The Chance (Kesempatan)

The Chance (Kesempatan)
Empat


__ADS_3

Besok harinya....


Dimeja makan kediaman Big House


"Papa... Jawab..." Ujar Bianca yang masih menunggu jawaban dari Papanya


"Anca, biar Papa makan dulu" Ucap Mamanya


"Nggak, mah aku datang jauh jauh dari negara J yang seharusnya saat ini aku sedang melihat pameran yang sudah aku tunggu dari 3 tahun lalu, tapi karena Papa aku tinggalin dan sekarang aku harus menunggu 5 tahun lagi...." Ucapnya menahan marahnya dengan masih memegang garpu dan pisau makan ditangannya


"Lalu ketika aku pulang, belum hitungan satu hari Mah, aku udah bertunangan" Bianca membuka jarinya seperti hi-5 untuk memperlihatkan cincin pertunangannya


"Anca... Udah dong, iya mama tahu..." Seru Mamanya lalu melirik ke suaminya yaitu Tuan Ken yang masih dengan santai menyantap makanannya


"Ok, kalo Papa gak mau kasih aku jawaban, aku akan cari tahu sendiri... Dan aku menolak pertunangan ini" Bianca mengambil serbet mengelap mulutnya lalu melemparkannya di piring miliknya "aku sudah kenyang" timpalnya lagi lalu pergi dan diikuti oleh Finick


"Pah...." Nyonya Via mengelus tangan suaminya, karena Ia tahu pasti berat untuk suaminya bertengkar dengan putri kesayangannya itu


"Uhuk...uhuk..."


"Pah..." Nyonta Via bangkit dari kursinya


"Asih, telpon Dokter Sandra suruh datang... Bapak kambuh" teriak Nyonya Via


"Ken... Aduh... Ken kamu gak apa-apa... Kita kekamar ya" Ucap Nyonya Via sangat cemas dan perlahan membantu Tuan Ken menuju kamar mereka


.


.


.


Anda memasuki wilayah Ermeth Town - South, tertulis pada palang yang di lewati oleh Bianca


Setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam Ia pun tiba di wilayah timur Ermeth Town, yaitu kediaman Keluarga Dean Xavier


"Selamat Siang Nona, ada perlu apa ya" Ujar salah satu penjaga yang memakai baju tentara


"Saya Bianca Hasa, anak Tuan Ken Hasa... Saya ingin bertemu dengan Tuan Dean Xavier"

__ADS_1


"Baik Nona, silahkan tunggu saya akan menelpon Rumah Utama" ucapnya dan Bianca mengangguk kecil


"Oh ya, mobil yang di belakang bersama saya" ucapnya menunjuk mobil Finick


Setelah lima menit, gerbang utama terbuka Bianca melajukan mobilnya hingga tiba pada gate II, menjalani pemeriksaan lalu masuk ke halaman rumah utama, Ia memarkirkan mobilnya pada parkiran yang berada di bawah pohon lalu keluar dari mobilnya melihat sekeliling


"Tidak ada yang berubah" tuturnya dengan senyuman tipis


Ketika Ia masih memperhatikan sekeliling, sebuah bola sepak menggelinding ke arahnya dan anak kecil berlari untuk mengambil bola tersebut


"Kok ada anak kecil" gumam Bianca berjongkok dan mengambil bola tersebut "hai.." sapa Bianca, Bianca memang sangat suka dengan anak-anak


"Ini bola kamu" tanya Bianca, namun anak kecil itu diam menatap Bianca


"Hansel..." Teriak seorang wanita setengah berlari "Maaf Nona, anak saya menganggu anda" ujarnya


"Ah tidak kok" Bianca berdiri dan tersenyum "oh iya ini bolanya, bye...bye..." Ujar Bianca melambai kecil dengan senyuman tulusnya dan masuk kedalam Rumah Utama


