
Gery mondar mandir gelisah dan cemas tak karuan menunggu pintu tersebut terbuka, selang berapa menit lampu indikator berubah menjadi warna hijau dan Bram keluar
"Bram, gimana keadaan Bianca" Tanya Gery.
Bram juga Sasa (Sandra) terkejut melihat tampilan Gery
"Apa ini beneran Gery" Gumam Sasa melihat Gery yang memakai kemeja kerjanya namun celana masih dengan piyama tidur dan sendalnya juga masih sendal rumah
"Bianca baik-baik aja Ger, sepertinya saat kecelakaan Bianca tidak memakai sabuk pengaman, dan tabrakan itu membuat tubuhnya terbentur dan mengakibatkan ada pecahnya pembuluh darah bagian dalam namun tidak separah itu, dia sudah baik-baik aja" Bram menepuk pundak sahabatnya itu lalu membawanya menuju ruangan kerjanya
Bram memutuskan untuk kembali ke Ermeth Town dan bekerja di MC Hospital agar lebih bisa menjaga Papa Ken dan juga agar Mamanya tidak kesepian
"Nih" Bram melemparkan setelan baju kepada Gery, Bram yakin ukuran keduanya sama karena mereka memiliki postur tubuh yang sama
"Baju untuk apa" tanya Gery bingung, Bram mengambil ponselnya lalu mengambil gambar Gery dan mengirimnya ke ponsel Gery
"Tidak perlu berterima kasih" Tutur Bram dengan senyum tipis sembari duduk si kursinya, sedang kan Gery membuka ponselnya
"Shitt...." Gery baru sadar penampilannya seperti orang aneh "thanks" Ucap Gery yang di balas anggukan oleh Bram
Selesai mengganti bajunya Gery kembali menuju mobilnya yang berada si tempat parkir untuk mengambil sepatu cadangan yang selalu Ia taruh di setiap mobilnya, lalu menuju ruangan dimana Bianca di rawat, Bianca sudah dipindahkan ke ruang rawat dan disana Bram sudah duduk disisi Bianca yang sudah sadar
"Baiklah aku pergi dulu, Gery sudah disini bicaralah baik-baik dengannya" Ucap Bram kemudian pergi tak lupa Ia menepuk pundak Gery
"Gimana keadaanmu Ca" tanya Gery
"Udah enakan" balas Bianca singkat
"Mau makan" tanya Gery mencoba untuk mencairkan suasana canggung diantara keduanya
"Gak, belum ada selera, aku mau istirahat dulu" seru Bianca
"Ya udah istirahat dulu aja, nanti aku bangunin pas jam makan" Ucap Gery menarik selimut Bianca dan membantunya untuk menutup
Tak butuh waktu lama bagi Bianca untuk tidur, Kini Bianca sudah berada di dunia mimpinya
__ADS_1
Malam pun tiba, Bianca bangun dan merasa kebas di tangan kanannya saat Ia membuka mata, Ia melihat Mamanya dan juga Kak Bram
"Mamah...
"Sst" Mama memberi Isyarat lalu menunjuk pada Bram yang tertidur di kursi samping Bianca sembari memegangi tangan Bianca, hal tersebut membuat Bianca terkejut namun Mamanya terlihat senang dan gembira kembali duduk di sofa sedangkan Bram tersenyum sambil menaikan alisnya naik turun menggoda adiknya yang melotot padanya
Seketika itu Gery pun sadar "Oh Maaf" Tutur Gery melepas tangannya lalu sadar akan ada Ibu mertuanya Ia berdiri dan menyalami Mama Viandra yang sedang membuka rantang makanan untuk Bianca dan Gery
"Ini Mama bawa makanan untuk kalian, Bianca makan ya habis itu minum obatnya" Ujar Mama Viandra
"Ma, biar Gery aja" Gery mengambil piring Bianca
"Loh kamu gak makan"
"Habis suapin Bianca Ma" Gery duduk disisi Bianca
"Biar aku aja, aku bisa sendiri"
"Udah aku aja, kamu yang sakit diam" Gery menyendokkan satu suapan ke mulut Bianca
"Pah cepet bangun, Bianca dan Gery sepertinya sudah bisa saling menerima" Bisik Mama Via dalam hatinya
Selesai makan, Mama Viandra pun bertanya kepada Bianca kenapa bisa terjadi kecelakaan, Bianca yang bingung harus jawab bagaimana akhirnya Gery yang membuka suara
"Ini salah aku Mah, aku telat bangun dan Bianca sudah pergi sendiri" Ucap Gery.
