The Assistant

The Assistant
PART XVIII


__ADS_3

Sudah tiba hari dimana ibu y/n akan mulai dikremasi. Hanya ada y/n dan minho yang menghadiri. karena ibu y/n memang tidak memiliki kerabat jauh maupun dekat. Y/n yang mencoba tabah menangis histeris saat ibunya mulai di kremasi.


Y/n : " eomma....eomma..." kata y/n lirih. Minho dengan sigap memeluk pundak y/n.


Minho : " Nunna, gwenchana. Gwenchana. Menangislah.. Ada aku disini". Ucap minho menenangkan y/n walaupun dia sendiripun menangis.


Setelah selesai kremasi y/n terduduk lemas. Sejak ibunya meninggal dia memang tidak nafsu makan. Hingga akhirnya dia lemas tak berdaya. Sesaat akan terbuyung lemas minho menangkap y/n.


Minho : " Nunna ". Y/n akhirnya tumbang.


Tanpa pikir panjang minho membawa y/n ke Rumah sakit.


Inggris, Uk.


Yuura mulai sibuk menyiapkan persiapan bangtan yang akan konser. dari baju, aksesori, konsumsi semua - mua nya. Apalagi karena y/n yang absen jadi beban kerjaan yuura, jinyong dan soobin menambah.


Sebelum konser dimulai besok para bangtan mulai rehearsal. Saat rehearsal berakhir yuura kembali ke hotel dan mencoba mendapatkan kabar y/n.


Yuura : " Minho, bagaimana kabar y/n?".


Minho : "sekarang dia baik² saja, tapi kemarin dia sempat masuk rumah sakit karena kecapekan".


Yuura : " Apa!"


Minho : " tenanglah. Sekarang dia baik² saja, dan dia sudah dirumah sekarang"


yuura : " Aku ingin bicara padanya"


Minho lalu memberikan teleponnya kepada y/n.


Minho : " Nunna, yuura nunna nih". Menyodorkan hp.


Yuura : " Y/n a , gwenchana?"


Y/n : " tentu saja, bagaimana disana?"


Yuura : " Baik. Semua aman, hanya saja aku kesuliatan karena tidak ada dirimu. Biasanya aku mengandalkan mu kalau ke luar negeri. Sekarang susah".


Y/n : "Maaf. Kau jadi kesulitan "

__ADS_1


Yuura : " tidak apa². Kau sudah membaikkan?".


Y/n : " bangtan bagaimana?"


Yuura : " biasa saja. Hanya Jk yang galau karena kau tidak ada".


Y/n : " Benarkah?"


Yuura : " ehm. Dia seperti memikirkan sesuatu. Tapi entahlah ".


Y/n Hanya tertawa kecil. Tiba - tiba bel pintu kamar yuura berbunyi.


Ding...dong.


Yuura : " sebentar aku buka pintu dulu ". Yuura lalu membuka pintu. Ternyata Jk.


Yuura : " Ada apa Jk? kau butuh sesuatu".


Jk : " tidak, aku ingin menanyakan kabar y/n ".


Yuura : " Tanya saja sendiri. Aku sedang Videocall dengan y/n ".


Jk lalu masuk ke kamar yuura.


Yuura : " Y/n , ada yang mencarimu?".


Y/n : " Siapa?"


Jk : " Y/n sii, bagaimana kabarmu?"


*Jungkook sii* batin y/n


Y/n : " Jungkook sii, bagaimana kabarmu?"


Jk : " baik, Kau bagaimana?"


Y/n : " Aku baik² saja".


Jk : " syukurlah kalau begitu".

__ADS_1


Y/n : " Maaf, kau jadi kesulitan karena aku "


Jk : " Tidak. Siapa bilang?"


Y/n : " Benarkah. Syukurlah kalau begitu".


Jk : " kau benar tidak akan ikut tour kali ini?"


Y/n : " ehm. Kenapa?"


Jk : " Kita akan lama tidak bertemu"


Y/n : " Maaf"


Jk : " tidak apa². Aku hanya akan merindukanmu".


Yuura : " Ya. Kalian sudah pacaran atau bagaimana? Kalian seperti sepasang kekasih tau tidak?"


Jk tidak mengindahkan kata² yuura.


Jk : " kalau kau tidak suka pergilah keluar".


Yuura : " Ini kamarku"


Jk : " ah.. Benar. Tadi jinyong mencarimu".


Yuura : " benarkah?". Yuura lalu keluar dan mencari jinyong seperti kata Jk dan meninggalkan Jk yang menelpon y/n.


Jk : " y/n sii"


Y/n : " ye, ada apa?"


Jk : " aku merindukanmu, bisakah kalau urusanmu sudah selesai kau menyusul ku kesini?" pinta Jk.


Y/n tidak langsung menjawab. Dia hanya diam dan menunduk.


Jk : " kalau tidak bisa , tidak apa²". Ucap Jk agak kecewa. Jk tidak bisa memaksakan kehendaknya apalagi y/n sedang berduka.


Y/n : " Jungkook sii, maaf ya..."

__ADS_1


Jk : " ehm".


__ADS_2