
Braaaak
Adit menghentak meja dengan sangat kuat, Wajahnya terlihat jelas, kemarahan, kebencian juga kesedihan yang mendalam, Adit tak dapat membayangkan hal mengerikan yang sudah di alamai oleh Anaya
"Sial....." Adit sekali lagi menghentak mejanya "Lubis aku beri kau waktu satu jam untuk mencari tahu informasi tentang Gery, dari aku berpisah dengannya hingga saat ini, semuanya.... aku ingin tahu semuanya dari yang terbesar hingga hal-hal yang kecil, tidak boleh luput dari matamu"
"Baik Tuan" Lubis menundukan kepalanya lalu pergi
"Gery, sialan Kau.... apa yang kau lakukan selama ini hingga membiarkan Anaya mengalami ini semua.... inikah janjimu untuk menjaganya dan tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya" Adit meremas kuat kertas didepannya "Kau mengingkari janjimu Gery Xavier, maka kau akan menerima hukumanmu" Suara Adit penuh dengan dendam
.
.
.
Halaman Big House
"Aw...." Rintih Bianca disusul dengan tawa seisi orang rumah
"Kau itu bisa bermain UNO atau tidak sih" Tutur Andrew menyusun kembali balik UNO yang berantakan karena Bianca menarik balok paling bawah
"Ya iya... kau itukan orang yang paling bisa semuanya" Ujar Bianca kesal
sudah hampir dua minggu Andrew bolak balik Big House untuk terapi Bianca, dan hari ini adalah hari terakhir dimana Andrew memberi terapi kepada Bianca, sebab Bianca sudah menunjukan keadaan yang stabil dan Bianca juga sudah merasa lebi baik
"Andrew sekalian makan malam disini ya Nak" Ucap mama Via
"Makasih Tante, maaf jadi repotin"
"Idih sok banget repotin, yang ada kau juga suka kan makan gratis, dari pada makan mie cup" Celetuk Bianca yang hendak mengambil satu balok UNO di tengah namun jatuh kembali dan kali ini didorong oleh Andrew
"Mulutmu itu" Bisik Andrew pelan
.....
Malam hari pun datang, kelyarga Hasa tengah menikmati makan malam mereka "Andrew ambil yang banyak" Ucap Nina
"Terimakasih Mba"
__ADS_1
"Malam, aku pulang" Sapa Bram berjalan menuju ruang makan dan Nina segera menyambut sang suami dengan segelas air putih hangat ditangannya dan tak lupa dengan senyuman penuh cinta
"Malam" Sapa seseorang
"Sasa" Ucap Nina
"....." Bianca melihat bolak balik kearah Sasa dan juga Andrew "Ada apa ini, mengapa situasi diantara mereka begini ya" Gumam Bianca dalam hatinya
Bram dan Sasa pun segera mencuci tangan lalu duduk bergabung untuk menikmati makan malam
"Wah ini malam yang langkah, kita semua bisa berkumpul dan lagi ada dua dokter yang luarbiasa" seru mama Via
.....
Jam didinding menunjukan pukul 9.30 malam.
Setelah selesai majan, semua berkumpul diruang tamu dan saling bertukar cerita, dan juga bermain bersama Bams kecil, dan tak terasa jam sudah hampir pukul 10 malam
Bianca mengodekan sesuatu kepada Andrew dengan matanya, namun Andrew malah kebingungan
Bianca menghela nafasnya "Sooo, Kak apa kau akan kembali ke rumah sakit malam ini? tanya Bianca
"Tidak, hari ini dokter lain akan menggantikan ku" Tutur Bram memberikan Bams yang sudah tertidur kepada Nina
"Aku akan mengantat Sasa, dan segera kembali" Ujar Bram mengelus lembut kepaka anaknya dan mencium dahi Nina
"Kenapa gak sama Andrew aja Kak" Bianca melihat pada Bram dan Sasa lalu menoleh ke Andrew yang melotot pada Bianca
"Ada beberapa kasus yang ingin aku bahas dengan Bram Ca" Jawab Sasa dengan senyum tipis
"Besok kan bisa, lagian Andrew juga mau pulang, bukannya kalian tinggal di Apartemen yang sama" Seru Bianca
Namun ketigana hanya diam, sedang Nina menghela nafas tipis "Sayang kamu antat Sasa aja, kali hal yang di bicarakan penting, apalagi kalau itu tentang keselamatan pasien" Ujar Nina
"Oke" Bram dan Sasa berdiri dari sofa
"Tapi...." Bianca langsung terdiam ketika Andrew meraih tangan Bianca
"Kalau gitu aku balik juga" Andrew menepuk pundak Bianca dengan kedipan matanya lalu berpamitan pada Nina dan Bram, sebab Mama Via sudah masuk kedalam kamarnya satu jam yang lalu
__ADS_1
ketiganya pun keluar bersama, Setelah Andrew masuk lebih duu ke mobilnya, Sandra dan Bram pun menyusul pergi
(Kamar Bianca)
"Kemungkinan Dokter Sasa gak nyaman" Tutur Gery yang tengah melakukan panggilan video dengan Bianca
"Tapi kan....
"Ca, kamu tuh kebiasaan deh, kalo udah akrab dengan orang pasti mau iku campur masalah pribadinya, biarin aja... Andrew dan Sasa udah dewasa"
"Lah kok jadi kamu marah sih"
"Aky gak marah sayang, cuman mau kasi tahu ke ka....
"Udah-Udah deh, kamu tuh dari dulu emang gak berubah, udah ah aku ngantuk mau tidur...
"Oke sela....
Belum selesai Gery bicara, Bianca sudah mematikan ponselnya..
(Hotel Evantress)
"mat malam" Gery menghela nafasnya lalu meletakan ponsel di meja
"Tuan, saya sudah menemukan laporan keuangan 2 dan 3 tahun lalu" Angus memberikan sebuah file kepada Gery
Angus dan Gery bekerja lembur demi mengembalikan Evantress seperti sedia kala, begitu banyak laporan yang harus di teliti lagi, apalagi masala keuangan yang tidak sesuai dengan laporan yang ada, sejauh ini Gery menemukan beberapa kejanggalan yang membuat kepalanya seakan hendak meledak
Sepertinya sebulan kedepan akan menguras semua tenaga Gery, tidak hanya tenganya tapi pemikirannya waktunya dan juga kesehatannya
Dan sekarang, Bianca malah mara kepadanya....
Pukul 3 pagi, Angus yang tertidur di sofa terbangun dan melihat Gery masih setia dengan tumpukan file yang berada di sekelilinnya
"Maaf Tuan saya ketiduran" Ucap Angus memperbaiki posisi duduknya
"Gus, kamu ingat Gladis"
"Selebgram yang kita temui di salah satu pesta"
__ADS_1
"Ya, coba kamu lihat ini" tunjuk Gery pada ponselnya...
"Tuan mau memakai Nona ini untuk promosikan Evantress"