
MC Hospital - VVIP Room
"Hai...." Dokter Andrew menyapa dengan senyum sumringahnya dan dibalas dengan lirikan perdetik saja oleh Anca "Haish, jutek banget sih Non" Andrew menarik kursi dan duduk disamping ranjang Anca yang masih menatap keluar jendela
"Kau dokter psikiater dan psikolog itu kan" Ujar Bianca menoleh ke Andrew
"Em bukan, aku Andrew yang ingin menjadi temanmu" Andrew menaikan alisnya naik dan turun "Kau mau menjadi temanku" Andrew mengulurkan tangannya
Bianca melihat Andrew lalu melihat tangan Andrew "Aku sudah mempunyai teman, jadi terimakasih" Bianca membuang wajahnya
"Cih, aku bertaruh kau tidak memiliki nya" pernyataan Andrew membuat Bianca kembali menoleh kepadanya "Jika kau mempunyai teman, maka mereka pasti akan datang untuk mengunjungimu disini" tutur Andrew sambil membuka permen lollipop nya
"Haha dokter aneh, mana ada yang seperti itu, emang kau pikir temanku itu seperti mu yang punya waktu luang sibuk dan kepo ingin mengetahui kehidupan orang lain" Sarkasm Bianca
"Kepo?!
"Iya, Kau tidak tahu jika Psikologi dam Psikiater itu orang yang kepo berdalih ingin menenangkan pasien namun harus mengetahui kehidupan pribadi pasien" Tutur Bianca
"Ah, Benar juga" Andrew setuju membuat Bianca bingung, biasanya orang akan marah jika kita menjelekkan profesinya atau menganggap sebelah mata pekerjaan yang mereka kerjakan "Tapi apa kau tahu, jika Psikologi dan Psikiater bisa mencegah kematian hingga 5% " senyum Andrew
"Ha..ha.. lucu" Bianca mengejek dan tanpa sadar Bianca mengobrol banyak dengan Dokter Andrew meski obrolan mereka terlihat seperti cek cok
"Andrew memang luarbiasa" Puji Bram melihat dari balik jendela pintu kamar Bianca bersama dengan Gery dan juga Sasa
"Baguslah, Bianca sudah mau bicara" Ucap Gery merasa sangat lega
.
__ADS_1
.
.
Malamnya Gery datang selesai bekerja tidak lupa membawa bunga untuk Bianca
"Hai sayang, kok belum tidur" Tanya Gery memberikan bunga pada Bianca
"Dokter kepo itu baru saja dari sini" Bianca menerima bunga dari Gery "Terimakasih" Senyumnya
"Bagaimana perasaan mu" Gery duduk di tepi tempat tidur Bianca dan menatapnya dengan saksama
"Merasa sedikit baikan" Jawab Bianca melihat Gery sedetik lalu memalingkan wajahnya
Jujur Bianca merasa bersalah atas apa yang Ia perbuat, Gery memang tidak pernah menyinggung nya, prilaku Gery seakan hal konyol yang di perbuat Bianca tidak pernah terjadi, namun Bianca merasa tidak enak hati karena telah berbuat konyol seperti itu, Gery sedang berusaha untuk membuka hatinya dan Bianca malah memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan minum obat yang melebihi dari dosisnya
"Udah gak perlu di ingat lagi, yang penting sekarang kamu gak apa-apa" Gery membelai lembut kepala Bianca yang tersenyum
.....
Hari pun berlalu begitu cepat, dan hari ini Bianca sudah boleh keluar dari rumah sakit
"Udah semuanya" tanya Bram
"Udah Kak, ayo kita lihat Papa" Tutur Bianca menarik tangan Bram
"Iya-iya" Bram memberikan tasnya pada Jay "Jay tolong ya"
__ADS_1
"Baik Tuan" jawab Jay yang kini resmi menjadi bodyguard Bianca dan menemani Bianca kemanapun Ia hendak pergi, sejujurnya Bianca tidak ingin memiliki bodyguard, namun Gery memaksa apalagi hari ini Gery harus ke Overseas untuk mengurus beberapa hal di Perusahaan nya yang ada di overseas.
"Anca" panggil seseorang membuat Bianca menoleh
"Andrew" Bianca terlihat senang melihatnya
"Kamu hari ini balik" Bianca mengangguk menjawab pertanyaan Andrew "Oh iya aku punya sesuatu buat kamu, ini" Andrew memberikan sebuah tas kecil berisi sesuatu kepada Bianca
"Apa ini"
"Nanti aja pas dirumah kamu lihat sendiri, kalau gitu aku balik keruangan dulu, Bram" Andrew menepuk bahu Bram
"Ya, makasih Ndrew" tutur Bram begitu juga dengan Bianca
Beberapa hari dirumah sakit dan mengobrol bersama dengan Andrew membuat Bianca menjadi dekat dan mengenal Andrew, Bahkan yang awalnya Bianca menolak dan sering mengatai Andrew kepo, kini gilirannya yang dengan sendirinya membuka dirinya dan mengobrol dengan Andrew.
Bianca pun semakin hari semakin membaik, dan bisa menerima semua kenyataan yang ada dan terjadi beberapa waktu lalu juga mengenai ayahnya.
Pemakaman Santerelli Hill
"Hai Pa, Caca datang...Papa kangen gak sama Caca, Caca kangen sama Papa" Bianca meletakan sebuket bunga berwarna putih pada makam Ayahnya
"Hai Pa, Bram juga datang" Ucap Bram
"Pa, papa tenang aja ya disana, Bianca sekarang udah baik-bain aja dan terimakasih sudah menjadi Papa yang terbaik buat Caca, Caca sangat menyayangi Papa...Love You Pa" Bianca mencium papan nama Ayahnya, Bram hanya mengelus pundak adik semata wayangnya
"Sudah, ayo kita pulang" Ucap Bram dan di balas senyum dan anggukan oleh Bianca
__ADS_1
"Bye Pa, nanti Caca datang lagi sama Gery" Tuturnya lalu pergi bersama Bram