The Assistant

The Assistant
PART XXXIII


__ADS_3

Y/n terus berjalan meninggalkan ruangan latihan. Y/n mendengar yuura yang terus menerus memanggilnya, tapi dia tidak bergeming sedikitpun. Y/n berjalan seperti terburu - buru.


Yuura yang hendak mengejar y/n ditahan oleh Jk.


Jk : " Yuura, Apa yang sebenarnya terjadi? Apa benar rumor yang ku dengar?"


Yuura : " Aku tidak bisa cerita oppa".


Jk : " Tidak apa - apa. Aku ingin tahu?". Tiba - tiba yuura menangis.


Yuura : " benar oppa".


Jk : " APA!" kata Jk terkejut mendengarnya.


Yuura : " dengarkan aku dulu oppa. Dia memang memukul orang Tapi orang itu membullyku. Aku korban bully itu oppa. Y/n hanya membela ku lalu menghajar mereka"


Jk : " Lalu tentang membu**h itu?"


Yuura : " Dia sudah cerita tentang appanya?"


Jk : " Sudah"


Yuura : " Dia memang pernah tidak sengaja hampir membunuh appanya. Oppa taukan appanya pernah ingin menjualnya. Setelah keluar penjara dia melakukannya lagi". Ucap yuura sambil menghapus air matanya.


Yuura : " Aku pun akan melakukan hal yang sama kalau jadi y/n".


Jk tidak menyangka y/n pernah harus mengalami kejadian itu dua kali. Jk yang khawatir lalu berlari mencari keberadaan y/n. Jk terus mencoba menelpon y/n tapi tidak diangkat.


Jk : " kenapa dia pintar sekali menghilang" kata Jk kesal.


Y/n berjalan seperti tanpa arah tiba - tiba menabrak seseorang.


BRUK.


Y/n : " Maaf ".


Hyuk : " Y/n ssi" panggil orang itu.


Y/n lalu melihat siapa yang ia tabrak tadi.


Y/n : " Hyuk a. kenapa kau bisa ada disini?"


Hyuk : " Aku mulai bekerja di HY mulai besok".


y/n : " Benarkah? Di bagian apa?"


Hyuk : " keamanan. Kau kerja disini juga?" tanya hyuk.


Y/n : " ya. Asisten artis".


Hyuk : " Wah. Kita sepertinya berjodoh".


Y/n : " Keamanan ya..wah... Aku akan selalu bisa melihatmu setiap hari nanti"


Hyuk : " Mau kemana? Sepertinya tergesa - gesa sekali"


Y/n : " Tidak kemana - mana. Hanya sedang terburu - buru saja".


Hyuk : " Terburu - buru ya. Tapi tetap lebih hati - hati lain kali. Bagaimana kalau aku traktir coffe".


Y/n : "Maaf. Aku benar² sibuk. Lain kali. Aku janji lain kali".

__ADS_1


Hyuk : " Baiklah. Lain kali."


Tiba - tiba seseorang memanggil y/n dari kejauhan.


" Y/n ssi"


Y/n lalu menoleh ke arah suara. Ternyata Jk. Jk lalu menghampiri y/n yang sedang mengobrol dengan Hyuk.


Jk : " Aku mencari mu kemana - mana?" kata Jk sambil mengatur nafasnya.


Y/n : "Hyuk a, kita ketemu lain kali saja. Aku ada urusan"


Hyuk : " ehm. Baiklah. Aku pergi dulu. Kau sibuk lah"


Y/n : " Ya, hati - hati pulang nya"


Hyuk : " Nee" kata Hyuk pamit sambil menganggukan kepala ke arah Jk. Jk pun membalas dengan menganggukan kepala juga.


Jk : " Siapa?"


Y/n : " seorang teman"


Jk : " Kau mau kemana. Kau tidak sedang marahkan?"


Y/n : " marah dengan siapa? Yuura?"


Jk : " Nee. Dia sampai menangis tadi"


Y/n : " Nanti aku urusi dia, ada yang harus aku lakukan dulu".


Jk lalu menarik tangan y/n dengan wajah kesal.


