The Assistant

The Assistant
PART XXXVIII


__ADS_3

Setelah kejadian itu Jk tidak pernah mengunjungi y/n lagi. Jk yang berjanji akan menjaga y/n setelah encore pun juga tak kunjung datang. Telepon dari y/n pun tidak diangkat lagi. Y/n mendapat kabar Jk hanya dari telepon yuura.


Yuura : " Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya. Dia sekarang seperti biasa tapi dia latihan lebih keras saja. Sampai membuat member lain khawatir" kata yuura di telepon.


Y/n : " Baiklah. Aku tahu. Terima kasih yuura".


Yuura : " Kapan kau keluar rumah sakit. Biar aku jemput"


Y/n : " tidak perlu. Kita ketemu di perusahaan saja"


Yuura : " YAK. Jangan macam - macam. Kau belum sembuh. Kau mau keluar rumah sakit". Kata yuura khawatir.


Y/n : " Aku baik - baik saja"


yuura : " y/n ssi. Kau ini. Nanti kalau terjadi sesuatu padamu bagaimana?"


Tuuut...tutt...tut...


Y/n mematikan telepon yuura.


Y/n lalu memangil perawat menyuruh mereka mengurus dokumen karena dia ingin keluar rumah sakit saat itu juga. Walaupun perawat sudah mencegahnya y/n tetap kekeh ingin keluar rumah sakit hari itu juga.


PERUSAHAAN HY


Beberapa jam kemudian. Yuura yang menganggap ucapan y/n hanya candaan saja melanjutkan aktifitasnya.


*Apa dia serius. Bagaimana kalau dia nekat* Batin yuura.


jinyong : " Yuura ssi" panggil jinyong.


Yuura : " Ya oppa"


Jinyong : " Ambil custom bangtan ini. Suruh mereka ganti kalau sudah selesai make up"


Yuura : " Ya oppa"


Yuura lalu mengambil custom dari tangan jinyong lalu menuju ke ruang make up bangtan. Tiba - tiba sebuah tangan mungil mengambil beberapa custom dari tangan yuura.


Yuura : " Gamsahamida" ucap yuura berterima kasih. Namun dia langsung terkejut lantaran yang membantunya ternyata y/n yang harusnya ada di rumah sakit.


Yuura : " YAK, APA YANG KAU LAKUKAN DISINI?" tanya yuura sambil berteriak.


Y/n : " Pelankan suaramu ah.."


Yuura : " apa yang kau lakukan? Kau harus istirahat"


Y/n : " Aku hanya ingin menemui Jungkook lalu pulang kok, tapi aku melihatmu kesulitan jadi aku bantu sebentar"


Yuura : " Tapi kau harusnya istrahat, nanti kalau luka ku berdarah lagi bagaimana?"


y/n : " Tidak, selama aku tidak banyak bergerak. Sudah ayo kita bawa custom ini dulu"


Yuura : " Tapi...."


Y/n : " Sudahlah."


Y/n dan yuura berjalan beriringan menuju ruang make up. Yuura berkali - kali meminta y/n untuk pelan - pelan dan berhati - hati.


yuura membukakan pintu untuk y/n. Saat masuk ruang make up semua orang terkejut melihat y/n membawa baju bangtan.


Jinyong : " Y/n ssi , apa yang kau lakukan disini?" kata jinyong terkejut.


Y/n : " Aku hanya sebentar oppa".


Setelah meletakkan custom bangtan digantungan y/n lalu mencari Jk. y/n melihat ke sekeliling namun tidak menemukan Jk dimana pun.


Y/n : " Namjoon oppa, Jungkook dimana?" tanya y/n sambil menepuk pundak RM.


RM : " Y/n ssi, apa yang kau lakukan disini? Bagaimana dengan lukamu?"


Jimin : " Yak, y/n ssi kau kenapa ada disini?"


Jin : " Kau lari dari rumah sakit ya"


Y/n diberondong dengan pertanyaan oleh semua member.


Y/n : " semuanya, Aku baik - baik saja. Tenang lah. Yang penting jangan biarkan aku bergerak berlebihan"


Jin : " Kau membahayakan dirimu sendiri"


Y/n hanya tersenyum.


Suga : " Jk , ada di belakang. Sebentar lagi dia da..." belum selesai suga bicara Jk sudah datang dengan ngos ngosan. Ternyata Jk dapat kabar kalau y/n datang mencarinya.


Jk : " Yak, apa yang kau lakukan disini?"


Y/n lalu bergegas menghampiri Jk yang sepertinya marah.