"Anca..." Ayah Dean terkejut melihat Bianca


"Hai Ayah" Bianca memberikan cipika cipikinya


Bianca yang tak bisa menolak pun akhirnya mengganti bajunya lalu mengikuti Ayah Dean dengan mobil mini golf nya menuju kebun di belakang danau yang menjadi batasan rumah Utama dan kebun, Bianca berpikir setidaknya Ia bisa mendapatkan jawaban dari Ayah Dean ketika Ia mengikutinya berkebun


"Nah, kita sudah sampai ayo..." Ayah Dean terlihat begitu semangat


Setelah 30 menit berlalu, Ayah Dean dan juga Bianca duduk di pondok dengan nafas terengah-engah karena mereka kelelahan dan juga kepanasan


"Hah, lumayan juga membakar kalori di tubuhku" gumam Bianca


"Pak Ben tolong bawakan air" Seru Ayah Dean


"Serukan Ca, di Negara J ataupun LN mana ada begini, apalagi di tengah kota Ermeth.." Ucap Ayah Dean menegak minuman


"Mmh... Ayah benar" Bianca selesai meminum airnya


"Ayah... Apa aku boleh tanya sesuatu?


"Ya tanya saja Nak, apa... Oh kau ingin bertanya dimana Gery, Ia berada di perusahaan"

__ADS_1


"Bukan Ayah, aku mau bertanya masalah pertunangan ku dengan Gery, apa ini tidak tiba-tiba Yah? Tanya Bianca namun malah di jawab tawa oleh Ayah Dean


"Ayah... Kok malah ketawa sih" Bianca bingung apa pertanyaannya itu termasuk pertanyaan lawakan sehingga membuat Ayah Dean tertawa


"Maaf Nak, hanya saja reaksi mu itu sama persis dengan Gery... Menurut Ayah dan Papamu ini tidak tiba-tiba...


Ayah Dean pun bercerita bahwa sudah 2 turunan keluarga Hasa dan Xavier lahir, entah kenapa anak pertama keduanya selalu laki-laki... Dari kakek buyut keduanya adalah sahabat dan berjanji akan menikahkan anak mereka jika anak pertama keduanya perempuan dan laki-laki, namun yang keluar selalu laki-laki, hingga pada saat Ayah Dean dan Papa ken keluar, mereka berdua pun anak laki-laki...


Lalu pada generasi ke empat, lahirlah Bianca dan juga Gery... Betapa senangnya keluarga mereka Hasa dan Xavier... Lalu pesan kakek mereka sebelum menghembuskan nafas terakhir, pokoknya Dean dan Ken harus menjodohkan anak kalian


"Jadi begitulah, dan Ayah rasa kalian sudah kenal satu dengan yang lain... Sehingga tidaklah repot untuk membina rumah tangga kan" ujar Ayah Dean santai


"Tapi Ayah, membina rumah tangga juga gak hanya itu, pernikahan juga terjadi karena ada rasa cinta Yah, jika tidak ada maka pernikahan itu tidak akan bertahan lama" ujar Bianca


"Nak... Kalian ini masih Tunangan dan pernikahan kalian masih sebulan lagi, cinta itu datang karena kebiasaan bersama" Ayah Dean tersenyum dengan penuh arti


"Lagian, Ayah juga tenang jika Gery menikah denganmu, bukankah Papamu juga sama" ayah Dean kembali tersenyum dengan penuh arti lalu berdiri "sudah, ayo kembali kerumah... Sebentar lagi makan siang" imbuhnya


"Kebiasaan" gumam Bianca melihat luasnya kebun di hadapannya


.


.


.


Big House


"Gimana San?


"Tante, om harus segera di operasi untuk mengangkat tumor yang ada di kepalanya"


Ucap dokter sandra


"Sandra, bisakah aku bicara berdua denganmu" Lirih tuan Ken, Nyonya Via pun mengerti dan keluar dari kamar, membiarkan Suaminya dan Sandra berbicara


"Anca..." Isak Nyonya Via melihat foto keluarga mereka ketika Bianca masih kecil dan mereka berlibur di Negara J


....

__ADS_1


__ADS_2