Jk : " kau ini tau kan seriusnya masalah mu sekarang" kata Jk kesal.


Jk : " Ada apa? Apa yang lebih penting?" tanya Jk.


Y/n : " Handphone ku tertinggal di coffeshop. Disitu ada kenangan oemma" Kata y/n mulai panik. Takutnya hp nya keburu hilang


Jk : " kenapa tidak bilang?"


Jk dan y/n lalu mulai berlari kecil menuju coffeshop. Sesampainya disana y/n bertanya pada karyawan coffeshop.


Y/n : " Permisi, Maaf apa ada Hp yang tertinggal?" tanya y/n.


Karyawan : " Ada. Ini " kata karyawan itu sambil menyodorkan Hp yang memang milik y/n.


Y/n : " Terima kasih " Kata y/n lega.


Jk dan y/n lalu pergi dari coffeshop. Jk lalu menarik tangan y/n.


Jk : " Ikut aku "


Y/n : " kemana?" tanya y/n


Jk : " Ikut saja dulu".


Y/n lalu menurut saja, ternyata dia membawanya ke studio milik Jk sendiri. Member Bts memang diberi satu orang satu studio sendiri agar mereka lebih fokus membuat lagu baru mereka.


Jk dan y/n lalu duduk berhadapan.


Jk : " Kau tidak apa - apa?" tanya Jk

__ADS_1


y/n : " aku tidak apa - apa. Memang kenapa?"


Jk : " Aku sudah dengar semuanya dari yuura"


Y/n : " kau sudah dengar. Lalu bagaimana?"


Jk : " Lalu bagaimana apanya?" tanya Jk binggung.


Y/n : " Menurut mu bagaimana?"


Jk : " Kau peduli tentang pendapatku?"


Y/n : " Tentu saja"


Jk : " Aku tidak peduli semua itu. Aku sudah tau kebenarannya kok".


Y/n : " kalau begitu tidak masalah lagi".


Jk : " maksudnya?"


Y/n : " Bagiku kau lebih penting. Selama gosip itu tidak menganggu mu aku memilih diam saja"


Jk : " Kenapa harus seperti itu?"


Y/n : " Aku tidak begitu peduli mereka bilang jelek tentangku. itu sudah biasa. Tapi kalau karena gosip itu kau jadi terseret² aku akan marah". Jelas y/n


Jk : " Kau sangat peduli dengan ku?"


Y/n : " Tentu saja"


Jk : " Benarkah?"


Y/n : " hmm. Semua yang kau gapai sekarang adalah hasil jerih payah kalian bertujuh. Bukan kau sendiri. Jadi kalau hanya karena aku seorang karir kalian terganggu, aku tidak bisa menerimanya"


Jk : " Sayang, aku tersentuh. Kau tau?"


Y/n : " Aku tau. Kau kan memang seperti itu? Terbawa perasaan. Aku ingin bilang ini dari dulu"


Jk : " Apa?" tanya Jk penasaran


Y/n : " Jk, maaf tidak bisa menemanimu dari awal. Tapi aku akan menemani kalian sampai akhir. itu janjiku" kata y/n sambil memegang tangan Jk.


Kata - kata y/n menyentuh hati Jk. Mata nya jadi berkaca - kaca mendengar ucapan y/n barusan. Tiba - tiba Jk memeluk erat y/n.


Jk : " Terima kasih. Sudah hadir di hidupku".


Y/n : " Aku juga terima kasih untuk semuanya"


Jk mempererat pelukannya. Sampai y/n kesulitan bernafas.


Y/n : " Jk, aku tidak bisa bernafas kalau kau peluk aku seperti ini"


Jk : " Maaf" jk lalu mengendurkan pelukannya sedikit.


Y/n : " sudah. Ayo kerja lagi. Latihanmu belum selesai kan?"


Jk : " hmm. Sebentar lagi. Biarkan aku memelukmu sebentar lagi".


Y/n lalu membiarkan Jk memeluknya sebentar sebelum kembali ke ruang latihan.


__ADS_1




__ADS_2