Y/n : " aku ingin bicara padamu"


Y/n lalu menarik tangan Jk menuju suatu tempat yang sepi.


Jk : " Kau ini nekat ya. Lukamu saja belum sembuh benar kenapa kau sampai datang kemari. Apa rumah sakit mengizinkan mu keluar?"


Y/n : " Siapa suruh teleponku tak diangkat. tidak datang menjengukku juga"


Jk : " Jangan banyak alasan. Kembali ke rumah sakit sekarang.!"


Y/n : " tidak bisa"

__ADS_1


Jk : " Kenapa tidak bisa?"


Y/n : " Aku sudah keluar rumah sakit"


Jk : " APA!! "


Y/n : " Jungkook ssi, kau marah padaku?"


Jk hanya diam saja.


Y/n : " Jungkook a..."


Y/n : " Jungkook ssi"


Y/n : " Sayang, bicaralah padaku?"


Melihat tingkah y/n yang manja Jk tak kuat menahan tawa lagi. Akhirnya dia mulai tersenyum kecil.


Y/n : " Begitu donk. Jangan marah padaku"


Jk lalu memeluk y/n erat. Y/n pun membalas pelukan Jk.


Y/n : " Maafkan aku. Aku tidak pernah bermaksud seperti itu padamu. Aku panik waktu itu".


Jk : " Sudahlah. Tapi jangan ulangi lagi"


Y/n : " Tidak akan aku ulangi"


Jk : " Janji"


Y/n : " janji".


Jk : " Kau akan menuruti ku kan."


Y/n : " Hmm" y/n mengangguk.


Jk : " Aku harus prarecording. Kau tunggu aku di apartemenku"


Y/n : " Ah... Apartemen mu. Kenapa?"


Jk : " Aku tidak akan membiarkan mu pulang ke apartemen mu yang berbahaya itu"


Y/n : " Tapi.."


Jk : " Tidak ada tapi...tapi an. Tunggu aku disana".


Y/n : " Baiklah" y/n hanya menurut saja daripada jk marah lagi.


Jk : " Tunggu aku pulang. Mengerti. Aku tidak akan lama" kata jk sambil mengecup kening y/n lalu turun mengecup bibir y/n.


Y/n : " Hmm"


y/n : " Iya..iya... Bawel amat". Ucap y/n sewot.


Jk : " Anak baik" sambil mengusap- usap rambut y/n.


APARTEMEN JK


Y/n yang tidak ingin Jk marah menuruti kemauan jk untuk menunggunya di apartemen Jk. Dengan alasan Apartemen y/n tidak aman. sesampainya di apartemen Jk, y/n merebahkan diri di sofa dengan hati - hati karena luka nya memang belum sembuh benar. Benar saja karena banyak bergerak tadi telibat noda darah dibaju y/n.


Y/n : " Aishhh. Kenapa berdarah sekarang? Kalau Jk tahu pasti marah lagi dia?"


Dengan cepat y/n menuju kamar mandi membersihkan luka dan ingin menganti baju tapi y/n tidak membawa baju ganti.


Y/n : " Aku harus ganti dengan apa?"


Melihat sekeliling tidak ada baju sama sekali. Akhirnya dia memakai baju Jk. Karena size baju Jk semuanya oversize y/n seperti memakai dress. Segera dia mencuci baju nya yang ada noda darah.


Y/n : " Lapar. Makan apa aku ?"


Melihat isi kulkas Jk sebentar. Hanya ada beberapa bahan makanan saja. Y/n lalu memasak dengan bahan seadanya.


Setelah memasak dan menyantap masakannya, dia kembali merebahkan diri di sofa dengan lebih hati - hati. Sambil menunggu Jk pulang y/n menyalakan tv. Lama kelamaan kantuk menyerang y/n. Dalam hitungan detik y/n sudah jatuh di alam mimpinya.


Pukul 10.00 malam Jk baru memasuki apartemennya. Saat masuk dia memanggil y/n tapi tidak ada sahutan hanya suara tv yang menyala.


Jk : " Kenapa dia tidur disini?" kata Jk saat melihat y/n yang tertidur di atas sofa.


Jk duduk dipinggir sofa dan memandang y/n yang tertidur lelap. menyentuh lembut pipi y/n, menyingkirkan rambut yang menganggu di surai y/n.


