadi. Badannya pun gemetar mengingat y/n yang penuh darah tadi.
Appa : " aku kabari Jungkook dulu" kata appa mengambil teleponnya.
♡
__ADS_1
♡