The Assistant

The Assistant
PART XXIX


__ADS_3

Setelah bertemu yuura dikoridor ternyata y/n tidak pulang melainkan kembali ke ruangan managernim.


TOK..TOK..TOK...


Managernim : " Masuk".


Y/n : " Managernim, aku ingin bicara sesuatu?" ucap y/n saat masuk ruangan.


Managernim : " Iya y/n ssi, silahkan. Apa yang mau kau bicarakan?"


Y/n : " Aku sepertinya tidak bisa menerima tawaran managernim". Ucap y/n agak lemas.


Managernim : " kenapa? Bukannya uangnya lumayan".


Y/n : " Bukan masalah uangnya maanagernim, Tapi masalah lain".


Managernim : " A.. Aku paham. Jk kan ".


Managernim langsung paham alasan y/n menolak tawaran nya.


Y/n : " Maaf managernim".


Managernim : " tidak apa². Aku sudah paham watak Jk kalau dia sudah menyukai seseorang".


Y/n : " Maafkan aku managernim"


Managernim : " Tidak apa². Aku bisa menyewa traslator lainnya, aku hanya ingin membantumu karena kau sedang butuh tambahan uang kan".


Y/n : " aku memang sedang butuh tapi aku tidak ingin Jk marah"


setelah meminta maaf pada managernim y/n pun pamit pulang. Karena dia sudah ijin setengah hari.


*Lumayan bisa istirahat* batin y/n.


Saat berjalan menuju besment untuk pulang y/n ingin menelpon yuura, tapi ternyata baterai Hpnya habis.


Y/n : " Kenapa. Sepertinya tadi baterainya masih ada. Kenapa sekarang habis?"


Y/n yang kebinggungan akhirnya mengurungkan niatnya untuk menelpon yuura.


*Nanti sajalah diapartemen saja*Batin y/n.


DIRUANG LATIHAN


JK yang sedari tadi kebingungan mencari y/n hanya mondar mandir dan mencoba terus menelpon y/n tapi tidak tersambung. Para hyung yang ikut binggung melihat Jk pun memanggil jk.


Jin : " Jk, masih tidak diangkat?"


Jk : " Belum hyung. Sepertinya tidak aktif".


Suga : " Coba tanya yuura?" kata suga


Jk : " sama saja. Tidak diangkat".


Suga : " Jin hyung, Bagaimana?" tanya Suga.

__ADS_1


Jin : " Kenapa tanya padaku? Aku juga tidak tahu?"


Saat semua kebinggungan dengan hilangnya y/n, managernim tiba - tiba memasuki ruangan.


Managernim : " Ada apa ini? Kenapa kalian kelihatan gelisah?" Tanya managernim kebinggungan melihat bangtan.


Jin : " Managernim, Apakah kau melihat y/n ssi?"


Managernim : " Y/n ssi? Kenapa?"


Jin : " Jk mencari y/n sejak tadi".


Managernim : " Tadi memang y/n datang keruanganku".


Jk : " Lalu?" Tanya Jk menghampiri managernim.


Managernim : " Setelah itu dia pergilah".


Jk : " pergi kemana?" tanya Jk penasaran.


Managernim : " Mana aku tahu? Pulang mungkin. katanya dia sedang mengajukan cutinya"


JK : " Mengajukan cuti?"


Managernim : " Yee"


Jk : " Bukanya dia mau ke taipei dengan managernim?".


Managernim : " Dia membatalkannya"


Managernim : " Dia tidak mau kau marah". Kata managernim datar. Setelah bertanya bagaimana keadaan latihan bangtan managernim pergi.


Jimin : " Jk, selesai kau". Kata jimin mengejek Jk.


Jin : " Jimin, jangan seperti itu? Jk saudara kita".


Jimin : " Maaf hyung, hanya bercanda".


Suga : " Jk, apa yang akan kau lakukan sekarang?"


Beberapa kali Jk hanya mengusap² wajahnya. Mulai frustasi memikirkan keadaan y/n.


Yuura : " Jk ssi" panggil yuura.


Jk lalu menoleh ke arah suara. Lalu menghampiri yuura.


Yuura : " Dia bilang ingin sendiri dulu. Dia memintamu jangan mencarinya dulu. Dia baik² saja".


Jk : " Katakan dimana dia sekarang?"


Yuura : " Dia tidak memberitahu" ucap yuura sambil menunjukkan pesan singkat dari y/n.


Jk : " Hanya ini saja?"


Yuura : " Ehm ". " sebaiknya biarkan saja dia menenangkan diri".

__ADS_1


Jk : " Aku yang tidak tenang jadinya".


Yuura : " Mau bagaimana lagi?"


Jk : " Tidak bisakah kau menelponnya?"


Yuura : " Tidak aktif".


*Y/n, biarkan aku bertemu denganmu dulu. Aku ingin minta maaf*batin Jk.


Tapi nasi sudah menjadi bubur. Ucapan Jk pun sudah keterlaluan. Pantas saja y/n marah besar. Tiba - tiba ada sebuah pesan singkat untuk Jk.


--------------------------------------------------------------------------


" Aku baik - baik saja. Jangan terlalu khawatir. Aku akan berusaha sebisaku membuatmu nyaman dan aku ingin sendiri dulu. Maaf"


-y/n ssi-


-‐----‐------------------------------------------------------------------


saat membaca pesan itu Jk jadi sedih. Mencoba menelpon y/n tapi sudah tidak bisa lagi.


Jk : " Kau ini tau bagaiman membuatku khawatir y/m ssi". Gumam Jk pelan. Tidak ada pilihan lain selain membiarkan


Y/n menenangkan diri seperti keinginannya. dalam sisa latihan Jk agak kurang konsentrasi. Tapi dia tetap mencoba profesional.


APARTEMEN Y/N


Y/n merebahkam dirinya setelah memberi kabar pada yuura dan Jk. Menghela nafas pendek, tiba - tiba dia berpikir tentang kejadian tadi dengan Jk.


*Apa memang kemarin² bajunya memang terlalu seksi, jadi Jk berpikir yang tidak²*batin y/n.


Dalam pikirannya dia masih memikirkan posisi Jk.


*Apa yang aku pikirkan? Kata² Jk terlalu menyakitkan kok*Batin y/n lagi.


Y/n : " Benar. Dia tidak boleh langsung bilang seperti itu padaku" Kata y/n sendiri.


Y/n : " Memangnya berapa lama kami kenal. Bagaimana dia dengan gampang bilang itu". Kata y/n marah.


Y/n kemudian terdiam memikirkan masalahnya lebih dalam lagi.


*tapi selama ini dia sudah sangat baik padaku. Selalu menomor satukan aku.*batin y/n


*Dia juga selalu memikirkan perasaanku*batin y/n


*Apa aku harus memaafkannya saja? Dia pasti khawatir sekali sekarang*batin y/n.


Setelah bergulat lama memikirkan masalahnya y/n pun tertidur.




__ADS_1


__ADS_2