Bram hanya diam saja mendengar penjelasan Gery, sebab Ia tahu bukan seperti itu kejadiannya yang Ia dengar dari Jay pagi ini, namun Ia memilih diam karena Ia tahu bahwa hubungan Gery dan Bianca sangat rumit jika mamanya tahu pasti akan sangat sedih.
"Untunglah kamu gak apa-apa Nak" Mama Via membelai lembut anak perempuan nya itu
.
.
.
__ADS_1
Sudah 4 hari Bianca di rumah sakit, dan selama empat hari itu Gery terus merawatnya dan tak beranjak dari sisi Bianca namun hari ini terpaksa Ia harus pergi karena kerjaan yang Ia tinggalkan selama r hari lalu sudah menumpuk dan tak bisa ditunggu lagi, pagi-pagi Gery sudah berangkat ke kantor, tapi Ia janji siang ini akan datang tepat waktu untuk menjemput Bianca karena Bianca sudah di perbolehkan pulang
"Cie cie yang beberapa hari ini berbunga terus" goda Bram
"Apaan sih Bram" jawab Bianca ketus namun Ia tak bisa menghentikan perona merah yang muncul dipipinya
"Jadi kamu mau kasih kesempatan lagi buat Gery satu bulan ini" tanya Bram, Bianca terdiam sesaat
"Aku gak tahu Kak, kemarin Ayah Dean menelpon dan mengatakan minggu depan akan pulang bersama Gina" Imbuh Bianca dilema dan bingung, raut wajah sedih dan gundah terlihat jelas di wajahnya
Bram berjalan mendekati adiknya itu "mau lihat fashion kekinian gak" Tanya Bram mengeluarkan ponselnya
"Fashion kekinian" Bianca menaikan satu alisnya lalu melihat layar ponsel Bram, sesaat Ia terdiam lalu tertawa lepas "Ini Gery, hahahaha" Bianca masih tertawa sangat renyah membuat Bram juga ikut tertawa
"Saat mendengarmu kecelakaan, Gery buru-buru kerumah sakit tanpa peduli dandanannya" terang Bram "Oh iya ada satu lagi" Bram menoleh ke pintu "masuklah" ujar Bram, Bianca menoleh ke pintu masuk dan menatap bingung Pria di depannya
"Siapa Kak" bisik Bianca
"Dia adalah Jay, orang suruhan Gery untuk selalu mengawasi mu dan menjaga mu dari kejauhan" Bianca terkejut tak percaya
"Kakak Bohong"
"Kau bisa tanya padanya"
Jay lalu mengatakan jika Ia memang pengawal pribadi Bianca yang di utus oleh Gery, sejak tahu jika Bianca mempunyai sakit lambung akut.
Pukul jam 2 siang, Gery tiba di parkiran dan bergegas menuju ruangan tempat Bianca dirawat "Hai" sapa Gery membuka Pintu dan sedikit terkesima melihat Bianca "Cantik" ucapan pelan itu lolos begitu saja dari mulut Gery
"Apa" Bianca pura-pura tidak mendengar
"Gak apa-apa, kamu udah siap" tanya Gery yang dibalas anggukan oleh Bianca "Ya udah ayo pulang" tanpa sadar Gery meraih tangan Bianca dan mereka berjalan bergandengan
"Astaga, jantung ku" Bianca meletakan tangannya pada dadanya, merasakan detak jantungnya yang tak karuan
"Gak pamit sama Bram dulu"
__ADS_1
"Bram lagi ada operasi, tadi udah aku bilang kok" Gery membalas dengan anggukan lalu tiba di parkiran Gery membukakan pintu mobil untuk Bianca