The Assistant

The Assistant
PART XXXI


__ADS_3

Y/n menghela nafas panjang. Entah ini keputusan yang benar atau salah dia juga belum yakin. Tapi melihat Jk yang selalu salah paham padanya sepertinya tidak ada cara lain. Yuura pun juga sudah pernah menyarankan ide ini. Akhirnya y/n pun mantap bercerita pada Jk.


Y/n : " Ini sebenarnya masalah keluarga. Tidak nyaman kalau kau harus mendengar ini semua".


Jk : " gwencana. Aku akan mendengarkan tanpa bertanya "


Y/n : " Baiklah".


------------------- FLASHBACK ON ---------------------


Keluarga y/n tinggal di kota daegu. Saat ayahnya ketahuan selingkuh dengan wanita lain, ayah dan ibunya bertengkar tiap hari. Walaupun bertengkar tiap hari ibu y/n tak pernah sekalipun ingin berpisah dengan suaminya itu. Entah apa alasannya. Saat itu y/n baru masuk SMA. Y/n yang selalu mendengar pertengkaran mereka jadi frustasi. Y/n lebih memilih pulang larut malam karena tidak mau mendengar pertengkaran mereka. Disaat masa - masa sulit hanya ada yuura sahabat y/n yang selalu menemaninya, menghibur di saat y/n sedang sedih.


Semakin lama ayah y/n yang tadinya hanya tukang selingkuh sekarang malah main tangan dengan ibunya maupun y/n. Pulang malam dengan keadaan mabuk. memukul ibu dan y/n tanpa alasan. Sebenarnya y/n pernah berpikir untuk kabur saja dari rumah, tapi dia harus menjaga ibunya dari amarah ayahnya.


Appa : " Y/n, kau sudah besar ternyata". Kata ayah yang mabuk


Y/n hanya diam saja karena takut.


Appa : " Ayo ikut Appa".


Y/n : " Kemana appa?" tanya y/n takut.


Appa : " sudah ikut dulu saja" ucap appa sambil meraih tangan y/n dengan paksa


Y/n : " aku tidak mau appa. Tolonglah?" kata y/n sambil menangis tidak ingin ikut ayahnya.


PLAKK.


Ayahnya menampar y/n dengan keras, sehingga ujung bibir y/n berdarah.


Appa : " Anak kurang ajar. Kau mau membangkang dengan Appamu"


ibu y/n yang mendengar pertengkaran itupun keluar dari kamar dan memeriksa keadaan.


Eomma : " Ada apa ini? Jangan berani kau memyentuh anakku" kata eomma menarik y/n ke arahnya dan memeluknya.


Appa : " Dia juga anak ku wanita si**an" kata ayah marah.


oemma : " Minta anak saja dengan wanita simpananmu itu"


Ayah y/n yang naik pitam karena ucapan ibu y/n lalu memukul dan mendorong ibu y/n sampai membentur dinding.


y/n : " OEMMA" teriak y/n melihat ibunya pingsan.


Appa : " menyusahkan saja"


Ayah y/n yang tidak peduli dengan istrinya yang pingsan menarik tangan y/n agar ikut dengannya. Y/n terus memberontak enggan ikut ayahnya.


Appa : " Kalau kau tidak ikut, aku akan membun*h oemma mu" ancam ayah y/n.


Y/n yang paham watak ayahnya hanya bisa menurut saja.


Y/n dan ayahnya pergi meninggalkan rumah menuju tempat yang y/n belum tau tujuannya. Saat di dalam taxi y/n hanya diam saja dipojokan.


Setelah Hampir 45 menit perjalanan .Saat tiba ditujuan y/n kaget setengah mati. Ayahnya membawanya di daerah XXX yang terkenal dengan kehidupan malam nya.


Y/n : " Appa, apa yang kita lakukan disini?" tanya y/n takut.


Appa : " Diam dan menurutlah" kata ayah y/n.


Saat turun y/n berbisik ke sopir.

__ADS_1


Y/n : " Ajhussi, tolong y/n " kata y/n lirih sambil memberi secarik kertas kepada pak sopir yang tertera no telp yuura.


Sopir taksi hanya diam dan mengangguk. Y/n pun turun dari taxi.


Ayahnya menyeret y/n masuk ke salah satu tempat karaoke.


saat di depan pintu sebuah ruangan ayahnya mengetuk pintu sebelum masuk


TOK...TOK..TOK...


Appa : " Kim sajangnim, Apa kabar?" kata ayah y/n sangat ramah.


sajangnim : " O.. pak Bae, Apa kabar?" jawab orang itu ramah juga. Sepertinya memang mereka akrab.


Appa : " Sajangnim, bagaimana bagus kan ? " Kata ayah y/n sambil menunjuk ke arah y/n.


sajangnim melihat kemolekan tubuh y/n dari ujung rambut sampai ujung kaki. Y/n yang memang sudah cantik dan bertubuh langsing langsung membuat sajangnim jatuh hati.


Sajangnim : " Daebak. Cantiknya" kata sajangnim membelakkan matanya.


Appa : " Benarkan. Jadi berapa yang bisa aku dapatkan".


Y/n seketika melonggo tidak percaya dengan yang didengarnya.


