
"Astaga, aku baru menyadari jika Gery sudah sangat berubah" Gumam Bianca yang menatap Gery dengan intens ditambah senyumnya Gery saat melihat teknologi lemari yang ditunjukan oleh Bianca
"Haha, ini bagus sekali... Sebaiknya kita mencobanya dirumah satu, bagaimana menurut mu" Gery menoleh ke Bianca dan kini Ia baru sadar bahwa dari tadi mereka sedekat ini
"Kenapa Kau menatapku begitu" imbuh Gery
"Aku--" Bianca tersadar
"Awas nanti kau bisa jatuh hati lagi padaku" Seru Gery lekas menjauh dan kembali duduk di sofa namun membuat jarak antara dirinya dan Bianca
"Cih, jatuh hati... Aku sudah kapok dan jerah jatuh hati padamu" Ujar Bianca tanpa sadar sesuatu menusuk sedang menyelimuti Gery
Mereka pun akhirnya melanjutkan diskusi mereka menyangkut kerjaan
....
"What sudah jam 2, apa kau tidak mengantuk" Gery menoleh ke sampingnya dimana Bianca berada dan Gery terkejut Bianca sudah tertidur dengan Laptop yang masih menyala
"Ckck, dasar Tarzan dimana aja bisa tidur" Ucap Gery dengan senyum kecil lalu menatap wajah Bianca, Ia teringat dengan ucapan Bianca yang mengatakan jika Bianca kapok dan Jerah jatuh hati padanya entah mengapa mengingat itu sangat sakit baginya
"Maafkan aku Anca, jika saja saat itu aku tegas padamu maka kau tidak akan tersakiti seperti itu, maafkan aku juga karena tak bisa membalas perasaanmu" Gery membelai wajah Bianca penuh sayang, mengingatkan nya pada kejadian saat mereka disekolah menengah
"Aku janji Anca, aku akan melepaskan mu dari ini semua agar kau bisa menemukan pria yang tepat buatmu dan bahagia, aku hanya menganggapmu sebagai saudara perempuan ku juga adik dari Bram sahabatku" Ucapnya tersenyum sendu
(Bunyi pesan masuk)
Ponsel Bianca menyala, pesan dari Bram
-Anca, jangan lupa siang ini kau kerumah sakit, aku mau memeriksa lambung mu itu, aku sudah menghubungi Pak Li untuk ketat pada makananmu, kau jangan melewatkan jam makanmu- Bram
__ADS_1
Gery yang tak sengaja membacanya lewat display ponsel Bianca, mengambil ponselnya dan menelpon Bram
"Hai Bro" Jawab Bram
"Hai Bram, aku tidak sengaja membaca pesanmu di ponsel Bianca, Bianca sakit?
"Oh, tidak itu hanya pemeriksaan biasa saja karena aku dengar dari Jordy beberapa waktu lalu maagh nya Anca kambuh, Bianca memiliki lambung Akut dan dia tidak boleh melewatkan jam makan yang penting"
"Aku tidak tahu jika Ia memiliki masalah dengan lambungnya"
"Ah benar juga, Setelah dua tahun Ia memutuskan untuk pergi dan sekolah diluar, disitu Ia terkena penyakit lambung akut dan juga..." Bram terhenti sejenak
"Dan apa" Gery penasaran
"Ah tidak" Bram terdiam sesaat "Ger kau kan suaminya, yah aku tahu kalian terjebak dengan perjodohan nenek moyang ini namun Bianca tetap perempuan dan lagi dia adikku, jika kau tidak bisa menjaganya sebagai istri tolong jaga dia sebagai adikku, kau tahu meski kau sahabatku, aku juga tak akan Melepaskanmu jika sesuatu yang buruk terjadi pada adikku" tutur Bram santai namun dengan suara berat dan juga penekanan pada beberapa kata-katanya
"Kau tenang saja Bram, aku pasti akan menjaga Bianca, baiklah aku tutup" Ujar Gery lalu kembali melihat Bianca yang tertidur pulas
"Apa yang terjadi padamu selama 7 tahun i i" Gumam Gery pelan menatap intens wajah Bianca yang tertidur disisinya
Sepertinya Gery tidak sadar apa yang di ucapkannya berbeda dengan sikapnya yang mulai memperhatikan Bianca 😁
"Hem" Lenguhan Bianca, membuat Gery tersenyum dan gemas ingin mengganggunya
"I Love you" Bianca mengigau, spontan membuat Gery terkejut dan tiba-tiba saja jantung Gery berdegup kencang tak karuan
"Huh, ada apa denganku" tutur Gery menelan salivanya dengan susah "Kau berkata Jerah dan Kapok, tapi masih ada perasaan padaku" Gery mencubit hidung Bianca, Ia pun kembali bergerak membelakangi Gery
Mendengar ucapan cinta dari Bianca meski hanya mengigau membuat Gery tersenyum kecil "aku bisa mengerjainya besok" tutur Gery dengan senyum tengilnya
__ADS_1
"Baiklah sudah aku putuskan sebelum aku melepaskanmu aku akan mengerjaimu terlebih dulu" ucap Gery tertawa kecil dengan kepalanya yang sudah di penuhi segala ide kejahilannya dan ketengilannya
.
.
.
"Akh... Dasar cabul..." Bianca yang sadar langsung memukul Gery dengan Bantal apalagi melihat tangan Gery memeluknya saat tidur
"Aw... Aw... Kau ini kenapa... Hei..." Bianca tidak peduli Ia tetap terus memukul Gery dengan bantal hingga Gery mendapat tangannya dan berusaha menahannya membuat Ia terjatuh dan kini berada di bawah Gery
"Hei Gadis Tarzan, apa kau bangun pagi selalu begini" Ucap Gery
"Kau... Itu cabul, Kau tidur sambil memelukku" teriak Bianca kuat dengan amarah dan mendorong Gery
"Aku itu suamimu, sudah wajarkan jika ku tidur memelukmu" Ujar Gery yang duduk bersimpuh karena menyingkir dari tubuh Bianca
*Sepertinya mereka tidak sadar 🤔🤭
"Sinting" Ucap Bianca turun dari tempat tidur, namun tidak jadi karena tangannya di tahan oleh Gery
"Bianca, apa kau masih mencintaiku" tanya Gery tiba-tiba hampir membuat jantung Bianca lompat keluar karena terkejut
*Entah itu karena terkejut atau, memang masih cinta.. 🤭
Bianca memegang dahi Gery lalu mengecek bokongnya "Ah, pantas... Sama panasnya" Tutur Bianca tertawa ngakak
"Sialan Kau" Gery membuang tangan Bianca dengan kesal, lalu memperhatikan Bianca tertawa, baru ini Ia melihat Bianca tertawa sejak Ia datang ke Ermeth
__ADS_1
"Ya seharusnya kau tertawa begitu setiap hari, karena itu cocok denganmu terlihat cantik dan manis, buka arogan teriak teriak seperti Tarzan... Auuuo..uwo uwo" Gery menirukan gaya Tarzan lalu membalas tertawa lepas, sedangkan Bianca turun dari kasur dengan kesal menuju kamar Mandi