Jk : " Cantik sekali". Kata Jk mengagumi wajah pacarnya itu. Tiba - tiba y/n bergerak dan membuat Jk terjatuh ke bawah sofa. Saat bergerak tidak sengaja baju y/n tertarik atas jadi bagian bawah y/n terlihat oleh Jk. Walaupun y/n masih memakai underwear. Terlihat paha y/n yang mulus membuat Jk jadi salah tingkah. Jk langsung berdiri dan melonggarkan bajunay.


Jk : " wahh... Y/n kau sengaja ya" sambil mengipas ipas wajah nya yang merah.


Jk : " lebih baik aku bersih - bersih dulu"


Jk lalu bergegas menuju kamar mandi. Terdengar suara air di kamar mandi membuat y/n terbangun.


Y/n : " dia sudah pulang ya.. Kenapa tidak membangunkanku?" y/n lalu menghampiri Jk di kamar mandi.


Tok..tok..tok..


Y/n : " Jungkook a, kau kah itu?"


Jk : " hmm" ucap Jk dari balik pintu kamar mandi.


Y/n kembali duduk disofa sembari menunggu Jk membersihkan diri. Setelah beberapa menit Jk keluar dan melihat y/n duduk santai melihat tv.


Jk : " Aku membangunkanmu"

__ADS_1


Y/n : " Nee. Karena suara air mu aku jadi terbangun"


Jk : " Maaf. Aku tidak sengaja" kata Jk menyesal.


Y/n : " Kemari lah kau kenapa jauh sekali" ajak Y/n karena Jk hanya berputar - putar disekitar dapur.


Jk : " Sebentar. Tidak sabaran " Kata Jk menghampiri y/n disofa.


y/n : " Ah.. Aku meminjam bajumu bolehkan?"


Jk : " Tentu saja boleh. Pakailah semua bajuku kalau kau mau?"


Y/n : " Bolek aku jual?" Kata y/n bercanda.


Jk : " Ngelunjak ya..." Kata Jk sambil tertawa.


Y/n pun ikut tertawa bersama Jk. Mereka tahu kalau itu hanya bercanda saja.


Jk : " Tapi dimana bajumu?"


Y/n : " Tadi kena saus saat makan jadi aku cuci".


Y/n tidak bisa bilang bajunya kena darahnya, bisa - bisa terjadi perang dunia lagi.


Jk : " Kau sudah makan?"


Y/n : " Tadi aku lapar jadi aku memasak bahan makanan yang tersisa dikulkasmu"


Jk : " Maaf, beberapa Hari tidak pulang jadi tidak ada bahan masakan"


Y/n : " tidak masalah. Aku bisa makan apapun".


Jk : " Kau masih lapar? Perlu kita pesan makanan?"


Y/n : " kau Lapar tidak? "


Jk : " Aku tidak begitu lapar. Kenapa?"


Y/n : " Aku ingin ayam goreng"


Jk : " baiklah. Aku pesan ayam".


Y/n : " Yeee. Akhirnya bisa makan ayam lagi"


Jk : " dasar anak kecil" ejek Jk.


Y/n : " Kau bahkan lebih kekanak - kanakan daripada aku"


Jk : " tidak"


Y/n : " iya "


Jk : " Tidak "


Y/n : " iya"


Jk : " Tidak"


y/n : " Sudah. Tidak ada habisnya kalau denganmu"


Y/n yang lelah bertengkar dengan Jk merebahkan diri di pelukan Jk. Y/n terlihat nyaman dalam pelukan Jk.


Jk : " Kau lelah"


Y/n : " tidak. Aku kan baru bangun tidur tadi"


Jk : " luka mu baik - Baik saja?"


Y/n : " Hmm. Hanya buat aku terlalu banyak bergerak saja".


Jk : " Kalau masih sakit kita kembali saja ke rumah sakit. Bagaimana?"


Y/n : " tidak. Aku tidak mau".


Jk : " Kenapa?"


Y/n : " aku tidak bisa melihat my setiap saat" rayu y/n.


Jk : " Yak, hentikan."


Y/n : " Kenapa? Malu?" goda y/n melihat wajah merah Jk.


Jk : " Tidak".


Entah apa yang merasuki y/n malam itu, tiba - tiba saja dia jadi genit terhadap Jk.


Y/n : " nyaman sekali seperti ini"


Jk : " Kau suka begini?"


Y/n : " Suka. Nyaman sekali. Jadi ingin tidur lagi"


Jk : " jangan tidur dulu nanti ayamnya siapa yang makan?"


Y/n : " ah Lupa"


Jk : " Dasar " kata Jk sambil mencubit hidung y/n.


__ADS_1



__ADS_2