*Apa. Dia mau menjual anaknya sendiri.* Batin y/n


sajangnim : " Berapapun akan ku berikan kalau dia modelnya seperti ini"


Appa : " benarkah? wah aku kaya. Terima kasih y/n "


Kata ayahnya sambil memegang pundak y/n.


Appa : " Appa sedang tidak punya uang y/n a, tolong mengertilah"


Y/n : " mengerti. Appa apa juga mengerti masa depan y/n nanti". Kata y/n masih menangis.


Appa : " sudahlah. hanya satu malam saja. Tolonglah Appa?" kata ayah sambil memohon².


Y/n : " TIDAK. AKU TIDAK MAU. LEBIH BAIK BUNUH AKU SAJA APPA" Teriak y/n.


Teriakan y/n tidak berguna. Ayahnya bahkan tidak bergeming sekali pun. Ia tetap kekeh menjual y/n, anak kandungnya sendiri.


PLAK. Sekian kalinya y/n kena tamparan ayahnya.


Appa : " Anak tidak tau diuntung. Kau sama seperti ibumu yang kurang ajar itu".


*Aku harus lari. Aku tidak bisa berakhir seperti ini*batin y/n


*siapapun tolong lah aku* batin y/n.


*aku tidak boleh pasrah seperti ini, y/n ayo pikirkan caranya lari*Batin y/n.


Saat Ayahnya sedang sibuk menghitung uang hasil menjual anaknya, y/n mencoba kabur, ia berlari ke arah pintu tapi di cegah oleh anak buah kim sajangnim.


Y/n yang memberontak terus mencoba lari. Mencoba melepaskan tangan anak buah kim sajangnim.


Y/n : " Tolong lepaskan aku" pinta y/n.


Air mata y/n terus mengalir. Ia menangis histeris mencoba menarik perhatian orang² namun percuma saja. Mereka lewat dengan pandangan takut.


PLAK.

__ADS_1


Anak buah kim sajangnim menampar y/n keras dan membuat tanda biru dipipinya. Mereka terus menerus menampar y/n yang mencoba memberontak. Wajah y/n sudah penuh luka pukulan dari anak buah kim sajangnim.


Tiba - tiba terdengar suara yang y/n sangat kenal.


" HENTIKAN KALIAN " teriak yuura membawa beberapa polisi.


Ternyata sopir taxi tadi benar membantu y/n, dia menelpon yuura dan menceritakan semua nya. Yuura lalu melaporkannya pada polisi. Anak buah kim sajangnim berlari cepat saat melihat yuura dan beberapa polisi.


Y/n : " Yuura a" kata y/n sambil menangis histeris.


Yuura : " Sudah. Semua sudah berakhir. Kau akan baik - baik saja sekarang". ucap yuura sambil memeluk sahabatnya itu.


Setelah itu ayah y/n dan kim sajangnim beserta anak buahnya ditangkap polisi. Mereka terbukti bersalah telah menjual y/n dan kekerasaan pada y/n dan ibunya.


‐------------------- FLASHBACK OFF --------‐--------------


Y/n : " Setelah itu aku dan oemma pergi ke seoul, meninggalkan kenangan pahit di daegu. Beberapa tahun kemudian oemma terkena kanker. Jadi aku butuh uang banyak untuk pengobatan" kata y/n sambil menangis.


Jk yang melihat y/n menangis hanya bisa memeluknya erat².


Jk : " Itu sudah lewat jadi lupakan saja semuanya. Sekarang tidak perlu dipikirkan lagi" kata Jk menenangkan y/n.


Y/n : " Tapi appa menemukanku lagi. Dia datang beberapa kali ke rumah sakit tempat oemma dirawat dulu. Dia juga membuat ulah di acara pemakaman oemma. Bagaimana kalau semua orang tau kelakuan appa ku. Aku malu".


Y/n : " Karena dia aku takut untuk menikah. Aku terlalu benci padanya. Aku juga takut punya komitmen dengan seseorang kau tahu. Betapa takutnya aku?" ucap y/n menangis lebih histeris lagi.


Jk : " Aku tau, kita pelan² saja ok. Aku tidak akan memaksamu apapun".


Y/n malah tambah histeris menangisnya sampai sesegukan.


Y/n : " kenapa kau baik padaku ". " aku takut membuatmu kecewa". Kata y/n sesegukan.


Jk : " Hey, dengarkan aku dulu. Aku menyukai mu apa adanya. Entah itu ayahmu atau siapapun tidak akan aku ijinkan mereka menganggumu."


Y/n : " Terima kasih Jungkook a, tapi aku tidak bisa memberikan lebih padamu. Tapi aku tulus menyukaimu".


Kata y/n sambil memandang Jk.


Jk : " aku tau. Sudah jangan menangis lagi. Kau terlihat jelek seperti ini".


Y/n : " Terima kasih"


Jk : " Terima kasih terus ah.., yang lain dong".


Y/n : " Apa?"


Jk : " sudahlah. Mulai sekarang aku tidak akan melarangmu jadi traslator lagi. Tapi dengan syarat. Baju jangan terlalu seksi, minum juga jangan banyak². Kau tau?"


Y/n : " Aku tau. Aku akan melakukan semua syaratnya".


Jk : " Anak baik, Cantik pula"


y/n : " katanya tadi jelek" kata y/n menghapus airmata nya.


Jk : " Bercanda. Kau yang tercantik" kata Jk sambil mencium kening dan pipi y/n.




__ADS_1


__ADS_2