
Overseas
Hotel Evantress, salah satu hotel bintang sepuluh dan ternama di overseas, hotel yang terletak dibawah kaki bukit dan mengarah pemandangannya pada lautan membuat Hotel Evantress banyak pengunjung dan lagi pelayanan serta makanannya diacungi jempol oleh semua orang yang datang, belum pernah ada tamu yang mengadu jika Hotel Evantress hotel yang buruk atau kekurangan ini dan itu, malahan semua tamy selalu memberikan komentar positif
Namun sayangnya sudah 20 tahun berlalu, dua hari lalu Gery menerima laporan jika hotel Evantress mengalami penurunan drastis, banyak pengunjung atau tamu yang membatalkan pesanan mereka dan juga beberapa acara yang sudah menyewa ruangan di Evantress juta membatalkan pesanan mereka.
Hal itu membuat Gery harus berangkat dan melihat sendiri
Ruang Rapat - Lt. 20
"Kerusakan dimana-mana, kebocoran di beberapa lantai, air panas yang terkadang tidak menyala, seprei yang kotor, pelayanan yang kurang memuaskan......."
Braaaakkkk
"Apa ini semua, apa kalian sangat kekurangan orang, Manager Haris" Gery menatap tajam pada Haris Manager umum Hotel Evantress yang tertunduk dan berkeringat
"Ya Tuan..." Haris terbata
"Apa begini cara kerja kalian" Gery menatap tajam, menilik semua yang hadir diruang rapat tersebut "Kalian semua adalah ketua dan penanggung jawab dari semua divisi yang berperan penting bagi hotel ini, apa kalian tau itu"
"Jika kalian tidak bisa memberikan perintah dan tegas kepada anak buah dan juga teliti pada pekerjaan kalian, katakan padaku, aku akan mencari pengganti kalian" timpal Gery lagi
Gery menghela nafas kasar, sepertinya kali ini Ia benar-benar kesal dengan apa yang terjadi pada Hotel Evantress
"Kalian ku beri waktu tiga minggu untuk memperbaiki semuanya, seminggu untuk memperbaiki semua komentar dan keluhan negatif ini lalu sisanya naikan grafik yang turun dengan drastis ini" Ucap Gery dengan tatapan tajam dan penuh tekanan.
"Ba-baik Tuan" jawab semuanya dan Gery pun pergi
"Tuan, ada telpon dari Nona Bianca" Angus memberikan ponselnya pada Gery
"Halo Ca"
(BIG House)
"Hai Ger, gimana disana"
-gak begitu bagus, kayaknya aku bakalan stay sebulan disini-
"Sebulan...." Bianca yang tadinya baring dikursi malas kini duduk dan meletakkan minuman tropical yang biasa Ia minum selesai Ia berenang ke meja kecil disisinya
__ADS_1
"Lama banget Ger" Lirih Bianca
"Iya sayang, aku minta maaf karena gak bisa pulang cepat seperti janji aku, masalahnya disini gak semudah yang aku pikirkan" nada suara Gery terdengar frustasi dan Bianca dapat merasakannya
"Haah, ya udah deh kalau gitu kamu selesain dulu aja kerjaannya biar bisa cepet pulang" Ujar Bianca
"Ok, thanks Ca... Aku janji akan menyelesaikannya dengan cepat" Ucap Gery lalu mereka pun mematikan panggilannya
"Kenapa Ca" tanya Nina yang datang bersama Bams
"Gery gak jadi pulang minggu ini, sepertinya masalah disana cukup rumit" Bianca meletakan ponselnya di meja dan menghela nafasnya lagi
"Ya udah kamu disini aja dulu sampai Gery balik dari Overseas, Iyakan Bams" Nina menoleh kepada anaknya yang di pangkuan nya
"Hai Bams...." Bianca mengambil Bams dari dekapan Nina dan membawa ke pelukannya "Bams aja deh temani onty yaahh... Mau" Bianca terlihat gemas pada keponakan nya itu...
"Oh ya Bram bilang kamu hari ini ada jadwal kunjungan dari rumah sakit ya"
"Oh, itu Dokter Andrew Mba"
"Andrew... Dokter yang kamu bilang kepo itu"
"Siapa yang kepo" Ujar sebuah suara yang Bianca kenal
"Andrew.... Kau sudah disini" Bianca memberikan Bams pada Nina "bentar ya sayang, sama mama dulu" ucapnya lalu meraih kimono mandinya dan mengenakannya menghampiri Andrew
"Kamu udah selesai berenang"
"Iya, ayo kita kedalam" Ucap Bianca "oh iya kamu tunggu di ruang belajar papa dulu ya, aku mau ganti baju" seru Bianca lagi yang di jawab anggukan oleh Andrew, dan segera kepala pelayan membawa Andrew menuju ruang belajar Papa Ken
.
.
.
Negara J
"Bagaimana, apa kau suka disini" Tanya Adit dengan senyuman
__ADS_1
"Iya, suasananya sangat bagus, apa ini juga termasuk resort milikmu" Tanya Anaya melihat sekeliling
"Aku memiliki 10% saham disini"
"What... itu cukup banyak" Tutur Anaya yang di balas kekehan kecil Adit, lalu Adit mengambil piring steak Anaya dan menukarnya dengan miliknya yang sudah di potong
"Makanlah, Kau belum makan apa-apa sejak kita keluar"
"Baiklah Makasih"
Selagi Anaya dan Adit sedang menyantap makan siang mereka, Lubis asisten dari Adit datang dan membisikkan sesuatu kepada Adit dan membalasnya dengan anggukan, Lubis pun pergi
"Ada apa, apa ada masalah" Anaya terliat khawatir
"Tidak ada, setelah ini aku ada janji rapat dengan Maxi dari Negara S namun sayang Ia membatalkannya karena harus kembali ke negaranya"
"Oh Begitu" Balas Anaya dan keduanya melanjutkan makan siang mereka
............
Malamnya
Penthouse di negara J
"Konbanwa, anata ga hoshī mono o motte kimasu"
(Selamat malam Tuan, saya membawa yang anda inginkan)
Adit memberi isyarat kepada anak buahnya, lalu mereka semua pergi meninggalkan Adit sendiri bersama orang suruhanna dan Lubis.
Dan orang suruhannya tersebut segera menceritakan kisah awal yang terjadi pada Anaya
Setelah Adit pergi, beberapa bulan kemudian keluarga Anaya mengalami kebangkrutan, hutang dari bank dan juga koperasi begitu banyak, Sang Ayah jatuh sakit dan segera di larikan dirumah sakit namun saat di perjalanan sang Ayah terkena serangan jantung dan meninggal, sedangkan Ibunda Anaya yang tak bisa terima suaminya meninggal dan juga keadaan sekitar yang penuh dengan tekanan akhirnya terkena serangan mental dan jiwanya, sehingga haru masuk ke rumah sakit jiwa.
Anaya pun akirnya berhenti kuliah lalu mencari pekerjaan untuk membiayai hidupnya dan sang ibu yang berada di RSJ. Awalnya semua baik-baik saja hingga suatu ketika teman Anaya yaitu Denti mengajak Anaya untuk bekerja di tempatnya dengan penghasilan yang lumayan besar dari yang didapatnya, yaitu bekerja di club malam, Anaya tidak punya pilihan sebab hari itu Anaya mendapat telpon dari Rumah sakit jika Ibunya di diagnosis terkena kanker stadium 2 dan masih bisa di selamatkan jika di operasi.
Namun biaya Operasi begitu mahal sehingga Anaya mengambil keputusan untuk menerima pekerjaan tersebut, dan Naas nya ketika di bulan kedua Anaya bekerja, Denti menjual Anaya pada seorang Bos asal Negara C, Anaya di bawa kenegara C dan dijadikan Istri kedua oleh Bos tersebut, selama dua tahun Ia di jadikan sebagai wanita yang hanya melayani nafsu sang suami belum lagi disiksa oleh mertua serta istri pertama dari Suaminya.
hingga akhirnya Suaminya matih di bunuh oleh teman bisnisnya juga, lalu Ia melarikan diri namun musuh dari almarhum suaminya mendapatinya dari informasi yang di berikan oleh istri pertama almarhum suaminya. Anaya di jual menjadi budak dirumah bordir dan disana Ia menjadi pelayan yang hanya mengantar minuman dan menjadi pembersih rumah, sebab diketahui Anaya menderita penyakit, sehingga mereka takut untuk menyentuh dan berhubungan dengan Anaya jadi Ia hanya di jadikan budak
__ADS_1
selama 5 tahun hingga Ia berjumpa dengan Ibu mertua dan juga Istri pertama suaminya, dan disitu di ketahui jika Anaya tidak memiliki penyakit, Ia pun berusaha sekuat tenaga melarikan diri hingga naik sebuah kapal dan entah bagaimana bisa berakhir di Negara J dan hadir di pelelangan menjadi barang yang ditawarkan dengan harga tinggi